Tips & Trk Praktis untuk Membuat Bokeh

Setelah Anda mengetahui 5 titik yang memungkinkan Anda mengubah depth of field dan dengan demikian menghasilkan bokeh yang bagus, berikut beberapa tip dan trik praktis untuk bidang membuat bokeh.

Mari kita lihat dua cara berbeda yang mungkin Anda inginkan:

  • Latar belakang diburamkan sebanyak mungkin untuk menonjolkan subjeknya. Ini sering terjadi pada fotografi satwa liar (jarak jauh), fotografi burung atau serangga, fotografi makro, atau subjek tertentu,
  • Untuk memberi efek estetika pada foto Anda dengan latar belakang. Ambiguitas yang ekstrim bukanlah satu-satunya cara. Tentu, Anda dapat memilih untuk sedikit mengaburkan pemandangan (secara sukarela) untuk efek estetika. Ini sering terjadi saat memotret makanan, subjek berulang (opium, lavender atau bunga matahari), fotografi malam, dengan cahaya latar yang indah di latar belakang, dan seterusnya.

Table of Contents

Saran Teknis

Berikut ini beberapa tip teknis yang bisa Anda pelajari saat mengambil gambar. Karena Anda tidak dapat memengaruhi ukuran sensor, ingatlah 3 hal berikut untuk mempermudah:

  1. Gunakan focal length terpanjang dan perbesar dengan lensa,
  2. Buka membran selebar mungkin (sekecil mungkin),
  3. Mendekati subjek yang mungkin (jika Anda tidak dapat fokus … terlalu dekat),

Sedikit tambahan teknis: berhati-hatilah saat menggunakan panjang fokus yang panjang (misalnya 250 mm). Bahkan pada bukaan maksimum, cahaya sekitar mungkin tidak cukup untuk gambar yang tajam. Dalam kasus ini, peningkatan ISO diperlukan untuk menghindari gerakan buram. Untuk kesederhanaan, setel diri Anda ke mode A / Av (prioritas apertur), perbesar, dan buka otot rana secara maksimal dengan memutar tombol rana ke nilai f / terendah. Atur mode ISO Otomatis ke diri Anda sendiri sehingga Anda tidak perlu menyesuaikan kecepatan rana. Kamera hanya dapat menangani kecepatan rana.

Saran Praktik

Berikut adalah beberapa tip yang dapat Anda gunakan langsung di lapangan untuk meningkatkan kualitas blur dan latar belakang, dengan mempertimbangkan tiga tip sebelumnya. Nasihat saya yang paling penting adalah untuk bergerak dan melihat latar belakang Anda dengan hati-hati!

  1. Saat Anda melihat subjek, atur fokus pertama pada jendela bidik dan ambil gambar. Perhatikan latar belakangnya. Bagaimana menurut anda? Jika objeknya tidak cukup menonjol, latar belakangnya mungkin terlalu dekat. Pindah untuk mencari sudut yang tepat,
  2. Setelah keburaman semakin baik, Anda masih dapat memilih langkah-langkah untuk menyesuaikan “titik buram” di latar belakang. Idealnya, berhati-hatilah agar tidak tersinggung dalam subjek. Ini bisa dilihat terutama jika background Anda tidak terlalu jauh dan Anda hanya bisa melihat sesuatu di background. Jika latar belakang 500 meter di belakang subjek, maka itu akan sepenuhnya menjadi buram,
  3. Anda juga harus mengubah lokasi untuk memilih warna latar belakang. Tergantung pada sudut bidikan dan cara Anda membidik subjek, suasananya mungkin sama sekali berbeda. Misalnya, jika Anda memilih untuk membentuk di tengah hutan, Anda dapat memilih latar belakang hijau (daun atau lumut di latar belakang), latar belakang hitam (tanah atau lainnya), atau latar belakang biru (seperti langit di latar belakang). Ini akan menjadi pilihan estetika,
  4. Jangan lupa untuk memilih background berwarna bagus dan menonjol. Misalnya, Anda dapat memilih untuk mengambil gambar yang disebut “jam emas” pada jam-jam sebelum dan sesudah matahari terbit / terbenam. Warna oranye dan merah muda membentuk latar belakang yang sempurna.

Baca juga: