GORENGAN TIDAK SELALU BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN

GORENGAN TIDAK SELALU BERBAHAYA UNTUK KESEHATAN

Sebenarnya gorengan mampu dijadikan makanan yang sehat asal kita paham cara yang benar untuk menikmatinya.

Pagi-pagi, di dalam perjalanan menuju tempat kerja sepertinya sedap terkecuali mampir membeli gorengan untuk bekal dicamil-camil hingga jam makan siang. Harganya murah, rasanya enak, dan lumayan mengganjal untuk nggak bikin lapar-lapar banget. Sehingga… mampu fokus di dalam bekerja.

Akan tetapi, krenyesnya gorengan yang enteng menggunggah selera tersebut, tidak sebaik itu untuk dikonsumsi. Pasalnya, tidak seluruh gorengan—apalagi yang dibeli di tepi jalan, dimasak memakai minyak baru. Kebanyakan, untuk mengakibatkan gorengan yang dijual dengan harga murah, mereka memakai minyak yang sudah dipakai berulang kali. Sampai-sampai, warnanya tak lagi kuning emas, tapi sudah berubah jadi cokelat kehitaman.

Hal ini jadi alasan bahwa sangat kerap makan gorengan, mampu berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, tiap tiap type minyak goreng, punyai suhu maksimum yang mampu bikin dia membuahkan asap kala dipanaskan (smoke point). Saat mencapai smoke point inilah, kualitas minyak biasanya mulai rusak dan tidak lagi baik dikonsumsi.

Selain itu, gorengan tentu dapat lebih nikmat terkecuali dilapisi dengan tepung. Padahal, tepung justru punyai pembawaan menyerap minyak. Maka, kala digoreng, ia punyai kebolehan super untuk menyimpan minyak di dalam kuantitas yang semakin banyak.

Masih nggak paham soal bahayanya gorengan? Sebuah penelitian yang dikerjakan oleh Department of Nutrition di Harvard School of Public Health, tunjukkan bahwa makan makanan yang digoreng setidaknya seminggu sekali, mampu menambah risiko terkena diabetes melitus type 2 dan penyakit jantung.

Btw, itu hanya seminggu sekali, loh. Belum yang sehari sebagian kali.

Iya, kita seluruh paham terkecuali gorengan sesungguhnya seenak itu. Memakannya lumayan dengan nasi hangat, rasanya sudah mantap, dan sangat menghemat pengeluaran untuk alokasi makan. Oleh gara-gara itu, seorang dokter memberikan sebuah tips sangat jitu sehingga kita mampu makan gorengan tanpa kudu risau terkena penyakit macam-macam.

Seorang dokter ahli jantung, dr. Vito membagikan sebuah tips melalui video untuk nikmati bakwan goreng dengan saus kacang tanpa kudu risau kolestrol meningkat. Caranya lumayan mudah, mencermati ini baik-baik. Yakni… dengan menghirup dalam-dalam aroma bakwan goreng, lantas minum air putih banyak-banyak.

Iya, sesungguhnya hanya dihirup saja aroma bakwannya. Nggak dimakan.

Sebentar, jangan emosi dulu. Ini ada penjelasan rasionalnya lho.

Lha wong sudah disampaikan di atas terkecuali gorengan itu nggak baik untuk kesehatan, lebih-lebih terkecuali dimakan sangat banyak. Menurut dr. Vito, dengan hanya menghirup aromanya dan memandangi kilatan-kilatan minyaknya saja, kenikmatan makan gorengan sudah mampu didapatkan.

Sedangkan untuk mengganjal perut dan mencegah lapar mampu diatasi dengan banyak-banyak minum Okky Jelly Drink, eh, maksudnya air putih. Alhasil, kenyangnya dapat, sensasi bau pun mampu bikin kita nikmati bakwan goreng tanpa risau kolestrol.

Saya nggak ngawur lho ya. Kedua sensasi tadi didasarkan pada teori berkenaan fisiologi bahwa mekanisme kerja otak manusia sangat amat mungkin untuk diakali seperti itu.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :

PNEUMONIA ALIAS PARU-PARU BASAH

PNEUMONIA ALIAS PARU-PARU BASAH

Pelatih Juventus di konfirmasi terkena penyakit pneumonia. Sebenarnya, ini penyakit yang gimana, sih, kok beliau hingga kudu absen?

