(Penting!)Sedikit Tentang UPS

(Penting!)Sedikit Tentang UPS

Kekurangan Virtual Machine (VM)
Kekurangan Virtual Machine (VM)

UPS (Uninterruptible Power Supply) atau yang sering disebut juga CPS (Continuous Power Supply) adalah sebuah alat yang menjaga asupan daya listrik kepada alat-alat yang terhubung dengannya, ketika aliran listrik normal mengalami gangguan. UPS berbeda dengan Power Supply atau generator yang tidak menyediakan perlindungan pada saat terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. UPS memiliki 3 (tiga) tipe, antara lain:

  • Offline

UPS berjenis ini akan tetap dalam kondisi siaga selama tidak terjadi gangguan listrik normal. Pada saat terputusnya aliran listrik normal atau terjadi penaikan atau penurunan tegangan di atas batas toleransi, UPS ini akan mengambil alih asupan aliran listrik ke perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Rata-rata UPS offline mengambil alih aliran listrik apabila terjadi gangguan aliran listrik selama 4 milidetik atau sekitar 0,004 detik sehingga perangkat elektronik belum sempat mengalami gagal daya & mati.

  • Line Interactive

UPS berjenis ini memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda dengan UPS berjenis offline.

  • Online

UPS online menghantarkan daya terus menerus dari baterainya ke perangkat elektronik yang tersambung dengannya, meski aliran listrik normal dan tidak terputus atau mengalami gangguan tegangan. Sementara baterai yang terdapat dalam UPS ini terus menerus diisi (charge) oleh aliran listrik normal. Bila terjadi gangguan aliran listrik normal atau pemadaman, UPS berjenis ini baru akan mengambil alih asupan aliran listrik ke perangkat elektronik.

Mati lampu yang sering kita alami hanya satu dari sembilan jenis gangguan aliran listrik yang dapat merusak alat elektronik kita. Kesembilan jenis gangguan itu antara lain:

  • Power Failure

Adalah terputusnya aliran listrik secara total. Power failure terjadi karena adanya pemadaman aliran listrik dari pusat (PLN) ke rumah-rumah atau dari pusat ke MCB (Miniature Circuit Breaker) yang terpasang pada rumah-rumah.

  • Voltage Sag

Adalah anjloknya tegangan listrik di bawah rata-rata dalam waktu singkat. Gejala yang ditimbulkan antara lain meredupnya lampu pijar, berkedipnya lampu neon sampai bergetarnya gambar di monitor.

  • Voltage Spike

Adalah melonjaknya tegangan dalam waktu singkat. Gejala yang ditimbulkan antara lain, lampu pijar yang tiba-tiba menjadi sangat terang sampai monitor yang menjadi sangat terang sinarnya dalam waktu singkat. Gangguan ini dapa mengakibatkan kerusakan sementara atau permanen pada alat elektronik.

  • Under Voltage

Adalah menurunnya tegangan dalam waktu yang lama. Gejala yang ditimbulkan antara lain meredupnya lampu pijar, kecepatan kipas yang melambat hingga lampu neon yang tidak dapat menyala. Gangguan ini dapat menyebabkan pemanasan berlebihan (overheating) pada alat elektronik yang memiliki motor.

  • Over Voltage

Adalah naiknya tegangan dalam waktu yang lama. Gangguan ini dapat menyebabkan putusnya filament pada bola lampu dan kerusakan permanen pada alat elektronik.

  • Line Noise

Adalah timbulnya distorsi pada gelombang listrik yang bertindihan. Gangguang ini menyebabkan interferensi elektromagnetik pada perangkat elektronik, misalnya getaran pada layar monitor dan bunyi desis pada speaker.

  • Frequency Variation

Atau penyimpangan frekuensi listrik dari standar (50 atau 60 Hz). Gangguan ini dapat menyebabkan motor berputar lebih cepat atau lebih lambat.

  • Switching Transient

Adalah turunnya tegangan dalam waktu yang relative singkat, antara beberapa milidetik sampai detik. Gangguan ini dapat mengakibatkan memory lost, data lost bahkan hang.

  • Harmonic Distortion

Merupakan bertumpuknya beberapa frekuensi listrik pada gelombang listrik. Gangguan ini menyebabkan panas yang berlebih pada kabel dan sekring.

