Perolehan hak cipta

Perolehan hak cipta

Perolehan hak cipta
Perolehan hak cipta

Setiap negara menerapkan persyaratan yang berbeda untuk menentukan bagaimana dan bilamana suatu karya berhak mendapatkan hak cipta; di Inggris misalnya, suatu ciptaan harus mengandung faktor “keahlian, keaslian, dan usaha”. Pada sistem yang juga berlaku berdasarkan Konvensi Bern, suatu hak cipta atas suatu ciptaan diperoleh tanpa perlu melalui pendaftaran resmi terlebih dahulu; bila gagasan ciptaan sudah terwujud dalam bentuk tertentu, misalnya pada medium tertentu (seperti lukisan, partitur lagu, foto, pita video, atau surat), pemegang hak cipta sudah berhak atas hak cipta tersebut. Namun demikian, walaupun suatu ciptaan tidak perlu didaftarkan dulu untuk melaksanakan hak cipta, pendaftaran ciptaan (sesuai dengan yang dimungkinkan oleh hukum yang berlaku pada yurisdiksi bersangkutan) memiliki keuntungan, yaitu sebagai bukti hak cipta yang sah.
Pemegang hak cipta bisa jadi adalah orang yang memperkerjakan pencipta dan bukan pencipta itu sendiri bila ciptaan tersebut dibuat dalam kaitannya dengan hubungan dinas. Prinsip ini umum berlaku; misalnya dalam hukum Inggris (Copyright Designs and Patents Act 1988) dan Indonesia (UU 19/2002 pasal 8). Dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia, terdapat perbedaan penerapan prinsip tersebut antara lembaga pemerintah dan lembaga swasta.

Baca Juga : 

Hak ekonomi dan hak moral

Hak ekonomi dan hak moral

Hak ekonomi dan hak moral
Hak ekonomi dan hak moral

Banyak negara mengakui adanya hak moral yang dimiliki pencipta suatu ciptaan, sesuai penggunaan Persetujuan TRIPs WTO (yang secara inter alia juga mensyaratkan penerapan bagian-bagian relevan Konvensi Bern). Secara umum, hak moral mencakup hak agar ciptaan tidak diubah atau dirusak tanpa persetujuan, dan hak untuk diakui sebagai pencipta ciptaan tersebut.
Hak cipta di Indonesia juga mengenal konsep “hak ekonomi” dan “hak moral”. Hak ekonomi adalah hak untuk mendapatkan manfaat ekonomi atas ciptaan, sedangkan hak moral adalah hak yang melekat pada diri pencipta atau pelaku (seni, rekaman, siaran) yang tidak dapat dihilangkan dengan alasan apa pun, walaupun hak cipta atau hak terkait telah dialihkan[2]. Contoh pelaksanaan hak moral adalah pencantuman nama pencipta pada ciptaan, walaupun misalnya hak cipta atas ciptaan tersebut sudah dijual untuk dimanfaatkan pihak lain. Hak moral diatur dalam pasal 24–26 Undang-undang Hak Cipta.

