Ketosis

Ketosis

Ketosis
Ketosis

Ketosis adalah kelainan fisiologis yang biasanya terjadi pada sapi perah beberapa minggu post partum. Tanda-tanda ketosis antara lain anorexia, atony rumen, konstipasi, turunnya produksi susu dan penurunan berat badan.

Kelainan ini dapat terjadi dalam bentuk primer ataupun sekunder. Ketosis primer adalah kelinan metabolik yang terjadi apabila tidak disertai kondisi patologis lainnya, sedangkan ketosis sekunder adalah dampak dari kelainan patologis lainnya seperti milk fever, mastitis, metritis atau retensio sekundinarum. Mekanisme yang menyebabkan ketosis belum diketahui dengan pasti.

Salah satu penyebab utamanya adalah kebutuhan glukosa yang meningkat untuk sintesa susu pada awal masa laktasi karena sapi akan memanfaatkan cadangan lemak tubuh sebagai sumber energi. Namun oksidasi asam lemak yang tidak sempurna terjadi dan terbentuk badan-badan keton, level gula darah turun, keton dalam darah meningkat dan terjadi infiltrasi lemak dalam jaringan hati.

Faktor penyebab kunci terjadinya ketosis yaitu tidak cukupnya pasokan energi dan protein setelah sapi beranak. Pengobatan yang sering dilakukan pada sapi yang menderita ketosis adalah infus glukosa intravena. Dalam beberapa kejadian injeksi glukokortikoid juga sering dilakukan.

Tindakan terbaik yang dapat dilakukan adalah pemberian pakan yang sangat palatable yang akan menstimulasi pasokan bahan kering dan energi. Ketosis dapat dicegah dengan pemberian ransum seimbang pada masa awal laktasi dan memaksimalkan pasokan bahan kering pada ransumnya. Hendaknya sapi diberikan hijauan dengan kualitas yang baik terutama pada awal masa laktasi. Perhatian khusus sangat diperlukan pada masa kering kandang, sapi tidak boleh terlalu gemuk. Pemberian niacin pada ransum 2 minggu sebelum melahirkan sampai dengan 10 hari setelah melahirkan dapat membantu mencegah terjadinya ketosis.

Baca Juga :

Periode Kritis Pemeliharaan Ayam

Periode Kritis Pemeliharaan Ayam

Periode Kritis Pemeliharaan Ayam
Periode Kritis Pemeliharaan Ayam

Dua minggu pertama pada kehidupan anak ayam merupakan periode kritis pada pemeliharaan ayam, kesalahan yang dibuat selama fase awal ini tidak dapat dikoreksi dikemudian hari. Karena itu penting sekali untuk mengetahui pemeliharaan yang baik sesuai kebutuhan ayam.

Pada awal kehidupan anak ayam akan diikuti dengan kemampuannya memproduksi Maternal Antibodi yang merupakan perolehan anak ayam dari induknya yang telah mendapatkan vaksinasi. Antibodi tersebut akan mengalir melalui aliran darah induk ke dalam kantung kuning telur dan secara otomatis akan masuk ke dalam tubuh anak ayam saat kuning telur tersebut diabsorbsi. Apabila anak ayam ditangani secara baik, maka isi kuning telur akan diserap habis selama 6 hari pertama. Antibodi tersebut akan membantu melindungi anak ayam dari penyakit sampai akhirnya nanti ia mampu memproduksi sendiri kekebalan tubuhnya.

Salah satu faktor yang dapat menghalangi anak ayam dalam memperoleh antibodi adalah stress. Stress menyebabkan pembuluh darah yang terdapat disekitar kantung kuning telur menyempit sehingga menghalangi kemampuan penyerapan antibodi dan juga nutrisi. Apabila kuning telur tidak terabsorbsi dengan baik maka dapat dikatakan anak ayam tersebut tidak dapat mencapai potensi tumbuhnya secara optimal, sehingga dapat disimpulkan bahwa stress merupakan masalah utama bagi peternak.

Mekanisme stress menyebabkan kelenjar adrenal dari anak ayam memproduksi hormon steroid secara berlebihan, sehingga menyebabkan “immunosuppressi” (sistem kekebalan ayam yang terdepresi).

