Perolehan hak cipta

Perolehan hak cipta

Perolehan hak cipta
Perolehan hak cipta

Setiap negara menerapkan persyaratan yang berbeda untuk menentukan bagaimana dan bilamana suatu karya berhak mendapatkan hak cipta; di Inggris misalnya, suatu ciptaan harus mengandung faktor “keahlian, keaslian, dan usaha”. Pada sistem yang juga berlaku berdasarkan Konvensi Bern, suatu hak cipta atas suatu ciptaan diperoleh tanpa perlu melalui pendaftaran resmi terlebih dahulu; bila gagasan ciptaan sudah terwujud dalam bentuk tertentu, misalnya pada medium tertentu (seperti lukisan, partitur lagu, foto, pita video, atau surat), pemegang hak cipta sudah berhak atas hak cipta tersebut. Namun demikian, walaupun suatu ciptaan tidak perlu didaftarkan dulu untuk melaksanakan hak cipta, pendaftaran ciptaan (sesuai dengan yang dimungkinkan oleh hukum yang berlaku pada yurisdiksi bersangkutan) memiliki keuntungan, yaitu sebagai bukti hak cipta yang sah.
Pemegang hak cipta bisa jadi adalah orang yang memperkerjakan pencipta dan bukan pencipta itu sendiri bila ciptaan tersebut dibuat dalam kaitannya dengan hubungan dinas. Prinsip ini umum berlaku; misalnya dalam hukum Inggris (Copyright Designs and Patents Act 1988) dan Indonesia (UU 19/2002 pasal 8). Dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia, terdapat perbedaan penerapan prinsip tersebut antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

Baca Juga : 

Hak ekonomi dan hak moral

Hak ekonomi dan hak moral

Hak ekonomi dan hak moral
Hak ekonomi dan hak moral

Banyak negara mengakui adanya hak moral yang dimiliki pencipta suatu ciptaan, sesuai penggunaan Persetujuan TRIPs WTO (yang secara inter alia juga mensyaratkan penerapan bagian-bagian relevan Konvensi Bern). Secara umum, hak moral mencakup hak agar ciptaan tidak diubah atau dirusak tanpa persetujuan, dan hak untuk diakui sebagai pencipta ciptaan tersebut.
Hak cipta di Indonesia juga mengenal konsep “hak ekonomi” dan “hak moral”. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan, sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan[2]. Contoh pelaksanaan hak moral adalah pencantuman nama pencipta pada ciptaan, walaupun misalnya hak cipta atas ciptaan tersebut sudah dijual untuk dimanfaatkan pihak lain. Hak moral diatur dalam pasal 24–26 Undang-undang Hak Cipta.

Sumber : https://profilesinterror.com/

Hak eksklusif adalah

Hak eksklusif adalah

Hak eksklusif adalah
Hak eksklusif adalah

Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:
membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk, pada umumnya, salinan elektronik),
mengimpor dan mengekspor ciptaan,
menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan),
menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum,
menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain.
Yang dimaksud dengan “hak eksklusif” dalam hal ini adalah bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut, sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta.
Konsep tersebut juga berlaku di Indonesia. Di Indonesia, hak eksklusif pemegang hak cipta termasuk “kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun”[2].
Selain itu, dalam hukum yang berlaku di Indonesia diatur pula “hak terkait”, yang berkaitan dengan hak cipta dan juga merupakan hak eksklusif, yang dimiliki oleh pelaku karya seni (yaitu pemusik, aktor, penari, dan sebagainya), produser rekaman suara, dan lembaga penyiaran untuk mengatur pemanfaatan hasil dokumentasi kegiatan seni yang dilakukan, direkam, atau disiarkan oleh mereka masing-masing (UU 19/2002 pasal 1 butir 9–12 dan bab VII). Sebagai contoh, seorang penyanyi berhak melarang pihak lain memperbanyak rekaman suara nyanyiannya.
Hak-hak eksklusif yang tercakup dalam hak cipta tersebut dapat dialihkan, misalnya dengan pewarisan atau perjanjian tertulis (UU 19/2002 pasal 3 dan 4). Pemilik hak cipta dapat pula mengizinkan pihak lain melakukan hak eksklusifnya tersebut dengan lisensi, dengan persyaratan tertentu (UU 19/2002 bab V).