Kemudian bagaimana cara memilih UPS yang baik? UPS sendiri dikategorikan menurut tingkatan gangguan listrik yang dapat diatasi. Pada umumnya produsen UPS menyertakan level gangguan aliran listrik yang dapat diatasi oleh UPS buatannya. Misalnya tertulis level 4, maka UPS tersebut hanya dapat mengatasi gangguan listrik hingga tingkat 4 (tingkat 1, 2, 3 dan 4). Kesimpulannya UPS yang baik ialah UPS yang dapat mengatasi gangguan listrik hingga level 9.

Sumber : https://youtubers.id/homicide-squad-apk/

Kekurangan Virtual Machine (VM)

Kekurangan Virtual Machine (VM)

Kekurangan Virtual Machine (VM)
Kekurangan Virtual Machine (VM)

Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:

• Sistem penyimpanan.

Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansial untuk menyediakan memori virtual dan spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.

• Pengimplementasian sulit.

Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.

Sumber : https://superforex.co.id/ticket-to-ride-apk/

Kejaksaan Segel Ruang Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang

Kejaksaan Segel Ruang Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang

Kejaksaan Segel Ruang Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang
Kejaksaan Segel Ruang Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Sampang

– Kejaksaan Negeri Sampang, Jawa Timur, menyegel ruang Kasi Sarana dan

Prasarana Sekolah Dasar (Sarpras) Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang. Pintu yang disegel itu terlihat berwarna biru.

Seperti diberitakan Beritajatim – jaringan Suara.com, salah satu

pejabat di dinas pendidikan tersebut juga ditangkap oleh pihak Kejaksaan.

“Iya mas ruang Sarpras Disdik disegel olek Kejaksaan, ada semacam police line tetapi tulisanya kejaksaan negeri,” ujar salah salah satu warga saat berada di kantor Disdik, Rabu (24/7/2019).

Hingga berita ini dimuat, belum ada keterangan resmi dari Kejaksaan

Negeri setempat.

Namun, beberapa wartawan sudah memadati ruang tunggu guna mencari kebenaran informasi tersebut.

 

Baca Juga :

Bangun Gapura Garuda Pancasila, Edutech Ini Catatkan Rekor Dunia

Bangun Gapura Garuda Pancasila, Edutech Ini Catatkan Rekor Dunia

Bangun Gapura Garuda Pancasila, Edutech Ini Catatkan Rekor Dunia
Bangun Gapura Garuda Pancasila, Edutech Ini Catatkan Rekor Dunia

Extramarks Education Indonesia, sebuah perusahaan di bidang pendidikan digital atau education technology (edutech), berhasil memecahkan rekor dunia baru dengan pembuatan Gapura Garuda Pancasila setinggi 17 meter.
Gapura tersebut dibangun untuk memeriahkan HUT RI ke-74 yang tahun ini mengangkat tema “SDM Unggul Indonesia Maju”.

“Tema HUT RI tahun ini sejalan dengan tujuan kami yaitu membangun

SDM unggul melalui pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Untuk itu, kami menggagas pembangunan Gapura Garuda Pancasila setinggi 17 meter, sebagai pengingat sekaligus penyemangat kami dalam mewujudkan tujuan tersebut,” jelas Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Indonesia.

Pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) yang diwakili oleh Awan Raharjo selaku Senior Manager MURI mengatakan bahwa Replika Garuda Pancasila yang dipersembahkan oleh Extramarks ini, telah memenuhi syarat kriteria MURI untuk mencatatkan rekor dunia kepada Extramarks.

“Gapura raksasa ini tidak hanya tercatat sebagai rekor Indonesia, melainkan menjadi rekor dunia baru. Filosofinya juga kuat, dimana pembuatannya memakan waktu selama delapan hari, dan dikerjakan oleh 45 orang seniman terbaik Indonesia serta dirangkai dengan menggunakan kacang goreng sebanyak 1,5 ton,” lanjut Awan.

Sebagai informasi, Gapura Garuda Pancasila ini tersusun dari bahan baku

kacang dan dikembangkan dalam 8 hari oleh 45 seniman dengan berbagai latar belakang budaya. Angka-angka ini terhubung dengan 17 Agustus 1945 (17 – 8 – 1945), Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sementara bahan kacang digunakan sebagai pengingat akan filosofi kacang jangan lupa kulit.

“Replika Garuda Pancasila ini terbuat dari kacang yang kami yakini secara

simbolis, maknanya adalah untuk mengingatkan kita semua, khususnya para siswa untuk tidak seperti kacang yang lupa kulit. Harapannya, SDM unggul yang terbentuk nanti, tidak lupa untuk turut ambil bagian dalam membangun Indonesia,” jelas Uffie.