Adapun penyebab stress antara lain:
– temperatur yang terlalu panas atau dingin
– litter yang basah menyebabkan tingginya kadar amonia
– pemberian pakan dan minum yang tidak tepat
– adanya infeksi kuman / organisme penyakit
– pelaksanaan vaksinasi yang kurang tepat
– dan lain-lain

a. Temperatur
Anak ayam tidak bisa mengatur temperatur tubuhnya sendiri sampai mereka berumur 1 minggu, sehingga harus ada sumber panas yang dapat memproduksi panas yang cukup untuk menaikkan temperatur tubuh dari 104°F – 106°F atau 40°C – 41°C (temperatur normal bagi ayam umur 7 – 8 hari). Setelah berumur 7 hari, bagian otak anak ayam yang mengatur temperatur tubuhnya sudah matang, sehingga pada kondisi normal cukup dijaga temperatur lingkungan kandang sekitar 80°F (27°C).

Salah satu yang paling penting adalah meyakinkan bahwa kandang dalam keadaan cukup hangat (lihat pada tabel berikut)

 

b. Litter
Litter dapat menjaga temperatur dalam kandang tetap stabil, selain fungsi utamanya untuk menjaga kelembaban dalam kandang tidak meningkat melalui fungsinya dalam menyerap kotoran yang basah. Banyak sekali tipe litter, tetapi yang terpenting adalah fungsinya. Gunakan litter yang bebas dari bahan kimiawi seperti insektisida, herbisida, bahan pengawet, dan lain-lain. Lakukan sanitasi litter sebelum masuk ke kandang. Selama 3 minggu pertama ayam menggunakan litter yang tidak boleh lembab / basah, setelah masa itu barulah kelembaban 25% bisa diterima. Jika kelembaban mulai meningkat segera lakukan pengeringan litter, bisa dengan meningkatkan ventilasi dalam kandang atau dengan menambahkan litter baru yang harus dilakukan dengan hati-hati.

c. Pemberian pakan dan air minum
Pemberian pakan dan air minum merupakan faktor lain yang dapat mengontrol stress. Pemberian pakan memerlukan penempatan yang sesuai dengan zone yang nyaman pada satu brooder. Satu tempat pakan perlu diletakkan di tempat dimana anak ayam tidak perlu meninggalkan panas untuk mencapainya. Selain tempat pakan permanen ada tempat pakan tambahan yang selalu terisi pakan. Perhatikan kerataan dan kemudahan anak ayam mencapai tempat pakan.

Penyediaan air yang cukup dapat memainkan peranan dalam menurunkan stress. Berikanlah air yang berasal dari sumber yang bersih. Jika hal itu tidak memungkinkan lakukan air yang sudah tersanitasi dengan baik. Pada saat ayam baru datang berikanlah air minum terlebih dulu barulah pakan Bisa juga dilakukan penambahan air gula (dosis yang direkomendasikan adalah 5 – 8% larutan gula, tergantung kondisi ayam). Perhatian ekstra harus diberikan untuk memastikan bahwa anak ayam tidak kelaparan atau kehausan, terutama selama dua minggu pertama kehidupan.

Sumber : https://balikpapanstore.id/

Pencegah Diare Pada Pedet

Pencegah Diare Pada Pedet

Pencegah Diare Pada Pedet
Pencegah Diare Pada Pedet

Bulan Desember barangkali adalah salah satu bulan yang cukup mengerikan bagi peternak sapi dan Dokter Hewan. Bukan karena banyak tanah longsor dan banjir dimana-mana, tapi karena banyak masalah kesehatan sapi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Kali ini kita akan membahas permasalahan yang rawan menyerang pedet karena makhluk kecil ini sangat sensitif dan rawan mengalami kematian pada setiap kasusnya.

Asam askorbat juga bisa didapat dalam Vitamin C.
Salah satu masalah utama pada pedet yang cukup meresahkan adalah adalah diare yang dapat berakibat kematian jika terjadi dalam beberapa hari. Kematian in disebabkan karena dehidrasi yang terjadi terus menerus. Jika pedet kehilangan cairan tubuhnya lebih dari 15%, maka kematian akan terjadi karena pedet mengalami stress yang luar biasa.

Banyak cara sudah disarankan untuk mencegahnya dengan manajemen kandang pedet yang baik, kering, terang, terhindar dari infeksi sekunder, penyemprotan pusar post calving menggunakan antiseptik setiap hari dan sebagainya.