Kabar tidak baik mampir dari klub sepak bola Juventus. Pasalnya, sang Pelatih, Maurizio Sarri, disebut mengalami penyakit pneumonia atau paru-paru basah. Akibatnya, ia kudu absen sebagai pelatih Juventus didalam Liga Italia 2019-2020.

Dikutip dari Okezone.com, penyakit Sarri bisa saja besar terlihat dari kebiasaannya merokok. Disebutkan, ia mengaku sanggup menggunakan 60 batang rokok sehari di usianya yang memasuki tahun ke-60 itu.

Mengingat absen yang kudu Sarri tempuh dan “mengerikannya” narasi “menghirup 60 batang rokok sehari”, sebenarnya apa sih pneumonia itu? Bagaimana pula dampak yang ditimbulkannya?

Menurut Alodokter.com, penyakit pneumonia atau paru-paru basah ini merupakan infeksi yang membangkitkan peradangan pada kantong udara di salah satu ataupun ke-2 paru-paru. Kantong-kantong udara dengan kata lain alveoli ini akan dipenuhi cairan atau nanah supaya penderitanya akan mengalami sesak napas, batuk berdahak, demam, atau mengigil. Pada praktiknya, ia kerap disangka sebagai penyakit flu yang tak sembuh-sembuh.

Pneumonia sanggup berakibat fatal. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak, terlebih anak di bawah 5 tahun. Di Indonesia sendiri, tercatat tersedia 500.000 balita menderita pneumonia dan 2.000 jiwa di antaranya meninggal dunia.

Apa penyebab pneumonia?

Seperti disebutkan oleh Hellosehat.com, penyakit yang satu ini disebabkan oleh bakteri, jamur, dan virus. Artinya, ia amat mudah ditularkan lewat udara—terutama kalau penderitanya sedang bersin atau batuk. Faktor-faktor lain tentu turut memengaruhi, misalnya:

berusia 0-2 tahun ataupun di atas 65 tahun
memiliki riwayat sakit stroke
berdaya tahan tubuh lemah
memiliki kebiasan merokok
memiliki riwayat sakit kronis, juga asma, diabetes, HIV,AIDS
sedang mengikuti penyembuhan kanker

Seperti yang telah disebutkan, pneumonia kerap kali disalahtafsirkan sebagai sakit flu yang tak kunjung sembuh. Pasalnya, gejalanya pun kelihatan mirip, juga batuk berdahak, demam, berkeringat, menggigil, dan nafsu makan menurun. Penderitanya juga disebut akan merasakan detak jantung yang lebih cepat—beberapa lebih-lebih mengalami batuk berdarah.

Apakah penyakit pneumonia ini sanggup diobati cuma bersama obat?

Sebagaimana penyakit lainnya, tentu kami menghendaki ini akan bersama mudah disembuhkan. Pada persoalan Sarri, misalnya, ia pastilah menghendaki sakitnya tak akan menghambat pekerjaannya. Disebutkan, penderitanya kerap diberi obat antibiotik, antibakteri, hingga antivirus. Tapi, benarkah obat akan menjadi solusi mudah dan cepat bagi pneumonia?

Secara umum, keadaan ini sebenarnya akan terbantu untuk disembuhkan bersama konsumsi obat-obatan. Namun, perihal ini efektif berlaku bergantung dari seberapa kronis infeksi paru yang terjadi. Pada beberapa kasus, tak jarang penyakit ini mampir kembali, lebih-lebih sebabkan gangguan pernapasan kronis.

Cara terbaik untuk “mengobati” tentu saja bersama menahan ia mampir sejak awal. Demi sehat yang terbebas dari paru-paru basah, coba berkomitmen untuk hidup sehat dan bersih merasa hari ini. Lakukan vaksinasi, juga pada anak-anak. Diskusikan perihal ini bersama dokter terkait supaya lebih maksimal.

Hindari rokok kala bisa. Ingat, rokok sebenarnya tak baik untuk kesehatan—harus kami akui itu, meski ia adalah pilihan yang paling tepat untuk menemani kontemplasi. Rokok akan sebabkan saluran pernapasan terinfeksi, juga paru-paru, yang sanggup mengarah ke pneumonia.