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Adik Adikku

Adik Adikku

Adik Adikku
Adik Adikku

Kuhaturkan permohonan maaf ini kepada kalian
Sebab sang Khalik tak lagi menyudahi merangkai jarak

Ingin kubuat mentari seperti dicipta sang khalik
Supaya kalian dan aku pergi dan tinggal ditempat impian yang sudah aku buat

Kan kutiup sepoi-sepoi semilir udara yang berlalu
Kan buat rembulan duduk ditepi meja tuk menerangi kalian dan mengajak kalian curhat
Agar ia tak bengong bergelantungan digelapnya malam sendirian

Kan kuusap hujan yang tercurah ke tanah
Kan kutebas gelapnya mendung bersama malam dan bayang-bayangnya
Ku mau kalian menari dan bersenandung riang dan bangun dari lelapnya mimpi

Kan kubuat alam karyaku ini datar, bukan bulat
Agar samudra yang ada takkan pernah sedalam rasa takut yang kalian miliki

Baca Juga : 

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.

Sumber : http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/tap-tap-evil-mastermind-apk/

Interface dan Fitur-fitur Telematika

Interface dan Fitur-fitur Telematika

Interface dan Fitur-fitur Telematika
Interface dan Fitur-fitur Telematika

Awalnya memang sedikit bingung, karena dari semua literatur yang didapat dari ‘Mbah Google’ gak ada 1 pun yang bisa menjelaskan tentang poin-poin yang ada pada silabus pengantar telematika. Maka akhirnya saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang layanan pada telematika. Pada dasarnya telematika, terdapat beberapa layanan. Antara lain:
1.Layanan Informasi
Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antar manusia.Inimerupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur. Huh, tinggi sekali bahasanya tapi masih pada ngerti kan? Layanan informasi mencakup empat hal pola laulintas informasi, antar lain alokasi, pembicaraan, konsultasi dan registrasi.
2.Layanan Keamanan
Merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enskripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan auditin.
3.Layanan Context Aware & Event Base
Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.
Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.
2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :
badge location event-type action
event­-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au
artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.

Baca Juga :

(Penting!)Sedikit Tentang UPS

(Penting!)Sedikit Tentang UPS

Kekurangan Virtual Machine (VM)
Kekurangan Virtual Machine (VM)

UPS (Uninterruptible Power Supply) atau yang sering disebut juga CPS (Continuous Power Supply) adalah sebuah alat yang menjaga asupan daya listrik kepada alat-alat yang terhubung dengannya, ketika aliran listrik normal mengalami gangguan. UPS berbeda dengan Power Supply atau generator yang tidak menyediakan perlindungan pada saat terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. UPS memiliki 3 (tiga) tipe, antara lain:

  • Offline

UPS berjenis ini akan tetap dalam kondisi siaga selama tidak terjadi gangguan listrik normal. Pada saat terputusnya aliran listrik normal atau terjadi penaikan atau penurunan tegangan di atas batas toleransi, UPS ini akan mengambil alih asupan aliran listrik ke perangkat elektronik yang terhubung dengannya. Rata-rata UPS offline mengambil alih aliran listrik apabila terjadi gangguan aliran listrik selama 4 milidetik atau sekitar 0,004 detik sehingga perangkat elektronik belum sempat mengalami gagal daya & mati.

  • Line Interactive

UPS berjenis ini memiliki cara kerja yang tidak jauh berbeda dengan UPS berjenis offline.

  • Online

UPS online menghantarkan daya terus menerus dari baterainya ke perangkat elektronik yang tersambung dengannya, meski aliran listrik normal dan tidak terputus atau mengalami gangguan tegangan. Sementara baterai yang terdapat dalam UPS ini terus menerus diisi (charge) oleh aliran listrik normal. Bila terjadi gangguan aliran listrik normal atau pemadaman, UPS berjenis ini baru akan mengambil alih asupan aliran listrik ke perangkat elektronik.

Mati lampu yang sering kita alami hanya satu dari sembilan jenis gangguan aliran listrik yang dapat merusak alat elektronik kita. Kesembilan jenis gangguan itu antara lain:

  • Power Failure

Adalah terputusnya aliran listrik secara total. Power failure terjadi karena adanya pemadaman aliran listrik dari pusat (PLN) ke rumah-rumah atau dari pusat ke MCB (Miniature Circuit Breaker) yang terpasang pada rumah-rumah.