Berikut beberapa sistem manajemen pemeliharaan pedet baru lahir untuk mencegah diare dan penanganan pedet diare yang sudah umum direkomendasikan :

1. Memberi kolostrum secepat mungkin (paling lambat 5 jam setelah lahir) sebanyak
1-2 liter dan ditingkatkan 1 liter setiap harinya
2. Melakukan penyemprotan tali pusar dengan menggunakan antiseptik dan dilakukan 2 kali setiap hari pada hari berikutnya hingga tali pusat kering atau putus
3. Jika tersedia, digunakan juga penjepit tali pusar (umbilical cord clamp) hingga tali pusat lepas dengan sendirinya.
4. Pedet dipelihara secara individual hingga minimal 2 minggu pertama untuk mengamati pola konsumsi, kondisi umum, kondisi kotoran dan sebagainya
5. Setelah 1 minggu, pedet mulai dilatih makan rumput yang dikeringkan (hay, sebagai free choice) untuk merangsang pertumbuhan rumen dan keberadaan makroflora pada rumen
6. Air minum tersedia secara adlibitum
7. Pemberian oralit dan obat antidiare (penulis menemukan obat antispasmodik yang biasa digunakan untuk manusia juga cukup efektif untuk pedet, dosisnya sama dengan dosis untuk manusia dewasa)
8. Penggunaan antibiotik spektrum luas (seperti penicillin atau amoxicillin + asam klavulanat atau bisa juga digunakan trimetoprim dan preparat sulfa dosis rendah)
Meskipun manajemen ini sudah dilakukan, peluang terjadinya diare pada pedet tetap ada sehingga diperlukan metode lainnya untuk lebih meminimalkan kejadian diare ini. Menurut Hemingway (1991), keberadaan asam askorbat dalam darah pedet pada level tertentu dapat membantu pencegahan kejadian diare pada pedet. Permasalahannya adalah, untuk mendapatkan preparat asam askorbat murni tidaklah mudah. Untungnya kita tidak perlu khawatir lagi karena asam askorbat juga bisa didapat dalam Vitamin C yang dengan mudah bisa kita dapatkan.

Pada tahun 2004, Shinduran dan Albay mempublikasikan hasil penelitannya yang menyatakan bahwa pemberian Vitamin C pada pedet dapat membantu meningkatkan level asam askorbat pada darah dan secara otomatis dapat membantu mencegah diare pada pedet.

Secara alami, asam askorbat memang sudah ada pada darah pedet, namun hemingway menemukan bahwa asam askorbat baru muncul pada hari kedua sehingga masih ada permasalahan tentang suplai asam askorbat pada hari lahirnya pedet.

Dalam publikasinya, Shinduran dan Albay menyatakan bahwa mereka melakukan penelitian pada sejumlah pedet di Turki untuk mengetahui efek pemberian vitamin C dengan berbagai level secara bertahap pada pedet. Mereka mengukur level asam askorbat pada masing-masing pedet dan mereka berkesimpulan bahwa memberikan vitamin C sebanyak 2,5 gram peroral pada saat lahir pada pedet dapat menambah level asam askorbat hingga 7 hari dan dapat mencegah diare pada pedet. Kabar baik ini setidaknya dapat dijadikan referensi untuk mencegah kejadian diare pada pedet.

Sumber : https://sorastudio.id/

Tips jitu cara pilih buah melon yang bagus

Tips jitu cara pilih buah melon yang bagus

Buah manis dan miliki aroma yang khas sekali miliki takaran faedah bagi tubuh kita. Melon miliki buah berwarna hijau dan pada umumnya buah ini miliki khas seperti serat atau yang sering di sebut terhitung net, tapi ada terhitung model melin tanpa net. Dari satu buah melon miliki harga yang terjangkau dan pasti banyak sekali di gemari oleh masyarakat.

Buah melon yang sering kami temukan di pada bulan – bulan tertentu saja. Buah ini terhitung ke dalam buah musiman, kisaran Juli dan Agustus saat panen buah melon. Mulai saat ini anda wajib tahu lebih dari satu perbedaan buah melon yang berkwalitas baik dan yang jelek.

Berikut ini adalah cara cepat dan tepat untuk pilih buah yang manis dikala anda membelinya di pasar atau super market:

1. Periksa warna

Buah melon yang berkwalitas tinggi bisanya miliki warna kuning-krem yang pekat dan merata, ini berarti bahwa buah sudah matang sempurna dan siap konsumsi.
Melon yang matang sempurna bakal miliki rasa yang manis sebab mengandung takaran gula yang tinggi. Rasa manis dikala kami memakannya dihasilkan dari lebih dari satu pati buah melon yang beralih menjadi gula maka bakal merasa manis di lidah. Tekstur dari daging buahnya lebih renyah. Dan pada umumnya miliki bobot berat per buah antara 4 – 5 kg.