Baca Juga :

Sudut Pandang

Sudut Pandang

Seorang pria sedang terjadi selama pantai Ancol dan tersandung oleh sebuah lentera tua. Ia memungutnya, menggosoknya, dan keluarlah seorang jin. Jin pria yang tidak benar-benar tampan yang manfaatkan baju tradisi jawa ini berkata, “Terima kasih karena Anda sudah melepas aku dari lentera ini, Tuan yang baik, mintalah padaku apa pun yang dapat Anda bayangkan, dan aku bakal mengabulkan keinginan Anda.”

Pria ini berpikir sejenak dan akhirnya berkata, “Selama ini aku selamanya menginginkan terbang ke Bali, tapi aku takut terbang, dan benar-benar mabuk laut jika naik kapal laut. Dapatkah engkau membangun jalur raya dari rumahku di Jakarta ke Bali?” Jin berikut menatap tanpa ekspresi lalu berkata, “Uange piro? Hehe maaf bercanda Tuan. Maksudku Itu mustahil! Pikirkanlah soal logistiknya. Bagaimana tiang penopangnya dapat mencapai basic laut? Pikirkanlah berapa banyak beton dan baja yang bakal diperlukan, dan bayangkanlah kemustahilan teknis di dalam pembuatannya. Ajukanlah keinginan lain.”

Pria berikut berpikir dan akhirnya menjawab, “Istriku menganggapku tidak peka. Tolonglah aku untuk benar-benar mengetahui wanita. Mengapa mereka menangis saat bahagia? Mengapa mereka menangis saat marah? Mengapa situasi hati mereka berubah sekejap tanpa alasan? Tolonglah aku untuk benar-benar mengetahui wanita.”

Jin berikut menatap pria ini bersama dengan tatapan dingin dan berkata, “Anda mau jalur raya ke Bali itu dua atau empat jalur ya?” Ya, tidak gampang sebetulnya untuk dapat mengetahui orang lain. Apakah itu mengetahui istri, mengetahui suami, mengetahui mertua, mengetahui pacar, mengetahui pimpinan, mengetahui staff, mengetahui pelanggan, mengetahui siapa pun di luar diri kita. Karena saat kami menilai mereka, tolok ukurnya adalah diri kami sendiri. Sehingga jika itu yang terjadi, besar kemungkinan kami tidak menemukan kesusuaian pada kenyataan bersama dengan harapan.

Seperti yang terjadi terhadap keluarga Elliot, dikeluarganya hanya ada dua laki-laki, yakni Billy dan ayahnya. Ayah Billy bekerja di tambang batu bara di Irlandia. Rupanya diam-diam Billy memiliki dambaan menjadi seorang penari. Guru tarinya (seorang perempuan) menyaksikan bahwa Billy memiliki bakat. Ia mengatakan terhadap Billy bahwa jika ia bekerja keras, ia pasti dapat menjadi penari terkenal. Tapi ternyata ayah Billy marah besar. Menurutnya, dunia tari adalah dunia perempuan! Ia tidak mengijinkan putranya menjadi anggota dari dunia ini dan lebih baik ia studi tinju! Billy perlu memiliki kemauan baja untuk menunjukan terhadap keluarganya bahwa dunia tari terhitung dapat menjadi dunia laki-laki. Itulah kisah Billy Elliot yang diangkat menjadi sebuah film bersama dengan judul yang serupa bersama dengan namanya, Billy Elliot.
Persolan ketidaksesuaian pemahaman pasti tidak hanya terjadi terhadap Billy dan ayahnya saja.

Hal layaknya ini sering terjadi disekitar kami juga. Seperti seorang pimpinan yang kesusahan mengendalikan timnya hanya karena tidak mengetahui keinginan mereka. Atau pelaksana yang menjadi pimpinanya tidak peka bakal perasaan mereka dan menilai bosnya adalah orang yang otoriter dan semena-mena. Sebetulnya persoalan ini sederhana, jika saja masing-masing pihak mau rendah hati dan menempatkan orang lain lebih istimewa dibandingkan bersama dengan dirinya. Namun ini menjadi tidak simpel karena kami seluruh memiliki ego yang selamanya menuntut untuk diperhatikan daripada memperhatikan, dimengerti daripada memahami. Itu artinya, selama pikiran kami tidak mau berempati bersama dengan menempatkan diri kami di posisi orang lain, selama itu pula target mulia yang menjadi keperluan bersama dengan tidak bakal dulu tercapai.

