Hubungan Mission secara integral

Hubungan Mission secara integral

Hubungan Mission secara integralHubungan Mission secara integral

            Hubungan antara identitas, asas, tujuan, sifat, status, fungsi dan peran HMI secara integral adalah dimaksudkan dalam pencapaian dan memperjuangkaan mission HMI secara utuh dan menyeluruh satu sama lain bersifat saling berpengaruh dan menentukan yang tidak bisa di pisah-pisahkan.

            Dalam diri seorang anggota HMI yang bernuansa independent harus :

  1. Senatiasa memperdalam hidup kerohanian agar menjadi luhur dan bertakwa kepada Allah SWT.
  2. Selalu tidak puas dan berkemauan keras untuk mencari kebenaran, HMI hanya komitmen kepada kebenaran.
  3. Jujur pada dirinya dan orang lain dan tidak mengingkari hati nuraninya.
  4. Teguh dalam pendirian dan obyektif rasional jika berhadapan orang yang berpendirian berbeda.
  5. Bersifat kritis dan berfikir bebas dan kreatif.

Metode penyampaian :

Adapun metode yang digunakan dalam proses penyampaian materi Mission adalah dengan cara Penyampaian, Diskusi, dan tanya jawab. Pentampaian dan tanya jawab berbentuk format seperti huruf U yang dimana pemateri dapat menyampaikan materi dengan peserta dapat memperhatikan dan menyampaikan permasalahan tentang Mission langsung kepada pemateri yang ada di depan masing-masing peserta, dan diskusi dibuat per kelompok dengan didampingi dan diperhatikan oleh pematerinya.

Tata ruang latihan :

Adapun metode yang digunakan dalam tata ruang pelatihan ini adalah berbentuk huruf U, dimaksudkan para peserta pelatihan dapat langsung memperhatikan pemateri yang menyampaikan materi Mission tanpa pemateri membelakangi peserta, dan pemateri dapat langsung mengisi materi dengan focus dengan senantiasa memperhatikan per peserta.

Evaluasi :

Metode kuantitaf ( angka/obyektif ).

            Adapun sistem penilaian kuantitatif adalah dengan adanya sebuah penugasan materi. Misalnya membuat ringkasan dari materi yang sudah ada ataupun mengerjakan soal terkait tentang materi. Selain itu ada juga penilaian yan bersifat afektif, kognitif dan psikomotorik. Dan metode kuantitatif dapat dinilai dengan huruf/ subyektif .

Referensi :

Andrawijaya, I.Adam, Perilaku Organisasi Kemahasiswaan. Bandung: Sinar      Baru, 1999

Darmaningtyas, dkk. Membongkar Dan Kebebasan Akademik, Yogyakarta : YPZLPM, 1985

Liliweri, Alo. Kepemimpina. Bandung: Citra Aditya Bhakti, 1997

Safaria, Triantoro. Kepemimpinan. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2004

 

Sumber :

https://teknologia.co.id/