2. Dari Aroma Buah

Ketika anda hendak belanja buah melon ada baiknya anda menciumnya khususnya dahulu. Buah melon yang bagus dan matang miliki aroma yang tajam dibandingkan dengan buah melon yang masih mentah.
Setelah anda mendapat harum yang tajam dari buah sesudah itu anda kocok. Carilah buah yang menghasilkan bunyi biji dari dalam. Dan menjauhi buah yang mengeluarkan bunyi berdebum, buah yang miliki suara itu sanggup dipastikan kondisinya benar-benar matang dan tidak cukup enak rasanya.

www.lele.co.id Jika anda miliki melon yang belum matang sempurna maka anjuran aku lebih baik anda menyimpanya pada suhu ruangan selama lebih dari satu hari. Lihat lah dan cek tiap tiap harinya apakah buah melon anda beralih teksturnya dan cocokan dengan persyaratan di atas.

Kian Terancam, Inilah Cara Melestarikan Keberadaan Teripang

Kian Terancam, Inilah Cara Melestarikan Keberadaan Teripang – Teripang adalah galat satu jenis timun laut (sea cucumbers) yg termasuk kedalam gerombolan Holothuroidea yang dikomersialkan untuk konsumsi. Tidak semua jenis timun laut merupakan teripang. Istilah pada penyebutan sang masyarakat teripang dan timun bahari merupakan sama, namun yang benar merupakan teripang adalah galat satu jenis dari timun bahari yg dapat dikonsumsi. Penyebutan teripang dikenal selesainya jenis timun laut ini terkenal di pangsa pasar internasional.

Teripang hayati di habitat perairan laut dangkal menggunakan substrat dasar pasir, lumpur ataupun terumbu karang. Teripang adalah fauna bentik yg gerakannya sangat lambat. Dalam rantai kuliner (food chain) pada wilayah terumbu karang, teripang adalah komponen krusial lantaran berasosiasi dengan ekosistemnya pada aneka macam tingkat trofik. Teripang berperan krusial sebagai pemakan deposit (deposit feeder) & pemakan suspensi (suspensi feeder). Peran teripang hampir seperti menggunakan kiprah yg dilakukan cacing tanah di daratan yaitu teripang mencerna sejumlah besar sedimen, sebagai akibatnya terjadi pengadukan lapisan atas sedimen pada tempat teripang tadi berada yg lalu memungkinkan terjadinya oksigenisasi. Proses tadi bisa mencegah terjadinya penumpukan busukan benda organik dan sangat mungkin membantu mengontrol populasi hama & organisme patogen termasuk bakteri tertentu.

Pemanfaatan Teripang
Berdasarkan yang dipaparkan Darsono (2003) dalam tulisannya menggunakan judul “Sumber Daya Teripang dan Pengelolaannya” pada jurnal LIPI, bahwa selain memiliki fungsi ekologis misalnya yg telah dipaparkan sebelumnya, teripang juga mempunyai fungsi hemat. Teripang termasuk timun bahari yang popular pada pangsa pasar terutama Cina, Taiwan dan Hongkong. Hal tersebut dikarenakan teripang dimanfaatkan sebagai jenis bahan kuliner tradisional pada negara – negara tadi. Teripang memiliki kandungan gizi yg tinggi buat digunakan menjadi kuliner berkhasiat obat. Komposisi daging teripang yaitu terdiri atas 43% protein, dua% lemak, 17% kadar air, & 21% mineral. Kandungan lemak yg rendah yg dimiliki teripang membuat teripang menjadi bahan makanan yg memiliki kegunaan terutama buat penderita kolesterol.

Akibat peningkatan permintaan terhadap pasok teripang pada pangsa pasar menyebabkan stok teripang pada alam kian menyusut seiring terjadinya peningkatan jumlah penangkapan terhadap teripang pada alam. Jika nir dikelola dengan baik, hal tadi bisa menyebabkan terancamnya keberdaan teripang pada alam terutama buat jenis – jenis teripang yg termasuk pada kategori nisbi mahal seperti teripang pasir atau teripang putih, Holothuria scabra, teripang susuan, H. Nobilis & H fuscogilva, teripang nenas, Thelenota ananas.