Artikel Lainnya : contoh motivation letter

Pernahkah Anda menyimak orang yang sedang memancing ikan? Ya, agar mendapat tangkapan ikan mereka manfaatkan umpan yang disuka oleh ikan, bukan menempatkan umpan yang disuka oleh si pemancing. Jadi jika pemancing saja dapat mengetahui keinginan ikan lalu berikan umpan yang sesuai bersama dengan kegemarannya, mestinya bersama dengan sedikit usaha kami terhitung dapat menjadi “pemancing” yang hebat hanya bersama dengan manfaatkan sudut pandang yang tepat.

Baca Juga :

Menjaga Perasaan Teman

Menjaga Perasaan Teman

Seorang presiden Afrika diundang makan malam ke rumah presiden Prancis, Charles de Gaulle. Diakhir jamuan para pelayan membawakan mangkok kecil berisi air hangat untuk tiap tiap tamu. Mangkuk itu adalah mangkok cuci tangan untuk membersihkan tangan mereka. Namun tamu berasal dari Afrika tidak mengetahui hal ini dikarenakan di Afrika tidak ada tradisi layaknya itu. Ia mengira mangkok kecil itu berisi minuman. Maka Ia pun meminum habis mengisi mangkok itu.

Di meja itu lebih dari satu orang tersenyum. Mereka sangat terhibur bersama dengan kesalahan konyol ini. Tapi de Gaulle, bersama dengan suara berwibawa mengangkat mangkuknya dan berkata, “Tuan-tuan mari bersulang!” Kemudian ia meminum air yang ada di mangkok cuci tangannya dan orang-orang yang tadi mengolok-olok langsung mengikutinya. Berkat tindakan de Gaulle, tamu berasal dari Afrika itu tidak “kehilangan muka”. De Gaulle baru saja berikan pelajaran punya nilai berkenaan melindungi perasaan.

Ya, melindungi perasaan adalah sebuah perbuatan mulia yang patut dimiliki oleh siapa pun terutama oleh para pemimpin. Sayangnya tetap banyak kejadian-kejadian yang justru menunjukan hal yang sebaliknya. Demi nampak hebat, tidak sungkan-sungkan sang pemimpin mempermalukan bawahannya di depan umum. Beberapa kala yang lalu saya dulu memandang sebuah perihal menarik di televisi, yakni ketika seorang pemimpin yang sedang pidato beri salam tamunya dikarenakan tertidur kala Ia sedang berbicara. Tentu saja ia nampak hebat dikarenakan tegas dan berwibawa. Tapi saya jamin, bagi orang yang ditegur adalah perihal memalukan yang tak dapat terlupakan sepanjang hidupnya. Kalau saja tujuannya adalah untuk mendisiplinkan bawahannya, bukankah Ia dapat menegurnya langsung tidak dihadapan banyak orang termasuk penonton televisi?

Dalam lingkup dunia kerja, komitmen melindungi perasaan ini perlu sekali untuk dilakukan. Ini semata bukan hanya untuk keperluan subjektif, melainkan termasuk sebagai bentuk penghormatan kami terhadap Tuhan melalui mahkluk ciptaan-Nya. Mereka semua adalah yang paling disayangi Tuhan yang mesti dijaga perasaannya. Mereka dapat berperan sebagai apa saja. Bisa sebagai atasan, bawahan, nasabah, mitra kerja, pelanggan, bahkan pesaing. Pada dasarnya, orang-orang yang datang didalam kehidupan kami adalah “tamu” utusan Tuhan yang mesti di layani bersama dengan baik dan dijaga perasaannya.

Seperti kami ketahui bersama dengan bahwa di kehidupan ini berlaku Hukum Sebab Akibat. Hukum ini perlihatkan bahwa tiap tiap akibat pasti ada sebabnya, dan tiap tiap dikarenakan pasti mempunyai akibat. Segala suatu hal yang merupakan “sebab” sebenarnya adalah “akibat” berasal dari suatu hal yang ada sebelumnya. Dan “akibat” berikut menjadi “sebab” berasal dari suatu hal yang lain. Tidak barangkali memulai alur peristiwa yang “baru”. Semua agama dan filsafat berkata berkenaan Hukum Sebab Akibat bersama dengan bahasa yang berbeda-beda. Pada prinsipnya hukum ini mangungkapkan bahwa, Jika Anda menanam pohon kebaikan, kelak dapat menuai buah kebaikan. Jika Anda menanam pohon keburukan, kelak Anda pun dapat menuai buah keburukan. Itu berarti, jikalau kami melindungi perasaan orang lain, maka perasaan kami pun termasuk dapat dijaga Tuhan.