Pihak MURI sendiri memberikan dua penghargaan pada Extramarks Indonesia. Pertama, diberikan pada ‘Extramarks Indonesia sebagai Pendukung atas Rekor Replika Gapura Garuda Pancasila Terbesar’. Kedua, diberikan pada ‘Fernando Uffie sebagai Penggagas atas Rekor Replika Gapura Garuda Pancasila Terbesar’.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/How_to_Revise_and_Edit_Your_Short_Story_in_10_Easy_Steps

50 Perempuan Muda Terima Fair & Lovely Bintang Beasiswa Tahun Ke-3

50 Perempuan Muda Terima Fair & Lovely Bintang Beasiswa Tahun Ke-3

50 Perempuan Muda Terima Fair & Lovely Bintang Beasiswa Tahun Ke-3
50 Perempuan Muda Terima Fair & Lovely Bintang Beasiswa Tahun Ke-3

Setelah melewati proses pendaftaran dan seleksi yang sangat ketat, 50 Perempuan muda berpresatasi berhasil menerima Fair & Lovely Bintang Beasiswa tahun ke-3.

Seremoni pengukuhan 50 perempuan muda tersebut dilakukan pada Jumat (02/08/2019) pagi, bertempat di Harper Mangkubumi Hotel, Yogyakarta.

Semua penerima beasiswa akan mewujudkan mimpi untuk meneruskan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah masing-masing.

Program yang terlaksana atas kerja sama dengan Hoshizora Foundation ini menjadi wujud nyata komitmen Fair & Lovely dalam memberdayakan perempuan Indonesia melalui pendidikan.

Para penerima beasiswa yang dijuluki adik bintang ini akan mendapat

tabungan pendidikan yang diberikan secara berkala selama empat tahun masa studi.
Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3. (Suara.com/Yasinta Rahmawati)
Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3. (Suara.com/Yasinta Rahmawati)

Tak hanya berupa uang, pihak Fair & Lovely juga akan membimbing adik-adik bintang ini dengan berbagai program pendampingan untuk mengembangkan potensi diri setiap tahunnya.

“Melalui berbagai pendampingan, semoga adik-adik bintang semakin

menggali potensi diri dan sukses ke depannya,” ujar Amaryllis Esti selaku Head of Marketing Skin Category PT Unilever Indonesia, Tbk.
Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3. (Suara.com/Yasinta Rahmawati)
Fair & Lovely Bintang Beasiswa 3. (Suara.com/Yasinta Rahmawati)

Ia juga menjelaskan bahwa setiap tahun program “Fair & Lovely Bintang Beasiswa terus mendapat sambutan positif. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya pendaftar dari tahun sebelumnya.

Pada tahun ketiganya, hampir 40 ribu peminat mendaftarkan diri sejak

pendaftaran dibuka secara online mulai Januari hingga Maret 2019.

Tahun ini, program beasiswa tidak mencakup area Pulau Jawa saja, tetapi juga Madura, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan hingga Kalimantan Barat.

 

Sumber :

https://canvas.umn.edu/eportfolios/2019/Home/Mistakes_Every_Short_Story_Writer_Should_Avoid

 

 

GORENGAN TIDAK SELALU BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN

GORENGAN TIDAK SELALU BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN

Sebenarnya gorengan mampu dijadikan makanan yang sehat asal kita paham cara yang benar untuk menikmatinya.

Pagi-pagi, di dalam perjalanan menuju tempat kerja sepertinya sedap terkecuali mampir membeli gorengan untuk bekal dicamil-camil hingga jam makan siang. Harganya murah, rasanya enak, dan lumayan mengganjal untuk nggak bikin lapar-lapar banget. Sehingga… mampu fokus di dalam bekerja.

Akan tetapi, krenyesnya gorengan yang enteng menggunggah selera tersebut, tidak sebaik itu untuk dikonsumsi. Pasalnya, tidak seluruh gorengan—apalagi yang dibeli di tepi jalan, dimasak memakai minyak baru. Kebanyakan, untuk mengakibatkan gorengan yang dijual dengan harga murah, mereka memakai minyak yang sudah dipakai berulang kali. Sampai-sampai, warnanya tak lagi kuning emas, tapi sudah berubah jadi cokelat kehitaman.