Pelestarian Teripang
Pengendalian terhadap penangkapan teripang pada alam bisa didukung menggunakan upaya lain buat permanen mampu menghasilkan teripang demi memenuhi permintaan di pangsa pasar. Menurut Darsono (2003) dalam goresan pena yang sudah dijelaskan sebelumnya jua sudah memaparkan upaya proteksi dan pelestarian stok teripang di alam yaitu dengan pengayaan stok teripang dan budidaya teripang. Pengayaan stok teripang harus didukung pula akan kelestarian habitatnya terutama yg sangat penting yaitu terumbu karang. Hal tadi juga wajib didukung menggunakan banyak sekali penelitian output rekayasa yg dapat membuat benih terbaik teripang guna mewujudkan usaha pembenihan teripang. Hal tadi akan mendorong bisnis budidaya teripang. Di Indonesia, budidaya teripang sudah dikembangkan buat jenis – jenis teripang eksklusif terutama yang terkenal di pangsa pasar.

Pelestarian teripang wajib diperhatikan seiring dengan peningkatan permintaan teripang pada pasaran sebagai akibatnya menyebabkan peningkatan penangkapan pula terhadap teripang pada alam, lantaran teripang mempunyai peranan penting di tempat asal alaminya dan rantai kuliner yg berlangsung pada ekosistem tadi. Perlu adanya pengendalian juga terhadap penangkapan teripang jenis eksklusif yang sudah sulit ditemukan di alam sebagai akibatnya dibutuhkan dukungan berdasarkan hasil penelitian – penelitian ilmiah terhadap stok teripang di alam.

Sumber : faunadanflora.com/

Budidaya kacang panjang organik

Budidaya kacang panjang organik

Kacang panjang atau Vigna Sinensis digolongkan kedalam famili leguminosa. Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tanaman sela untuk memulihkan kadar nitrogen tanah. Selain berfaedah sebagai tanaman sela, budidaya kacang panjang amat potensial secara ekonomi.

Budidaya kacang panjang organik

Budidaya kacang panjang dapat ditunaikan di dataran tinggi hingga 800 mtr. dpl, maupun rendah. Suhu optimum pertumbuhannya ada di rentang 15-24oC dengan curah hujan 600-1500 mm per tahun. Sedangkan suhu maksimum yang dapat dicapai adalah 35oC dan suhu minimum 10oC.

Di Indonesia, budidaya kacang panjang dapat ditunaikan selama musim. Namun kebiasaan petani menanamnya di awal musim hujan, terkecuali untuk tanah sawah, petani kebanyakan menanam di musim kemarau. Kacang panjang menyukai model tanah gembur yang terkena segera sinar matahari dengan drainase yang baik. Kandungan hara yang berlebih sebabkan tanaman tumbuh subur, hanya memproses bijinya minim. Sedangkan di tanah yang unsur haranya lebih rendah, daun tanaman tidak begitu subur tetapi memproses bijinya dapat lebih baik.

Pengolahan lahan budidaya kacang panjang
Pengolahan tanah berbentuk pembajakan dibutuhkan sekiranya budidaya kacang panjang ditunaikan di tanah sawah atau tanah padat. Sedangkan untuk tanah yang sudah gembur tidak dibutuhkan kembali pembajakan. Buatlah bedengan di atas tanah yang sudah dibajak atau sudah gembur. Tanah yang dibikin bedengan diusahakan sehalus bisa saja supaya perakaran tanaman dan drainase berkembang baik.

Bila memungkinkan, bedengan dibikin sejajar arah timur-barat. Hal ini berfaedah untuk memaksimalkan penyinaran matahari. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-90 cm, dengan ketinggian 20-25 cm spesifik untuk tanah sawah dapat ditinggikan hingga 30 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lansekap lahan. Jarak antar bedengan dibikin selebar 40-50 cm.

Jarak selebar itu berfaedah untuk memudahkan sistem perawatan dan pemanenan yang ditunaikan secara bertahap. Selain itu jarak antar bedengan berfaedah sebagai saluran drainase, terlebih sekiranya kacang panjang ditanam diawal musim hujan. Penggenangan air disekitar tanaman wajib amat dihindari.

Pemupukan ditunaikan pada pas pembuatan bendengan, pupuk diaduk dengan tanah yang bakal dibikin bedengan. Pupuk yang direkomendasikan adalah pupuk kompos atau pupuk kandang. Pupuk kandang yang dapat dipakai untuk budidaya kacang panjang adalah kotoran ayam, sapi, kerbau, atau kambing. Hanya wajib diperhatikan, bantuan pupuk kandang berbentuk kotoran ayam saja tidak dianjurkan.