Sumber : https://profilesinterror.com/

Hak eksklusif adalah

Hak eksklusif adalah

Hak eksklusif adalah
Hak eksklusif adalah

Beberapa hak eksklusif yang umumnya diberikan kepada pemegang hak cipta adalah hak untuk:
membuat salinan atau reproduksi ciptaan dan menjual hasil salinan tersebut (termasuk, pada umumnya, salinan elektronik),
mengimpor dan mengekspor ciptaan,
menciptakan karya turunan atau derivatif atas ciptaan (mengadaptasi ciptaan),
menampilkan atau memamerkan ciptaan di depan umum,
menjual atau mengalihkan hak eksklusif tersebut kepada orang atau pihak lain.
Yang dimaksud dengan “hak eksklusif” dalam hal ini adalah bahwa hanya pemegang hak ciptalah yang bebas melaksanakan hak cipta tersebut, sementara orang atau pihak lain dilarang melaksanakan hak cipta tersebut tanpa persetujuan pemegang hak cipta.
Konsep tersebut juga berlaku di Indonesia. Di Indonesia, hak eksklusif pemegang hak cipta termasuk “kegiatan menerjemahkan, mengadaptasi, mengaransemen, mengalihwujudkan, menjual, menyewakan, meminjamkan, mengimpor, memamerkan, mempertunjukkan kepada publik, menyiarkan, merekam, dan mengkomunikasikan ciptaan kepada publik melalui sarana apapun”[2].
Selain itu, dalam hukum yang berlaku di Indonesia diatur pula “hak terkait”, yang berkaitan dengan hak cipta dan juga merupakan hak eksklusif, yang dimiliki oleh pelaku karya seni (yaitu pemusik, aktor, penari, dan sebagainya), produser rekaman suara, dan lembaga penyiaran untuk mengatur pemanfaatan hasil dokumentasi kegiatan seni yang dilakukan, direkam, atau disiarkan oleh mereka masing-masing (UU 19/2002 pasal 1 butir 9–12 dan bab VII). Sebagai contoh, seorang penyanyi berhak melarang pihak lain memperbanyak rekaman suara nyanyiannya.
Hak-hak eksklusif yang tercakup dalam hak cipta tersebut dapat dialihkan, misalnya dengan pewarisan atau perjanjian tertulis (UU 19/2002 pasal 3 dan 4). Pemilik hak cipta dapat pula mengizinkan pihak lain melakukan hak eksklusifnya tersebut dengan lisensi, dengan persyaratan tertentu (UU 19/2002 bab V).

Sumber : https://solidaritymagazine.org/

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Salah satu penemuan teknologi terbesar dalam sejarah manusia yang mengubah pola hidup seseorang adalah Internet. Berkat temuan internet, segala hal bisa di lakukan dengan lebih mudah.

Tak hanya mempermudah manusia dalam kehidpuan sehari-hari, ternyata dengan aktivitas online atau internetan setiap hari bisa membuat hidup seseorang lebih bahagia.
Muat Lebih

Penipuan Lewat WA, Lakukan Tips Ini Untuk MengindarinyaCara Menyadap

Hp Android, Benarkah Bisa dilakukan?2 Langkah Mudah Cara Mengunci Apl di Smartphone Android

Setidaknya begitulah hasil peneletian yang di keluarkan oleh sekelompok peneliti asal Norwegia. Peneltian tersebut mengungkapkan dampak positif dari penggunaan internet terhadap perilaku manusia yang memasuki usia paruh baya.

Seperti di lansir dari laman DailyMail, laporan hasil penelitian ini menyebut jika seiring bertambahnya usia seseorang yang sering internetan setiap hari memiliki kecenderungan lebih bahagia dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga : #4 Tips Atasi Smartphone Yang Licin Dan Mudah Jatuh

Dalam penelitian ini, aspek utama bukan penelitian tentang seberapa lama

seseorang menghabiskan waktu berinternetan, namun dampak psiskis seseorang terhadap perasaan bahagia ketika menggunakan internet.

Menurut penjelasan para peneliti tersebut, pada awal masa dewasa, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dalam kebahagiaan seseorang antara mereka yang internetan setiap hari secara teratur dan mereka yang jarang menggunakan internet.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, orang-orang yang biasa

menggunakan internet setiap harinya lebih merasa lebih bahagia untuk jangka waktu lebih lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Fulvio Castellacci dan Henrik Schwabe, dari Pusat Inovasi dan Budaya Teknologi di Universitas Oslo, Norwegia ini telah mengamati lebih dari 100.000 orang penduduk di Negara Eropa dalam studi mereka.

 

Baca Juga :

Di Retas, Konsol Nintendo Switch Bisa Mainkan Game Bajakan

Di Retas, Konsol Nintendo Switch Bisa Mainkan Game Bajakan

Di Retas, Konsol Nintendo Switch Bisa Mainkan Game Bajakan
Di Retas, Konsol Nintendo Switch Bisa Mainkan Game Bajakan

Salah satu konsol game yang cukup populer saat ini, Nintendo Switch di kabarkan bisa di retas untuk bisa memainkan game bajakan.

Di lansir dari laman ArsTechnica, seorang peretas dengan nickname “Fusee Gelee” atau Frozen Rocket di ketahui telah menemukan cara untuk membobol sistem pertahanan Nintendo Switch, di mana menurut klaim peretas celah atau bug yang ia temukan tak bisa di tambal atau di patch.
Muat Lebih

Gokil, Gamer Ini “Bajak” TV di Bandara untuk Main PS4Turnamen Free Fire Master League Season I Siap digelar, Berhadiah Rp 1,2 MTerjun kedunia E-Sports, Ariel Noah Bentuk Tim Bernama The Pillars

Baca Juga : Siap Saingi PUBG Mobile, Xiaomi Rilis Game Berjudul Survival Game

Melalui celah tersebut, pengguna konsol game Nintendo Switch bisa mengunduh dan memainkan game bajakan dalam perangkat konsol game seharga US$ 300 atau setara 4 jutaan tersebut.