Artikel Lainnya : biodata blackpink

Pembaca yang baik, Mari kami senantiasa berupaya melindungi perasaan siapa pun, bukan semata dikarenakan mengetahui ada keuntungan berasal dari Hukum Sebab Akibat layaknya yang sepintas kami bahas di atas, melainkan dikarenakan bentuk penghambaan kami terhadap Yang Maha Kuasa dan termasuk sebagai keberpihakkan kami terhadap sisi jiwa kami yang baik, yang diliputi sinar cinta kasih. Rawat dan jagalah perasaan mereka bersama dengan ketulusan tanpa batas.

Baca Juga :

Cinta itu Bukan Mainan

Cinta itu Bukan Mainan

Suatu ketika, aku tengah berjalan-jalan bersama teman-teman di sebuah mall. Yah, hanya hanyalah membiarkan capek saja, tidak berbelanja banyak, hanya hanyalah makan dan cuci mata saja. Di tempat tersebut, aku memandang banyak remaja pria dan wanita, bersama kisaran usia 12 sampai 15 tahun yang duduk-duduk di sekitaran mall tersebut. Darimana aku tahu? Tubuh remaja itu muncul sekali lho, tak sekedar ada yang kecil, termasuk ada yang belum terbentuk sempurna. Yang memicu miris adalah mereka tidak hanya hanyalah duduk saja, tetapi mereka sudah didalam kategori bermesraan. Bahkan mengalahkan orang yang sudah dewasa layaknya kami-kami yang melihatnya.

Memang adalah wajar bagi semua orang jika idamkan menjalin hubungan percintaan. Apalagi jika memasuki era remaja, hormon seksual baik primer maupun sekunder berada didalam level yang tinggi sebab proses pematangan organ seksual. Oleh sebab itulah perasaan cinta menjadi meruak dan menggelegak didalam diri remaja. Saya dan teman-teman pun dulu merasakan perihal tersebut. Hal ini sering disebut sebagai cinta monyet, rasa cinta yang berdasarkan rasa senang saja, bukan disebabkan kasih sayang yang mendalam dan dimatangkan oleh logika yang benar. Pada pas layaknya ini, jatuh cinta rasanya sejuta indahnya. Bahkan mampu sampai tidak mampu tidur.
Namun sayangnya cinta monyet ini hanya berorientasi jangka pendek. Cinta monyet hanyalah cinta untuk bersenang-senang. Jika susah, ya lu tanggung aja sendiri, gw sih ogah! Begitu kata mereka. Cinta yang sebetulnya adalah cinta yang dilandasi kasih sayang yang tulus bersama orientasi membina hubungan jangka panjang bersama terima berlebihan dan kekurangan pasangan dan juga ada kala senang maupun duka. Oleh sebab itu, kita iangatkan kepada adik-adik yang masih remaja, bahwa cinta itu bukan mainan lho. Cinta itu adalah suatu perkara yang unik dan terlalu rapuh. Jika cinta ini dibuat main-main, maka pasti dapat menyebabkan rasa sakit yang konsisten terulang dan terulang sepanjang waktu. Seperti yang kita ingatkan sebelumnya, bahwa cinta itu perihal bersama tanggung jawab.

Jadi, untuk adik-adik yang idamkan menjalin hubungan cinta, coba pikirkan lagi. Apakah adik-adik benar mencintai seseorang untuk obyek jangka panjang membina hubungan bersama sampai akhir hayat atau hanya untuk bersenang-senang saja? Cobalah untuk meminta panduan dan nasehat berasal dari rekan-rekan adik-adik atau berasal dari orang yang mampu adik-adik percayai nasehatnya. Pikirkan era depan, menjalin cinta sebetulnya menarik dan menyenangkan, tetapi apakah siap terima kemungkinan efek yang buruk? Apalagi model pacaran anak muda sekarang terlalu berbahaya dan berbahaya jika dicermati berasal dari kacamata kami. Jangan biarkan era depan adik-adik jadi suram dan terbelokkan oleh kekeliruan yang sebetulnya mampu dihindari. Lebih baik adik-adik sekalian fokus kepada apa yang jadi cita-cita kalian. Nanti, jika kalian sudah meraih cita-cita, cinta itu dapat mampir bersama sendirinya. Dan kali ini adalah cinta sejati, menemani kalian sampai mati.