Sebaiknya pupuk kandang terdiri berasal dari kotoran ayam dan kotoran sapi (bisa terhitung kerbau atau kambing) dengan perbandingan 1:1. Apabila yang ada hanya kotoran sapi, kerbau, atau kambing hendaknya sudah amat matang. Jumlah pemupukan yang direkomendasikan adalah 20 ton per hektar. Setelah dipupuk, biarkan tanah selama 4-5 hari sebelum saat benih ditanam.

Penanaman benih kacang panjang
Kacang panjang lebih efisien ditanam secara segera tidak disemaikan terlebih dahulu. Pemilihan benih yang baik dapat dicermati secara fisik, yaitu berasal dari penampilannya yang mengkilap. Selain itu, benih yang baik sekiranya direndam dalam air bakal tenggelam tidak mengapung. Apabila benih dibeli ditoko lebih baik benih sudah diuji instansi terpercaya.

Jarak tanam kacang panjang adalah 40 cm antar baris dan 30 cm dalam baris, jadi dalam satu bedengan terdapat dua baris. Buatlah lubang dengan cara ditugal pada setiap bedengan dengan pertimbangkan jarak tanam di atas. Kemudian masukan 2-3 biji benih kacang panjang pada setiap lubangnya, tutup dengan tanah. Kebutuhan benih untuk satu hektar lahan kira-kira 50 kg.

Perawatan budidaya kacang panjang
Perawatan yang wajib diperhatikan adalah penyiraman atau pengairan. Pada lahan beririgasi penyiraman dapat ditunaikan dengan menggenangi lahan dengan air. Setelah tanah dirasa lembab, air dikeluarkan lagi. Pada lahan tadah hujan, terlebih pas awal perkembangan benih, penyiraman wajib ditunaikan secara manual.

Setelah tanaman berumur 15-20 hari, berikan pemupukan tambahan. Pemupukan sebaiknya berbentuk pupuk kompos dengan jumlah 20 ton per hektar dengan disebar disekitar tanaman. Setelah dipupuk, timbun dengan cara menutup dengan tanah sekaligus meninggikan bedengan. Perlakuan ini berfaedah untuk memperkuat cengkraman perakaran tanaman dan pupuk menyerap kedalam tanah.

Setelah pemupukan susulan, pasang lenjeran pada setiap bedengan dikarenakan kacang panjang sudah menjadi membelit. Lenjeran merupakan sebuah potongan bambu selama 2 mtr. dengan lebar kira-kira 2 cm.

Cara memasang lenjeran adalah dengan menancapkan satu lenjeran sedalam 10-15 cm di kira-kira tanaman. Satu lenjeran untuk satu tanaman. Setelah lenjeran ditancapkan, gabungkan 4 lenjeran yang saling berdekatan pada ujung bagian atasnya, kemudian diikat. Lakukan sesudah itu pada setiap 4 lenjeran.

Penyiangan dibutuhkan sekiranya tumbuh gulma atau rumput dalam bedengan. Lakukan penyiangan terlebih pada awal tanaman tumbuh untuk hindari kompetisi dalam memperoleh nutrisi. Penyiangan ditunaikan dengan mencabut dengan tangan atau dipapas dengan arit.

Apabila diperlukan, untuk merangsang keluarnya bunga semprotkan pupuk organik cair pada tanaman kacang panjang. Cara pemberiannya, encerkan satu liter pupuk organik cair dalam 10 liter air. Setiap satu liter pupuk yang sudah diencerkan cukup untuk menyemprot 10 mtr. persegi tanaman.

Hama dan penyakit dalam budidaya kacang panjang
Salah satu aspek pembatas produktivitas kacang panjang adalah serangan hama dan penyakit.

Penyakit yang dapat dijumpai pada budidaya kacang panjang adalah penyakit karat dan bercak daun Cercospora. Namun penyakit pada kacang panjang lebih jarang ditemukan dibanding serangan hama.

Penanganan hama dan penyakit yang dapat ditunaikan dalam budidaya kacang panjang secara organik hanya gunakan pestisida hayati seperti larutan gadung dan kipait. Namun kebanyakan penanganan dengan pestisida hayati tidak terjadi lama, oleh karenanya penanganan secara manual tambah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual amat bisa saja dilakukan, kebanyakan dalam lahan berukuran 100 mtr. per aspek dapat terdapat kumbang 50-100 ekor.

Selain itu dapat terhitung ditunaikan pencegahannya berbentuk perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati. Juga dengan kenakan benih yang amat bebas berasal dari penyakit, laksanakan rotasi tanaman.