Hal ini jadi alasan bahwa sangat kerap makan gorengan, mampu berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, tiap tiap type minyak goreng, punyai suhu maksimum yang mampu bikin dia membuahkan asap kala dipanaskan (smoke point). Saat mencapai smoke point inilah, kualitas minyak biasanya mulai rusak dan tidak lagi baik dikonsumsi.

Selain itu, gorengan tentu dapat lebih nikmat terkecuali dilapisi dengan tepung. Padahal, tepung justru punyai pembawaan menyerap minyak. Maka, kala digoreng, ia punyai kebolehan super untuk menyimpan minyak di dalam kuantitas yang semakin banyak.

Masih nggak paham soal bahayanya gorengan? Sebuah penelitian yang dikerjakan oleh Department of Nutrition di Harvard School of Public Health, tunjukkan bahwa makan makanan yang digoreng setidaknya seminggu sekali, mampu menambah risiko terkena diabetes melitus type 2 dan penyakit jantung.

Btw, itu hanya seminggu sekali, loh. Belum yang sehari sebagian kali.

Iya, kita seluruh paham terkecuali gorengan sesungguhnya seenak itu. Memakannya lumayan dengan nasi hangat, rasanya sudah mantap, dan sangat menghemat pengeluaran untuk alokasi makan. Oleh gara-gara itu, seorang dokter memberikan sebuah tips sangat jitu sehingga kita mampu makan gorengan tanpa kudu risau terkena penyakit macam-macam.

Seorang dokter ahli jantung, dr. Vito membagikan sebuah tips melalui video untuk nikmati bakwan goreng dengan saus kacang tanpa kudu risau kolestrol meningkat. Caranya lumayan mudah, mencermati ini baik-baik. Yakni… dengan menghirup dalam-dalam aroma bakwan goreng, lantas minum air putih banyak-banyak.

Iya, sesungguhnya hanya dihirup saja aroma bakwannya. Nggak dimakan.

Sebentar, jangan emosi dulu. Ini ada penjelasan rasionalnya lho.

Lha wong sudah disampaikan di atas terkecuali gorengan itu nggak baik untuk kesehatan, lebih-lebih terkecuali dimakan sangat banyak. Menurut dr. Vito, dengan hanya menghirup aromanya dan memandangi kilatan-kilatan minyaknya saja, kenikmatan makan gorengan sudah mampu didapatkan.

Sedangkan untuk mengganjal perut dan mencegah lapar mampu diatasi dengan banyak-banyak minum Okky Jelly Drink, eh, maksudnya air putih. Alhasil, kenyangnya dapat, sensasi bau pun mampu bikin kita nikmati bakwan goreng tanpa risau kolestrol.

Saya nggak ngawur lho ya. Kedua sensasi tadi didasarkan pada teori berkenaan fisiologi bahwa mekanisme kerja otak manusia sangat amat mungkin untuk diakali seperti itu.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :

PNEUMONIA ALIAS PARU-PARU BASAH

PNEUMONIA ALIAS PARU-PARU BASAH

Pelatih Juventus di konfirmasi terkena penyakit pneumonia. Sebenarnya, ini penyakit yang gimana, sih, kok beliau hingga kudu absen?

Kabar tidak baik mampir dari klub sepak bola Juventus. Pasalnya, sang Pelatih, Maurizio Sarri, disebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Akibatnya, ia kudu absen sebagai pelatih Juventus didalam Liga Italia 2019-2020.

Dikutip dari Okezone.com, penyakit Sarri bisa saja besar terlihat dari kebiasaannya merokok. Disebutkan, ia mengaku sanggup menggunakan 60 batang rokok sehari di usianya yang memasuki tahun ke-60 itu.

Mengingat absen yang kudu Sarri tempuh dan “mengerikannya” narasi “menghirup 60 batang rokok sehari”, sebenarnya apa sih pneumonia itu? Bagaimana pula dampak yang ditimbulkannya?

Menurut Alodokter.com, penyakit pneumonia atau paru-paru basah ini merupakan infeksi yang membangkitkan peradangan pada kantong udara di salah satu ataupun ke-2 paru-paru. Kantong-kantong udara dengan kata lain alveoli ini akan dipenuhi cairan atau nanah supaya penderitanya akan mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau mengigil. Pada praktiknya, ia kerap disangka sebagai penyakit flu yang tak sembuh-sembuh.