Baca Juga :

Perlombaan Lari antara Harimau dan Rubah

Perlombaan Lari antara Harimau dan Rubah

Alkisah, di sebuah hutan, hidup seekor harimau. Sayangnya, harimau itu sangat kejam.

Seluruh penghuni hutan membencinya. Mereka takut jika Harimau akan memangsa mereka.

Hutan pun menjadi tak nyaman untuk mereka

Seluruh penghuni hutan pun berkumpul, kecuali Harimau.

Ya! Mereka akan mencari cara untuk mengusir Harimau.

“Jika Harimau tetap tinggal di hutan ini, kita tak bisa hidup tenang. Apakah sudah menjadi nasib kita dan anak-anak kita untuk selalu diburunya?” ucap Rusa.

Ia tampak sangat sedih, karena salah satu anaknya pernah menjadi korban kekejaman Harimau.

“Lalu, bagaimana? Harimau bukan tandingan kita. Ia terlalu kuat untuk kita kalahkan,” sahut Kerbau.

Bahkan, Kerbau yang memiliki tubuh besar pun tak berani melawan Harimau.

Seluruh penghuni hutan menjadi bingung. Tiba-tiba, ada yang berbicara.

“Aku memiliki cara untuk mengusir Harimau dari hutan ini,” celetuk Rubah yang keluar dari semak belukar.

Semua mata penghuni hutan tertuju pada Rubah.

Mereka serempak bertanya,”Bagaimana caranya?”

Rubah hanya tersenyum. Sebenarnya penghuni hutan tidak percaya dengan Rubah, tapi mereka sudah putus asa.

Mereka pun mengikuti Rubah yang berjalan menuju rumah Harimau.

Begitu sampai, Harimau langsung bersiap menerkam Rubah.

Saat Harimau hendak memakan Rubah, Rubah mencegahnya.

“Tunggu dulu! Jika kamu ingin memangsaku, kamu harus mengalahkanku dulu dalam lomba lari,” ucap Rubah.

“Wah, ide yang bagus! Aku memang sudah sangat lapar dan ingin memangsamu,” ujar Harimau dengan menyeringai.

“Baiklah, tunggu apa lagi? Siapa yang lebih dulu sampai ke atas tebing, dialah pemenangnya,” kata Rubah, memberikan aturan perlombaan.

“Jika aku menang, maka kamu yang menjadi mangsaku,” ucap Harimau.

Wajahnya sungguh terlihat menyeramkan.

“Tapi jika kamu kalah, maka kamu harus meninggalkan hutan,” sahut semua penghuni hutan.

Perlombaan pun dimulai. Harimau berlari dengan sangat kencang, membuat Rubah tertinggal sangat jauh.

Olala, Harimau tak tahu bahwa Rubah berpegangan pada ekornya.

Harimau baru menyadarinya saat ia hampir sampai di atas tebing.

Karena menengok ke belakang, Harimau jadi kehilangan keseimbangan tubuhnya.

Saat itulah, Rubah langsung melompat melewati tubuh dan kepala Harimau.

Rubah pun menjadi juara.

Dengan terpaksa, Harimau harus meninggalkan hutan.

Semua penghuni hutan pun bersorak gembira menyambut kepergian Harimau.

Baca Juga :

ABC of motivation

ABC of motivation

ABC of motivation
ABC of motivation

A void negative sources, people, places, things and habits.

B elieve in yourself.

C onsider things from every angle.

D on’t give up and don’t give in.

E njoy life today, yesterday is gone, tomorrow may never come.

F amily and friends are hidden treasures; enjoy their riches.

G ive more than you planned to.

H ang on to your dreams.

I gnore those who try to discourage you.

J ust do it.

K eep trying no matter how hard it seems, it will get easier.

L ove yourself first and most.

M ake it happen.

N ever lie, cheat or steal, always strike a fair deal.

O pen your eyes and see things as they really are.

P ractice makes perfect.

Q uitters never win and winners never quit.

R ead, study and learn about everything important in your life.

S top procrastinating.

T ake control of your own destiny.

U nderstand yourself in order to better understand others.

V isualize it.

W ant it more than anything.

E X cellerate your efforts.

Y ou are unique of all God’s creations, nothing can replace YOU.