Hasil panen budidaya kacang panjang
Budidaya kacang panjang sudah siap dipanen sesudah 45-50 hari. Buah yang siap dipanen berwarna hijau keputihan. Cara panen ditunaikan dengan cara dipetik, kebanyakan periode panen kacang panjang dalam satu kali siklus budidaya sebanyak 15-18 kali. Hasil memproses kacang panjang terkait pada banyak variabel, diantaranya model varieatas tanaman, mutu benih dan pemeliharaan. Budidaya kacang panjang yang baik membuahkan panen lebih berasal dari 35 ton per hektar. www.budidayaternak.com

Cara memetik buah pas panen memilih produktivitas panen berikutnya. Ada dua cara untuk memetik buah kacang panjang. Pertama, mematahkan tangkai buah ke arah yang berlawanan dengan lekukan buah yang menempel pada buah. Kedua dengan cara memutar buah hingga terlepas berasal dari tangkainya. Kedua cara tersebut dapat menghindari rusaknya pada bunga atau buah yang belum siap panen.

Cara budidaya buncis organik

Cara budidaya buncis organik

Buncis atau Phaseolus vulgaris merupakan sayuran buah yang terhitung kedalam grup leguminosa. Budidaya buncis cocok ditunaikan di dataran tengah hingga tinggi. Ketinggian ideal bagi tanaman ini adalah 1000-1500 meter dari permukaan laut bersama dengan suhu 20-25oC. Namun, budidaya buncis tetap bisa ditunaikan di dataran rendah hingga 400 meter dari permukaan laut.

Cara budidaya buncis organik

Budidaya buncis membutuhkan cahaya matahari yang banyak bersama dengan curah hujan sedang. Tanaman ini cocok dibudidayakan diakhir musim hujan dan awal kemarau. Buncis terhitung peka pada genangan air sehingga drainase lahan kudu amat diperhatikan.

Di Indonesia terdapat dua model tanaman buncis. Ada yang tumbuhnya merambat dan tegak. Buncis yang merambat bisa miliki ketinggian hingga 2 meter dan enteng rebah. Oleh sebab itu, kudu perlindungan lenjeran bambu untuk menopangnya. Sedangkan model yang tegak tinggi cuma 60 cm dan tidak membutuhkan lenjeran bambu untuk tumbuh. Pada kesempatan kali ini, kita bakal menguraikan cara-cara budidaya buncis model merambat.

Pengolahan lahan untuk budidaya buncis organik
Pengolahan lahan untuk budidaya buncis organik sedikit berbeda bersama dengan pengolahan tanah untuk sayuran daun. Pertama-tama tanah dibajak untuk digemburkan. Campurkan kapur secukupnya bila kondisi tanah asam. Kemudian membuat bedengan selebar 1 meter bersama dengan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan 30-40 cm.

Buat lubang tanam pada bedengan membentuk dua baris bersama dengan jarak antar baris 50-60 dan jarak di dalam baris 30 cm. Masukkan pupuk kandang atau kompos kedalam lubang-lubang tanam tersebut, sekitar satu genggaman tangan. Untuk satu hektar tanaman dibutuhkan sekitar 20 ton pupuk kandang atau kompos. Biarkan kompos tersebut sepanjang 1-3 hari.

Penyiapan benih buncis
Budidaya buncis diperbanyak bersama dengan biji yang diseleksi dari tanaman sehat dan subur. Cara menyeleksinya berdasarkan bedengan terbaik tempat buncis tumbuh. Alasan pemilihan tanaman menurut bedengan sehingga proses penuaan tidak menganggu tanaman lainnya. Jika seleksi benih dipilih berdasarkan individu tanaman maka bakal terjadi kegagalan panen pada individu-individu lain yang tumbuh di dalam bedengan yang sama. Hal tersebut bisa terjadi sebab tanaman yang mengalami proses penuaan buah bakal menyedot nutrisi untuk tanaman lain. Sehingga tanaman yang buahnya tidak dibenihkan bakal mengalami gagal panen.

Buah yang terpilih untuk calon benih dipetik dan diseleksi. Pilih buah yang besar-besar dan bentuknya sempurna. Kemudian jemur buah buncis di bawah terik matahari hingga kering, umumnya 1-2 hari. Setelah kering, kupas kulit buahnya dan ambil bijinya.

Simpan benih di dalam botol kaca yang bersih. Setelah botol terisi penuh oleh benih, penuhi mulut botol bersama dengan abu kayu sebagai penutupnya. faedah abu kayu sebagai fasilitas penutup botol menyerap kelembaban. Sehingga lingkungan di dalam botol selalu kering namun tetap amat mungkin terdapatnya pertukaran udara. Biji buncis yang tersimpan bersama dengan baik bisa bertahan di dalam suhu kamar sepanjang 6 bulan.