Pneumonia sanggup berakibat fatal. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak, terlebih anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia sendiri, tercatat tersedia 500.000 balita menderita pneumonia dan 2.000 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Apa penyebab pneumonia?

Seperti disebutkan oleh Hellosehat.com, penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Artinya, ia amat mudah ditularkan lewat udara—terutama kalau penderitanya sedang bersin atau batuk. Faktor-faktor lain tentu turut memengaruhi, misalnya:

berusia 0-2 tahun ataupun di atas 65 tahun
memiliki riwayat sakit stroke
berdaya tahan tubuh lemah
memiliki kebiasan merokok
memiliki riwayat sakit kronis, juga asma, diabetes, HIV,AIDS
sedang mengikuti penyembuhan kanker

Seperti yang telah disebutkan, pneumonia kerap kali disalahtafsirkan sebagai sakit flu yang tak kunjung sembuh. Pasalnya, gejalanya pun kelihatan mirip, juga batuk berdahak, demam, berkeringat, menggigil, dan nafsu makan menurun. Penderitanya juga disebut akan merasakan detak jantung yang lebih cepat—beberapa lebih-lebih mengalami batuk berdarah.

Apakah penyakit pneumonia ini sanggup diobati cuma bersama obat?

Sebagaimana penyakit lainnya, tentu kami menghendaki ini akan bersama mudah disembuhkan. Pada persoalan Sarri, misalnya, ia pastilah menghendaki sakitnya tak akan menghambat pekerjaannya. Disebutkan, penderitanya kerap diberi obat antibiotik, antibakteri, hingga antivirus. Tapi, benarkah obat akan menjadi solusi mudah dan cepat bagi pneumonia?

Secara umum, keadaan ini sebenarnya akan terbantu untuk disembuhkan bersama konsumsi obat-obatan. Namun, perihal ini efektif berlaku bergantung dari seberapa kronis infeksi paru yang terjadi. Pada beberapa kasus, tak jarang penyakit ini mampir kembali, lebih-lebih sebabkan gangguan pernapasan kronis.

Cara terbaik untuk “mengobati” tentu saja bersama menahan ia mampir sejak awal. Demi sehat yang terbebas dari paru-paru basah, coba berkomitmen untuk hidup sehat dan bersih merasa hari ini. Lakukan vaksinasi, juga pada anak-anak. Diskusikan perihal ini bersama dokter terkait supaya lebih maksimal.

Hindari rokok kala bisa. Ingat, rokok sebenarnya tak baik untuk kesehatan—harus kami akui itu, meski ia adalah pilihan yang paling tepat untuk menemani kontemplasi. Rokok akan sebabkan saluran pernapasan terinfeksi, juga paru-paru, yang sanggup mengarah ke pneumonia.

Baca Juga :