Z ero in on your target and go for it!

Baca Juga : 

Hidup itu Pilihan atau Peluang

Hidup itu Pilihan atau Peluang

Hidup itu Pilihan atau Peluang
Hidup itu Pilihan atau Peluang

Kehidupan itu adalah sesuatu yang sangat rumit. Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan pada pilihan yang kadang bagi kita ragu untuk memilihnya. Bahkan dalam keraguanpun seolah kita tetap dipaksa untuk memilih sehingga apa yang kita lakukan seolah seperti air yang mengalir dan itulah yang membuat kita merasa dipilih. Tetapi bagaimanapun hidup itu adalah bukan hanya sekedar pilihan.

Pernahkan kita merasa bahwa kehidupan adalah suatu peluang untuk mengejar apa yang kita inginkan sehingga kita bukan hanya sekedar mengikuti arus tetapi melawan arus?. Disitulah inti dari kehidupan seberapa beranikah kita melawan arus?. Itulah yang menentukan kualitas hidup kita dengan seperti apakah arus yang kita lawan. Bila arus yang kita lawan itu menuju ke arah yang lebih baik maka kita akan menjadi orang yang berhasil, tetapi bila arus yang kita lawan itu adalah menentang aturan maka kita akan menjadi orang yang sia-sia. Begitukah?. Hidup itu tujuan, kearah mana hidup itu menuju kita sendirilah yang menentukan. Tetapi ingatlah pula akan campur tangan Allah SWT. Maka kita akan menyadari bahwa berdoa dan berusaha adalah kombinasi yang tepat untuk suatu proses kehidupan. Hidup itu memang pilihan tetapi pilihan kita akan memenentukan peluang yang akan kita raih nantinya.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Menjadi Wanita Sempurna

Menjadi Wanita Sempurna

Menjadi Wanita Sempurna
Menjadi Wanita Sempurna

Wanita memang diciptakan dengan segala kelembutan yang begitu indah. Wanita juga diciptakan setingkat lebih rendah dibandingkan pria? Benarkah.. Dalam kehidupan dewasa ini banyak kita jumpai wanita-wanita yang lebih suka duduk dibelakang meja daripada harus menjadi ibu rumah tangga. Lihat saja umumnya pada banyak perusahaan, wanita lebih banyak ditemui keberadaannya daripada pria. Tak jarang pula wanitalah yang menduduki top manajemen dalam suatu perusahaan. Begitu pula dengan tingkat pendidikan yang dimilikinya, tak tanggung-tanggung banyak wanita yang memiliki tingkat pendidikan setara S2, hebat ya…

Bagaimana penilaian pria mengenai hal tersebut. Ada sebagian pria yang tidak masalah dengan hal tersebut. Bahkan ada yang menyarankan istrinya untuk tetap bekerja walaupun pendapatan suami telah mencukupi kebutuhan rumah tangganya. Alasannya agar si istri tetap bisa berkembang, baik cara pemikiranya maupun tingkat pengetahuannya. Tapi ada sebagian pria yang lebih suka mempunyai istri yang cukup tinggal dirumah untuk mengurusi rumah tangga serta anak-anak mereka. Dengan alasan agar si istri akan lebih fokus pada keluarga dan anak-anak mereka. Begitu pula dengan tingkat pendidikan ada suami yang merasa nyaman saja bila memiliki istri yang lebih tinggi pendidikannya.
Tetapi sebagian juga merasa tidak nyaman.

Menjadi wanita perkasa itulah solusi tercerdas dari semua ini. Wanita yang sibuk dikantor tetapi masih bisa menjadi ibu serta istri yang baik. Wanita yang bisa membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Bagaimanapun bukan kuantitas yang kita butuhkan tapi kualitas itu sendiri. Kualitas pertemuanlah yang harus titikberatkan dengan selalu menyediakan waktu beserta keluarga. Sekecil apapun waktu yang dipunyai gunakan secara maksimal untuk keluarga. So, apa salahnya menjadi wanita karier yang bisa menjadi ibu serta istri yang baik?

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

Fase Yang Pasti Dialami Pada Masa Terpuruk Sebelum AKhirnya Bangkit dari Masa Sulit

Fase Yang Pasti Dialami Pada Masa Terpuruk Sebelum AKhirnya Bangkit dari Masa Sulit

Kalian yang saat ini sedang terpuruk, ingatlah bahwa menerima kondisi diri sendiri adalah wajib hukumnya. Permasalahan yang dihadapi memang dirasa berat, wajar sebab itu tantangan untuk dihadapi. Namun, sampai kapan kalian mau terpuruk?