Penanaman buncis
Cara paling efektif di dalam budidaya buncis adalah menanam biji secara segera tanpa proses penyemaian. Masukkan biji buncis siap tanam kedalam lubang yang udah dibuat. Isi setiap lubang bersama dengan 2 biji buncis. Lalu tutup bersama dengan tanah, sesudah itu siram secara berkala bila kondisi tanah kering. Kebutuhan benih buncis adalah 50 kg per hektar.

Buncis merasa berkecambah pada 3-7 hari sehabis tanam. Pada hari ke-7 umumnya kecambah udah tumbuh secara serempak.

Perawatan budidaya buncis
Beberapa perawatan yang dibutuhkan di dalam budidaya buncis diantaranya penaikan tanah, pemasangan lenjer bambu dan pemupukan susulan. Tanaman buncis adalah tanaman yang tahan kekeringan, kita tidak kudu menyiramnya setiap hari. Meskipun hujan cuma terjadi sekali di dalam seminggu, buncis tetap bisa tumbuh bersama dengan baik. Penyiraman cuma ditunaikan bila kondisi kekeringan udah parah.

Sekitar 2 minggu sehabis tanam, naikkan tanah yang berada disekeliling tanaman. Maksudnya sehingga tanah menutupi akar yang menyembul dan memperkuat kedudukan akar. Selain itu, penaikan tanah bertujuan untuk menyiangi tanaman penggangu. Dengan penaikan tanah, tanaman pengganggu bakal tercerabut dari akarnya dan mati.

Pemasangan lenjer bambu atau pengajiran bisa ditunaikan sehabis minggu ke-2. Pasang lenjer bambu sepanjang 2 meter, selanjutnya gabungkan setiap empat lenjer pada pangkal atasnya. Pemasangan lenjer dibutuhkan sehingga tanaman merambat naik dan buah tidak berkenaan tanah.
Pemupukan susulan diberikan pada minggu ke-3. Berikan satu kepal kompos atau pupuk kandang yang udah masak pada setiap tanaman. Total kebutuhan pupuk susulan sekitar 20 ton per hektar.

Pengendalian hama dan penyakit
Hama yang ditemui di dalam budidaya buncis pada lain kumbang pemotong daun yang mengakibatkan kerusakan jaringan pengangkut. Kumbang ini membawa dampak tanaman kering dan gagal berbunga. Untuk mengusirnya bisa bersama dengan perlindungan biopestisida dari ekstrak bush gadung dan kipait. Namun umumnya penanganan bersama dengan pestisida hayati tidak terjadi lama. Oleh karenanya penanganan secara manual tambah lebih efektif. Pengambilan kumbang secara manual tetap barangkali dilakukan. Biasanya di dalam lahan berukuran 100 meter persegi ditemukan 50-100 ekor kumbang.

Beberapa hama lain yang sering menyerang buncis adalah lalat kacang, kutu daun, ulat grayak , penggerek biji dan ulat bunga. Pengendaliannya bersama dengan menerapkan kultur teknis layaknya merotasi tanaman, penanaman serempak, membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama.

Selain hama, penyakit yang sering menyerang buncis pada lain penyakit mosaik daun, penyakit sapu, layu bakteri, antraknosa dan embun tepung. Cara pencegahannya adalah bersama dengan perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati. Pememakaian benih yang amat bebas dari penyakit bakal menghindarkan serangan di sesudah itu hari. Selain itu jalankan rotasi tanaman bersama dengan tanaman lobak, wortel atau kol bunga. Apabila terpaksa, jalankan penyemprotan pestisida hayati.

Panen budidaya buncis
Buncis merasa berbunga pada 40 hari sehabis tanam. Pada umur 50 hari, buncis udah bisa dipanen. Buncis bisa dipanen 2 hari sekali bersama dengan cara dipotong. Pemotongan kudu ditunaikan bersama dengan hati-hati sehingga bunga tidak jatuh. Pemanenan bisa ditunaikan hingga 10 kali.

Biasanya pada panen pertama dan ke dua hasinya menggapai 2-4 ton per hektar. Pada panen ketiga hingga kelima bakal menggapai puncak selanjutnya sesudah itu menurun hingga panen terakhir. Total hasil panen budidaya buncis bisa menggapai 48 ton per hektar.