Lingkungan Telecommuting

Lingkungan Telecommuting

Lingkungan Telecommuting
Lingkungan Telecommuting
Ada empat komponen penting dari lingkungan IBM-Indiana telecommuting:
1. perlengkapan kantor,
2. fasilitas komunikasi,
3. pembagian ruang kerja di lokasi IBM; dan
4. perekayasaan ulang proses pekerjaan pendukung.
Karena motivasi awal utama untuk mengaplikasikan telecommuting adalah untuk mengurangi biaya, tim proyek tidak berencana untuk menyediakan lingkungan kantor yang ideal, melainkan untuk menyediakan lingkungan yang memuaskan dengan investasi minimal. Peralatan kantor rumah yang tersedia termasuk sebuah PC IBM dengan satu set standar software, IBM Proprinter dot-matrix printer, meja, kursi, dan lemari arsip dua atau empat-laci.
PC yang disediakan biasanya mesin yang berada di kantor gedung IBM telecommuter itu. Standar perangkat lunak diinstal pada setiap PC sebelum meninggalkan lokasi IBM termasuk kata pro-cessing, perangkat lunak presentasi, perangkat lunak spreadsheet, FaxWorks untuk mengirim dan menerima faks, dan perangkat lunak telekomunikasi standar untuk masuk ke LAN dan fasilitas mainframe IBM Information Sistem.
Dukungan komunikasi yang baik akan menjadi penting bagi kesuksesan telecommuting. Selain fasilitas telepon yang ada, IBM menyediakan dua saluran telepon lebih ke kantor pusat, satu untuk suara dan satu lagi untuk data. IBM juga dilengkapi 14,4 kilobaud faks dan modem data dan 722 telepon AT & T dengan fitur berikut: dua baris (satu pribadi dan satu IBM), speaker phone, konferensi antara baris satu dan dua, kenangan untuk menyimpan nomor dan kode akses, dan tahan dan flash tombol. IBM membayar biaya instalasi dan tagihan bulanan untuk saluran tersebut.
Ada dua jenis ruang kerja bersama di lokasi kantor IBM. Pertama, ada bilik kecil yang dilengkapi dengan telepon dan PC dengan perangkat lunak standar jaringan untuk printer laser dan sistem internal komputer IBM. Salah satu wilayah kerja diberikan untuk setiap empat telecommuters. Beberapa kantor tertutup juga disediakan yang penggunaanya dapat dijadwalkan oleh manajer atau tim untuk konferensi pribadi. Meskipun kantor-kantor ini juga berisi telepon dan PC, ada juga beberapa dari mereka yang memungkinkan menggunakannya sebagai ruang kerja sehingga manajer diharapkan untuk menggunakan bilik kecil untuk semua kegiatan kecuali konferensi pribadi atau pertemuan tim.
IBM-Indiana juga merampingkan kelompok pendukung kantor dan memutuskan untuk menggunakan orang-orang yang disediakan oleh kontraktor luar bukan karyawan IBM untuk menjalankan fungsi ini. Di Indianapolis mereka mendirikan beberapa kelompok pendukung: kelompok pelayanan administrasi yang menangani kartu hadir, rekening pengeluaran, memperbaharui meja publikasi, dan fungsi administrasi lainnya, kelompok kesekretariatan  yang menjadwalkan penggunaan kantor bersama, mengatur pertemuan dan telekonferensi , dan melakukan tugas-tugas kesekretariatan lainnya.
Hampir semua proses pekerjaan pendukung harus dirancang ulang untuk berfungsi dalam lingkungan baru. Misalnya, bagaimana Anda menjadwalkan pertemuan dan telekonferensi ketika tak seorang pun di kantor? Apakah sekretaris memanggil setiap peserta untuk menemukan waktu yang layak, dan kemudian memanggil kembali untuk memberitahu setiap orang yang hadir?  Apakah Anda menggunakan e-mail untuk komunikasi ini? Mereka memutuskan untuk mengandalkan fungsi kalender PROFS1 untuk menjadwalkan pertemuan dan telekonferensi. PROFS1 memungkinkan kesekretariatan untuk menyimpan daftar karyawan dan lama pertemuan, dan pencarian data untuk semua peserta yang bersedia untuk bertemu. Tetapi untuk menjalankan pekerjaan ini, semua orang harus mempertahankan kegiatannya terjadwal di komputer, dan jadwal tersebut harus akurat dan up to date.
Pada awalnya, beberapa orang tidak memperbaharui kalender on line mereka, tetapi pertemuan  kesekretariatan dijadwalkan berdasarkan kalender tersebut, dan mereka yang melewatkan pertemuan penting mereka segera belajar dari kesalahan tersbut. Proses tersebut harus dirancang ulang berkisar dari bagaimana cara mengajukan rekening pengeluaran untuk mendapatkan proposal yang telah disiapkan. Tidak hanya seseorang yang harus memutuskan bagaimana melakukan setiap kegiatan tersebut, tetapi mereka juga harus memberikan pelatihan dan deskripsi tertulis kepada semua  commuters.

Telecommuting at IBM Indiana

Telecommuting at IBM Indiana

Telecommuting at IBM Indiana
Telecommuting at IBM Indiana

Berikut adalah case study untuk mata kuliah Sistem Informasi dengan judul “Telecommuting at IBM Indiana“. Untuk case aslinya (dalam english) bisa di download disini . Meme sudah menterjemahkan kasus dengan bahasa yang simpel dan mohon dimaklumi yah terjemahannya ^^…