  • Voltage Sag

Adalah anjloknya tegangan listrik di bawah rata-rata dalam waktu singkat. Gejala yang ditimbulkan antara lain meredupnya lampu pijar, berkedipnya lampu neon sampai bergetarnya gambar di monitor.

  • Voltage Spike

Adalah melonjaknya tegangan dalam waktu singkat. Gejala yang ditimbulkan antara lain, lampu pijar yang tiba-tiba menjadi sangat terang sampai monitor yang menjadi sangat terang sinarnya dalam waktu singkat. Gangguan ini dapa mengakibatkan kerusakan sementara atau permanen pada alat elektronik.

  • Under Voltage

Adalah menurunnya tegangan dalam waktu yang lama. Gejala yang ditimbulkan antara lain meredupnya lampu pijar, kecepatan kipas yang melambat hingga lampu neon yang tidak dapat menyala. Gangguan ini dapat menyebabkan pemanasan berlebihan (overheating) pada alat elektronik yang memiliki motor.

  • Over Voltage

Adalah naiknya tegangan dalam waktu yang lama. Gangguan ini dapat menyebabkan putusnya filament pada bola lampu dan kerusakan permanen pada alat elektronik.

  • Line Noise

Adalah timbulnya distorsi pada gelombang listrik yang bertindihan. Gangguang ini menyebabkan interferensi elektromagnetik pada perangkat elektronik, misalnya getaran pada layar monitor dan bunyi desis pada speaker.

  • Frequency Variation

Atau penyimpangan frekuensi listrik dari standar (50 atau 60 Hz). Gangguan ini dapat menyebabkan motor berputar lebih cepat atau lebih lambat.

  • Switching Transient

Adalah turunnya tegangan dalam waktu yang relative singkat, antara beberapa milidetik sampai detik. Gangguan ini dapat mengakibatkan memory lost, data lost bahkan hang.

  • Harmonic Distortion

Merupakan bertumpuknya beberapa frekuensi listrik pada gelombang listrik. Gangguan ini menyebabkan panas yang berlebih pada kabel dan sekring.

Kemudian bagaimana cara memilih UPS yang baik? UPS sendiri dikategorikan menurut tingkatan gangguan listrik yang dapat diatasi. Pada umumnya produsen UPS menyertakan level gangguan aliran listrik yang dapat diatasi oleh UPS buatannya. Misalnya tertulis level 4, maka UPS tersebut hanya dapat mengatasi gangguan listrik hingga tingkat 4 (tingkat 1, 2, 3 dan 4). Kesimpulannya UPS yang baik ialah UPS yang dapat mengatasi gangguan listrik hingga level 9.

Sumber : https://youtubers.id/homicide-squad-apk/

Kekurangan Virtual Machine (VM)

Kekurangan Virtual Machine (VM)

Kekurangan Virtual Machine (VM)
Kekurangan Virtual Machine (VM)

Beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:

• Sistem penyimpanan.

Sebagai contoh kesulitan dalam sistem penyimpanan adalah sebagai berikut: Andaikan kita mempunyai suatu mesin yang memiliki 3 disk drive namun ingin mendukung 7 VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansial untuk menyediakan memori virtual dan spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan perangkat keras yang mendasari.

• Pengimplementasian sulit.

Meski konsep VM cukup baik, namun VM sulit diimplementasikan.