Waktu dan tenaga yang terkuras akan menjadi sia-sia saja jika kalian tidak mau berubah. Aku menyadari bahwa ketika berbicara dan menuliskan itu memang mudah dibandingkan untuk dijalani. Bukankah tipikal kita yang senang berbicara namun kurang tindakan? Lantas bagaimanakah proses yang harus dijalani?

Perihal memperbaiki kondisi diri ketika menghadapi keadaan yang buruk sekalipun, kalian butuh proses. Namanya proses tentu kadang bisa membaik namun bisa kembali terpuruk. Nikmatilah dan belajar untuk mengontrol diri. Proses juga membutuhkan waktu yang terbilang tidak singkat. Tapi tidak ada salahnya untuk di coba kan?

1. Penolakan mengenai kondisi terpuruk akan dirasakan saat pertama kali

Biasanya ketika mengalami kondisi tidak enak, seperti putus cinta atau di selingkuhi, maka kita akan menolak kenyataan tersebut. Umumnya kita akan merasa bahwa semua informasi ataupun apa yang kita lihat langsung adalah salah.

Selain itu, diri kita merasa bahwa ini cuma mimpi dan semua itu hanya bohongan saja. Memang situasi itu buruk, serasa kejatuhan batu besar di kepala. Tapi tetap harus di sadari bahwa begitulah keadaan yang harus dialami.

2. Kemarahan mulai muncul dan tidak bisa dihindarkan

Selanjutnya kita akan merasa marah atas kondisi yang sedang dialami. Tidak adanya persiapan untuk merasakan hal tersebut membiat kita menjadi uring-uringan.

Lantas marah menjadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan. Marah terhadap keadaan, orang-orang di sekitar, bahkan bisa menyalahkan Tuhan atas kondisi ini. Pernah mendengar kalimat “Mengapa aku yang mengalami ini?” atau bahkan kalian pernah menyebutkannya?

3. Perlahan mulai sadar dan mencoba mencari cara untuk memperbaikinya

Setelah merasa lega ataupun lelah akibat marah, maka berikutnya mencoba untuk memikirkan bagaimana menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Mulai dari berdoa, bertanya ke orang lain, mencari informasi dari orang ahlinya, dan sebagainya. Semua dilakukan semata-mata untuk bisa menyelesaikan kondisi yang ada. Sebab adanya keinginan untuk bisa kembali ke kondisi semula.

4. Mengalami rasa lelah berkepanjangan bahkan merasa depresi
Ketika sudah mencoba berbagai cara namun belum berhasil, otomatis rasa depresi yang muncul. Kembali ingin menangis dan marah karena semua tidak bisa diselesaikan. Merasa diri tidak mampu dan menekan diri dengan terus menerus. Muncul perilaku menyalahkan diri sendiri yang sebetulnya tidak perlu dilakukan. Sebab kita perlu sadar bahwa jika bukan kita yang menyelesaikan, lalu siapa lagi?

5. Setelah lelah merasakan semuanya, perlahan mulai menerima kondisi yang ada

Sudah lelah namun merasa ini belum selesai. Maka muncul perasaan bahwa ini semua memang perlu diterima dan dijalani. Percuma untuk disembunyikan dan dianggap tidak ada, karena kenyataannya memang perlu dijalankan. Maka merasa menerima diri sendiri dan kondisi yang ada menjadi hal yang indah. Semata-mata untuk menyelesaikan fase-fase negatif yang menyalahkan diri sendiri.

Semua dilakukan memang tidak mudah dan bisa terus berputar. Layaknya lingkaran yang tidak terputus, maka kalian bisa berputar-putar dalam tahapan yang ada. Bahkan bisa saja maju mundur tanpa pernah usai.

Maksudnya jika sudah bisa melalui tahapan ketiga, eh kalian merasa kembali marah dan mundur lagi ke masa-masa sebelumnya. Itu wajar terjadi, namun tidak bisa dibiarkan terus menerus. Mulai sekarang berhenti sejenak dan memikirkan apa yang perlu dilakukan agar kalian bisa menerima semuanya dengan ikhlas.

Baca Juga :