Bug atau celah tersebut terdapat dalam mode pemulihan USB Tegra X1 NVIDIA yang di gunakan Nintendo Switch. Peretas di ketahui mampu mengekploitasi bug tersebut untuk menyisipkan kode melalui celah yang ia temukan.

Dengan cara tersebut, peretas bisa mencegah software melindungi

bootROM yang secara teori hal tersebut akan memungkinkan bagi peretas untuk menjalankan kode pada konsol, dengan begitu game apapun yang di unduh oleh pengguna bisa di pasang dan di jalankan secara ilegal.

Sementara itu, menurut laman Ubergizmo melaporkan celah ini tidak dapat ditambal dengan patch lantaran Tegra X1 bootROM pada Switch tak bisa diubah setelah komponen tersebut meninggalkan pabrikannya.
Baca Juga : Main Game Pokemon Go Di 11 Ponsel Sekaligus, Kakek 70 Tahun Ini Dapat julukan Uncle Pokemon

Dalam kasus peretasan kali ini, menurut ArsTechnica, Nintendo memiliki

dua opsi untuk mengatasi peretasan ini karena menurut mereka celah ini tak bisa di tambal.

Salah satunya adalah sesegara mungkin mendeteksi keseluruhan konsol yang mungkin telah diretas dan menguncinya agar tidak bisa memainkan game secara online.

Menanggapi insiden peretasan yang menimpa konsol game buatan mereka, pihak Nintendo sejauh ini belum memberikan respon.

Sekedar informasi, Nintendo Switch merupakan konsol game protable yang

di luncurkan pada maret 2017 lalu. Berbeda dengan beberapa konsol game portable lainnya, Nintendo Switch mengusung konsep Hybrid di mana konsol game ini bisa di mainkan secara on-the-go dan di TV secara optimal.

 

Sumber :

https://poekickstarter.com/

Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang

Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang

Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang
Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang

Sebuah kiriman pesan di whatsapp di kabarkan bisa membuat smartphone penerima pesan tersebut menjadi hang, atau tak bisa di gunakan untuk beberapa saat.

Melansir dari laman Androidterritory, pesan di whatsapp tersebut berisi sebuah icon atau simbol berupa bulatan titik besar berwarna hitam.
Muat Lebih

Waspada, Hacker Bisa Ambil Alih Akun TikTok Lewat Celah IniApple Bersedia Membayar Rp 14 M Bagi Penemu Bug di Perangkat MerekaKetahuan Kumpulkan Data, Google Tendang Avast & AVG dari Chrome Web Store

Dalam pesan tersebut, simbol atau icon titik hitam besar yang diikuti teks

“Don’t touch here” dipercaya bisa membuat aplikasi WhatsApp penerima menjadi crash dan juga smartphone ikut hang.
Baca Juga : Google Luncurkan Program Bug Bounty Untuk Aplikasi android Populer Yang Ada Di Google Play Store

Meskipun mulanya banyak yang menduga pesan tersebut adalah hoax, namun tak sedikit yang membuktikan keaslian pesan tersebut.
Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang
Awas Jangan Di Buka. Pesan Di WhatsApp Ini Bisa Bikin Smartphone Hang

Mengutip dari media yang sama, pesan di whatsapp tersebut ternyata adalah karakter dalam format kode pemrograman ASCII (American Standard Code for Information Interchange) yaitu standar pengkodean yang di gunakan oleh Negara Amerika Serikat.

Dengan kata lain di dalam pesan itu sebenarnya tersembunyi ribuan

karakter berupa simbol, huruf, dan angka yang akan membebani kinerja WhatsApp.

Pihak WhatsApp biasanya akan mengatasi pesan yang terlalu panjang dengan memberi embel-embel ‘read more‘ pada pesan yang memiliki banyak karakter, sehingga pesan yang di tampilkan menjadi lebih ringkas.