TELECOMMUTING AT IBM INDIANA
 
International Business Machines Corp (IBM), pencetus dari revolusi komputer. Pada 1970-an IBM menguasai sekitar 70 persen pasar komputer dan sangat dihormati karena manajemen progresif dan integritas.
Awal 1980-an, IBM terus mengalami pertumbuhan yang spektakuler, tetapi juga menjadi lebih birokratis dan lamban. Segera setelah John Akers mengambil alih kemudi IBM pada tahun 1985, margin laba IBM mulai tergelincir, dan itu menjadi jelas bahwa IBM menghadapi masa depan yang bermasalah. Selama bertahun-tahun Akers merampingkan IBM dari lebih 405.000 karyawan menjadi sekitar 300.000 karyawan di seluruh dunia, berusaha agar IBM fokus terhadap kebutuhan customersnya, reorganisasi perusahaan dilakukan dua kali, memotong sebagian siklus pengembangan produk IBM, dan menggantikan sebagian besar lini produk IBM dengan hardware yang sangat kompetitif. Namun, IBM secara berkelanjutan telah kehilangan pangsa pasar dan profit margin dan mengalami kerugian pada tahun 1991 dan 1992. Selain itu, saham IBM turun dari $ 176 di tahun 1987 menjadi $ 49 pada tahun 1992. Pada awal 1993, Akers mengundurkan diri dari dewan IBM dan memutuskan bahwa out-sider diperlukan untuk mengubah lingkungan sekitar IBM.
Setelah banyak spekulasi tentang kemungkinan kandidiat dan pencarian dipublikasikan secara luas, Louis V. Gerstner terpilih sebagai IBM CEO. Berkonsentrasi pada perampingan dan layanan pelanggan, Gerstner ditargetkan oleh karyawan IBM di seluruh dunia yang mencapai 225.000 pada tahun 1994, dan berkata kepada karyawan IBM : “Saya akan memulai dengan dasar pikiran bahwa pelanggan mencari kita untuk memberikan solusi atas masalah yang mereka hadapi. Jadi kita harus kembali untuk memberikan solusi terbaik bagi para pelanggan kita”.
Proyek Telecommuting
Pada Juni 1992, Michael W. Wiley menjadi general manager operasional IBM di negara bagian Indiana.  Selama tahun 1992, IBM terus berhemat dan Indiana mengurangi karyawan sekitar 30 persen. Pada tahun 1992, IBM mengalami krisis keuangan terburuk dari yang pernah ada dan menghadapi prospek yang sama dari penurunan jumlah karyawan  dalam tahun 1993.
Pada bulan Februari 1993, John F. Frank, operation manager yang baru untuk negara bagian, melakukan kunjungan pertamanya ke gedung baru IBM di Evansville yang merupakan bagian dari tanggung jawabnya. Frank ingat:
“Itu adalah sebuah bangunan baru yang indah yang menghadap ke Sungai Ohio, dan kami baru saja pindah ke gedung tersebut pada bulan Mei, 1991. Meskipun itu bukan milik IBM,  tapi itu telah dibangun untuk IBM dan merupakan salah satu bangunan paling mahal di Evansville”.
“Selasa itu, bangunan indah itu hampir kosong. Saya memandang ke seberang ruangan besar penuh meja dari staf pemasaran, yang semuanya sedang keluar untuk menemui pelanggan, dan saya bisa menembakan senapan ke segala arah tanpa menyakiti siapa pun. Saya ditunjukkan ruang konferensi dan ruang kelas yang indah, yang sebagian besar  kosong. Saya tidak tahu mengapa kita bisa memiliki semua ruangan ini dan sebuah keberuntungan karena kita bisa membiayai bangunan tersebut. Bukan hanya biaya real estate, tetapi juga hunian, biaya teknologi informasi, karyawan, utilitas dan pajak yang membunuh kita. Jadi saya menghabiskan waktu saya di pesawat dalam perjalanan kembali membuat perkiraan kasar darimana kita memperoleh biaya untuk membiayai semua bangunan IBM di negara bagian Indiana”.
“Ketika saya sampai di rumah pukul 9:30 PM, saya menelepon Mike Wiley dan mengatakan kepadanya bahwa saya pikir kita bisa menghemat minimal dua dari tiga juta dolar  di Indiana pada tahun pertama, dan tiga hingga empat juta dolar untuk tahun selajutnya , dengan mengurangi biaya real estate kami. Setelah saya pergi saya membuat perhitungan awal dengan dia, Mike mengatakan, “Mari kita mewujudkannya!”
Ketika Frank menelepon, Wiley sedang mempersiapkan untuk pertemuan di Chicago dengan wakil presiden Midwestern dan manajer umum  Area dan rekannya untuk berbicara tentang berapa banyak pengurangan karyawan yang akan diperlukan untuk memenuhi target profitabilitas di daerah itu. Wiley ingat:
“Dengan strategi kami untuk memberikan solusi dalam memecahkan masalah kepada pelanggan, hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah untuk mengurangi lebih banyak jumlah karyawan. Kami dapat memecahkan masalah dengan sangat terampil, orang yang profesional, dan saya yakin bahwa kita harus memotong hal –hal lain sebelum mengurangi keunggulan kompetitif kami dengan mengurangi orang-orang produktif  kami. Jadi, ketika John menelepon saya dengan idenya menyimpan uang dalam jumlah yang besar dengan mengurangi biaya fasilitas, saya mengatakan kepadanya kami hanya memiliki 3 hari untuk mengumpulkan proposal untuk saya bawa ke pertemuan di Chicago sehingga bisa saya presentasikan sebagai alternatif untuk mengurangi jumlah karyawan”.
Mereka membentuk sebuah tim yang terdiri dari Wiley, Frank, dan manager keuangan dan manager SDM untuk Indiana. Frank ingat: Kami menghabiskan 36 jam merencanakan hal tersebut secara bersama-sama. Ketika saya membuat proposal saya tahu sedikit tentang telekommuting, tapi saya tidak tahu banyak tentang rinciannya. Itu merupakan perjalanan larut malam ke perpustakaan untuk meneliti apa yang perusahaan lain lakukan sehingga kami bisa mempersiapkan rencana awal secara bersama-sama. Rencana ini dibuat untuk mengurangi 65% real estate kami di Indiana dengan memindahkan semua personal klien kami dari lingkungan kantor yang tradisional ke rumah mereka masing-masing.
Pengajuan proposal penggunaan sistem telecommuting untuk pengurangan jumlah karyawan telah diterima oleh manajemen Midwestern Area. Proposal ini tidak akan mempengaruhi orang-orang yang tempat bekerja utamanya berada di kantor. Sebaliknya, hanya orang-orang IBM yang menghabiskan sebagian besar waktu mereka dengan pelanggan dan bekerja di kantor mereka hanya selama 30 persen sampai 40 persen dari waktu bekerja mereka. Orang-orang yang tempat bekerja utamanya berada di kantor akan tetap melanjutkan pekerjaannya di lokasi IBM.