Sumber : https://superforex.co.id/ticket-to-ride-apk/

Lingkungan Telecommuting

Lingkungan Telecommuting

Lingkungan Telecommuting
Lingkungan Telecommuting
Ada empat komponen penting dari lingkungan IBM-Indiana telecommuting:
1. perlengkapan kantor,
2. fasilitas komunikasi,
3. pembagian ruang kerja di lokasi IBM; dan
4. perekayasaan ulang proses pekerjaan pendukung.
Karena motivasi awal utama untuk mengaplikasikan telecommuting adalah untuk mengurangi biaya, tim proyek tidak berencana untuk menyediakan lingkungan kantor yang ideal, melainkan untuk menyediakan lingkungan yang memuaskan dengan investasi minimal. Peralatan kantor rumah yang tersedia termasuk sebuah PC IBM dengan satu set standar software, IBM Proprinter dot-matrix printer, meja, kursi, dan lemari arsip dua atau empat-laci.
PC yang disediakan biasanya mesin yang berada di kantor gedung IBM telecommuter itu. Standar perangkat lunak diinstal pada setiap PC sebelum meninggalkan lokasi IBM termasuk kata pro-cessing, perangkat lunak presentasi, perangkat lunak spreadsheet, FaxWorks untuk mengirim dan menerima faks, dan perangkat lunak telekomunikasi standar untuk masuk ke LAN dan fasilitas mainframe IBM Information Sistem.
Dukungan komunikasi yang baik akan menjadi penting bagi kesuksesan telecommuting. Selain fasilitas telepon yang ada, IBM menyediakan dua saluran telepon lebih ke kantor pusat, satu untuk suara dan satu lagi untuk data. IBM juga dilengkapi 14,4 kilobaud faks dan modem data dan 722 telepon AT & T dengan fitur berikut: dua baris (satu pribadi dan satu IBM), speaker phone, konferensi antara baris satu dan dua, kenangan untuk menyimpan nomor dan kode akses, dan tahan dan flash tombol. IBM membayar biaya instalasi dan tagihan bulanan untuk saluran tersebut.
Ada dua jenis ruang kerja bersama di lokasi kantor IBM. Pertama, ada bilik kecil yang dilengkapi dengan telepon dan PC dengan perangkat lunak standar jaringan untuk printer laser dan sistem internal komputer IBM. Salah satu wilayah kerja diberikan untuk setiap empat telecommuters. Beberapa kantor tertutup juga disediakan yang penggunaanya dapat dijadwalkan oleh manajer atau tim untuk konferensi pribadi. Meskipun kantor-kantor ini juga berisi telepon dan PC, ada juga beberapa dari mereka yang memungkinkan menggunakannya sebagai ruang kerja sehingga manajer diharapkan untuk menggunakan bilik kecil untuk semua kegiatan kecuali konferensi pribadi atau pertemuan tim.
IBM-Indiana juga merampingkan kelompok pendukung kantor dan memutuskan untuk menggunakan orang-orang yang disediakan oleh kontraktor luar bukan karyawan IBM untuk menjalankan fungsi ini. Di Indianapolis mereka mendirikan beberapa kelompok pendukung: kelompok pelayanan administrasi yang menangani kartu hadir, rekening pengeluaran, memperbaharui meja publikasi, dan fungsi administrasi lainnya, kelompok kesekretariatan  yang menjadwalkan penggunaan kantor bersama, mengatur pertemuan dan telekonferensi , dan melakukan tugas-tugas kesekretariatan lainnya.
Hampir semua proses pekerjaan pendukung harus dirancang ulang untuk berfungsi dalam lingkungan baru. Misalnya, bagaimana Anda menjadwalkan pertemuan dan telekonferensi ketika tak seorang pun di kantor? Apakah sekretaris memanggil setiap peserta untuk menemukan waktu yang layak, dan kemudian memanggil kembali untuk memberitahu setiap orang yang hadir?  Apakah Anda menggunakan e-mail untuk komunikasi ini? Mereka memutuskan untuk mengandalkan fungsi kalender PROFS1 untuk menjadwalkan pertemuan dan telekonferensi. PROFS1 memungkinkan kesekretariatan untuk menyimpan daftar karyawan dan lama pertemuan, dan pencarian data untuk semua peserta yang bersedia untuk bertemu. Tetapi untuk menjalankan pekerjaan ini, semua orang harus mempertahankan kegiatannya terjadwal di komputer, dan jadwal tersebut harus akurat dan up to date.
Pada awalnya, beberapa orang tidak memperbaharui kalender on line mereka, tetapi pertemuan  kesekretariatan dijadwalkan berdasarkan kalender tersebut, dan mereka yang melewatkan pertemuan penting mereka segera belajar dari kesalahan tersbut. Proses tersebut harus dirancang ulang berkisar dari bagaimana cara mengajukan rekening pengeluaran untuk mendapatkan proposal yang telah disiapkan. Tidak hanya seseorang yang harus memutuskan bagaimana melakukan setiap kegiatan tersebut, tetapi mereka juga harus memberikan pelatihan dan deskripsi tertulis kepada semua  commuters.