Namun, dalam kasus pesan di whatsapp yang berisi simbol atau icon berupa

bulatan titik hitam tersebut, aplikasi WhatsApp ‘dipaksa’ untuk menayangkan ribuan karakter secepat mungkin yang akhirnya membuat kinerja aplikasi tersebut menjadi sedikit terganggu dan mengalami crash.

 

Sumber :

https://mlwcards.com/

Adik Adikku

Adik Adikku

Adik Adikku
Adik Adikku

Kuhaturkan permohonan maaf ini kepada kalian
Sebab sang Khalik tak lagi menyudahi merangkai jarak

Ingin kubuat mentari seperti dicipta sang khalik
Supaya kalian dan aku pergi dan tinggal ditempat impian yang sudah aku buat

Kan kutiup sepoi-sepoi semilir udara yang berlalu
Kan buat rembulan duduk ditepi meja tuk menerangi kalian dan mengajak kalian curhat
Agar ia tak bengong bergelantungan digelapnya malam sendirian

Kan kuusap hujan yang tercurah ke tanah
Kan kutebas gelapnya mendung bersama malam dan bayang-bayangnya
Ku mau kalian menari dan bersenandung riang dan bangun dari lelapnya mimpi

Kan kubuat alam karyaku ini datar, bukan bulat
Agar samudra yang ada takkan pernah sedalam rasa takut yang kalian miliki

Baca Juga : 

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia
Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.

Sumber : http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/tap-tap-evil-mastermind-apk/

Interface dan Fitur-fitur Telematika

Interface dan Fitur-fitur Telematika

Interface dan Fitur-fitur Telematika
Interface dan Fitur-fitur Telematika

Awalnya memang sedikit bingung, karena dari semua literatur yang didapat dari ‘Mbah Google’ gak ada 1 pun yang bisa menjelaskan tentang poin-poin yang ada pada silabus pengantar telematika. Maka akhirnya saya akan mencoba menjelaskan sedikit tentang layanan pada telematika. Pada dasarnya telematika, terdapat beberapa layanan. Antara lain:
1.Layanan Informasi
Layanan informasi merupakan penggabungan dari telekomunikasi digital dan teknologi komputer yang memainkan peran penting dalam komunikasi antar manusia.Inimerupakan klasifikasi dari arus informasi sehingga isi dari presentasi dan informasi tidak tercampur. Huh, tinggi sekali bahasanya tapi masih pada ngerti kan? Layanan informasi mencakup empat hal pola laulintas informasi, antar lain alokasi, pembicaraan, konsultasi dan registrasi.
2.Layanan Keamanan
Merupakan layanan yang menyediakan keamanan informasi dan data. Layanan ini terdiri atas enskripsi, penggunaan protokol, penentuan akses kontrol dan auditin.
3.Layanan Context Aware & Event Base
Di dalam ilmu komputer, terdapat sebuah gagasan yang menyatakan bahwa perangkat komputer memiliki kepekaan dan dapat bereaksi terhadap lingkungan sekitarnya berdasarkan informasi dan aturan-aturan tertentu yang tersimpan di dalam perangkat. Gagasan inilah yang kemudian diperkenalkan oleh Schilit pada tahun 1994 dengan istilah context-awareness.
Seperti yang telah dijelaskan diatas, istilah context-awareness mengacu kepada kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Sebagai contoh : ketika seorang user sedang mengadakan rapat, maka context-aware mobile phone yang dimiliki user akan langsung menyimpulkan bahwa user sedang mengadakan rapat dan akan menolak seluruh panggilan telepon yang tidak penting. Dan untuk saat ini, konteks location awareness dan activity recognition yang merupakan bagian dari context-awareness menjadi pembahasan utama di bidang penelitian ilmu komputer.