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem
Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem
Kasus yang terjadi pada MSCC adalah kurangnya tenaga ahli yang benar-benar memahami sistem atau minimal concern terhadap sistem dan pengembangan sistem itu sendiri. MSCC hanya memiliki seorang analis sistem yang ditempatkan dalam Departemen/ Bagian Keuangan, dan tidak ada departemen tersendiri yang menangani atau bertanggung jawab terhadap sistem. Hal ini mejadikan sistem/teknologi informasi tidak terlalu mendapat perhatian yang besar, padahal pengaruhnya sangat krusial dalam mendukung pencapaian tujuan organisai. Sebenarnya diperlukan masing-masing ahli sistem disetiap depertemen terutama departemen yang krusial seperti keuangan, operasional dan pemasaran sehingga mereka bisa membantu mendefinisikan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masing-masing departemen sekaligus membantu memberi pelatihan terhadap penggunaan sistem. Selain itu mereka yang ditempatkan dimasing-masing departemen akan membuat tanggapan yang cepat apabila terjadi kerusakan sistem dan mengobservasi perkembangan sistem dengan kebutuhan masing-masing departemen.
Dengan kondisi seperti itu, karyawan yang mengalami kesulitan dalam implementasi sistem semakin dibuat bingung karena mereka tidak tahu harus bertanya kemana dan kepada siapa menyampaikan keluhan mengenai sistem yang mereka gunakan.
Berdasarkan kasus yang dialami MSCC dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga betapa Sistem dan Teknologi Informasi menjadi suatu hal yang mutlak dibutuhkan oleh perusahaan sebagai keunggulan kompetitif untuk menciptakan pertumbuhan perusahaan yang pesat dan mencapai tujuan organisasi yang diinginkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini kemajuan suatu organisasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan sistem informasi dan teknologi dalam menciptakan keunggulan bersaing. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pengguna dari sistem informasi tersebut haruslah mumpuni dalam mengoperasikan sistem. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan sebelum pengguna terjun langsung ke sistem yang baru. Pelatihan ini harus sering dilakukan mengingat seiring perkembangan jaman, kebutuhan akan perangkat lunak akan terus berubah-ubah. Semakin kompleks suatu perusahaan maka semakin kompleks pula sistem yang digunakan. Namun, semakin lama, sistem akan semakin memanjakan penggunanya demi kenyamanan kerja.