Tiga hal yang menjadi perhatian sistem context-aware menurut Albrecht Schmidt, yaitu:
1. The acquisition of context
Hal ini berkaitan dengan pemilihan konteks dan bagaimana cara memperoleh konteks yang diinginkan, sebagai contoh : pemilihan konteks lokasi, dengan penggunaan suatu sensor lokasi tertentu (misalnya: GPS) untuk melihat situasi atau posisi suatu lokasi tersebut.
2. The abstraction and understanding of context
Pemahaman terhadap bagaimana cara konteks yang dipilih berhubungan dengan kondisi nyata, bagaimana informasi yang dimiliki suatu konteks dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi, dan bagaimana tanggapan sistem dan cara kerja terhadap inputan dalam suatu konteks.
3. Application behaviour based on the recognized context
Terakhir, dua hal yang paling penting adalah bagaimana pengguna dapat memahami sistem dan tingkah lakunya yang sesuai dengan konteks yang dimilikinya serta bagaimana caranya memberikan kontrol penuh kepada pengguna terhadap sistem.
Empat kategori aplikasi context-awareness menurut Bill N. Schilit, Norman Adams, dan Roy Want, yaitu :
1. Proximate selection
Proximate selection adalah sebuah teknik antarmuka yang memudahkan pengguna dalam memilih atau melihat lokasi objek (benda atau manusia) yang berada didekatnya dan mengetahui posisi lokasi dari user itu sendiri. Ada dua variabel yang berkaitan dengan proximate selection ini, yaitu locus dan selection, atau tempat dan pilihan.
Setidaknya, ada tiga jenis lokasi objek yang bisa ditanamkan ke dalam aplikasi dengan menggunakan teknik ini, yaitu:
1. Perangkat input dan output yang menyediakan penggunaan share lokasi bersama, seperti: penggunaan printer, facsimiles, komputer, video camera, dan lain-lain.
2. Kumpulan objek-objek yang membutuhkan suatu perangkat lunak tertentu untuk saling berinteraksi, misalnya pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan penyatuan dokumen baik antar divisi maupun dalam satu divisi ke dalam suatu database tertentu.
3. Kumpulan lokasi atau tempat yang sering dikunjungi, seperti restoran, night club, pom bensin, mall, dan tempat-tempat lainnya. Dengan adanya inovasi ini tentunya lebih mempermudah user untuk mencari suatu tempat tertentu tanpa harus bergantung kepada yellow pages directori atau bertanya kepada masyarakat sekitar.
2. Automatic Contextual Reconfiguration
Aspek terpenting dari salah satu contoh kasus sistem context-aware ini adalah bagaimana konteks yang digunakan membawa perbedaan terhadap konfigurasi sistem dan bagaimana cara antar setiap komponen berinteraksi. Sebagai contoh, penggunaan virtual whiteboard sebagai salah satu inovasi automatic reconfiguration yang menciptakan ilusi pengaksesan virtual objects sebagai layaknya fisik suatu benda.
Contextual Reconfiguration juga bisa diterapkan pada fungsi sistem operasi; sebagai contoh: sistem operasi suatu komputer A bisa memanfaatkan memori komputer lainnya yang berada didekatnya untuk melakukan back-up data sebagai antisipasi jika power komputer A melemah.
3. Contextual Informations and Commands
Kegiatan manusia bisa diprediksi dari situasi atau lokasi dimana mereka berada. Sebagai contoh, ketika berada di dapur, maka kegiatan yang dilakukan pada lokasi tersebut pasti berkaitan dengan memasak. Hal inilah yang menjadi dasar dari tujuan contextual information and commands, dimana informasi-informasi tersebut dan perintah yang akan dilaksanakan disimpan ke dalam sebuah directory tertentu.
Setiap file yang berada di dalam directory berisi locations and contain files, programs, and links. Ketika seorang user berpindah dari suatu lokasi ke lokasi lainnya, maka browser juga akan langsung mengubah data lokasi di dalam directory. Sebagai contoh: ketika user berada di kantor, maka user akan melihat agenda yang harus dilakukan; ketika user beralih lagi ke dapur, maka user tersebut akan melihat petunjuk untuk membuat kopi dan data penyimpanan kebutuhan dapur.
4. Context-Triggered Actions
Cara kerja sistem context-triggered actions sama layaknya dengan aturan sederhana IF-THEN. Informasi yang berada pada klausa kondisi akan memacu perintah aksi yang harus dilakukan. Kategori sistem context-aware ini bisa dikatakan mirip dengan contextual information and commands, namun perbedaannya terletak pada aturan-aturan kondisi yang harus jelas dan spesifik untuk memacu aksi yang akan dilakukan.
Aturan umum yang harus diisi pada form context-triggered actions :
badge location event-type action
event­-type dapat berupa kondisi : arriving, departing, settleld-in, missing, or attention. Sebagai contoh :
coffee kitchen arriving “play –v 50 ~/sounds/rooster.au
artinya, ketika siapapun berada di dapur dan menggunakan mesin coffee maker maka alarm rooster sound akan berbunyi.

Baca Juga :