Tipe Kebakaran Hutan di Indonesia

Tipe Kebakaran Hutan di Indonesia

Tipe Kebakaran Hutan di Indonesia

Kebakaran hutan diartikan sebagai suatu peristiwa yang ditandai dengan menjalarnya api secara bebas dengan mengkonsumsi bahan bakar hutan serta lahan yang dilaluinya yang dapat terjadi secara alami maupun oleh perbuatan manusia (Adinugroho et al., 2004). Kebakaran hutan terjadi sebagai akibat penggunaan api atau faktor alam yang tidak dapat dikendalikan. Biasanya kebakaran hutan yang terjadi oleh faktor alam hanya berkisar 1% dari kebakaran yang terjadi, sedangkan 99% diakibatkan oleh aktivitas manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Bentuk sederhana untuk menggambarkan terjadi proses kebakaran terbagi dari 3 sisi dengan usnsur sumber panas (api), oksigen, dan bahan bakar (Syaufina, 2008). Biasanya ketiga sisi ini disebut sebagai segitiga api. Sisi pertama adalah sumber panas yakni api itu sendiri, kedua adalah oksigen yakni tersedia di atmosfer dan diudara, dan ketiga adalah bahan bakar yaitu semak belukar atau pohon-pohon kering, serasah atau humus kering, sisa-sisa hasil pembakaran atau penebangan pohon, serta bahan bakar lainnya yang terdapat di dalam hutan.
Segitiga api dapat divisualisasikan sebagai dasar hubungan reaksi berantai dari pembakaran. Hal ini diartikan bahwa ketika salah satu dari sisi segitiga api tersebut tidak ada maka rantai tersebut tidak akan pernah bereaksi atau tidak akan terjadinya pembakaran. Selain itu, melemahnya salah satu sisi atau lebih dari segitiga api tersebut juga akan melemahkan reaksi rantai yang terjadi bahkan mengurangi laju kebakaran serta intensitas kebakran. Biasanya pembakaran terjadi pada suhu 220-250┬║C. Melisa (2015), menjelaskan bahwa kekuatan nyala api yang lebih besar diakibatkan oleh oksigen yang digunakan sebagai oksida dan bukan udara, karena di dalam udara terdapat kandungan nitrogen yang memiliki fungsi untuk menurunkan suhu api.
Kebakaran hutan dapat dapat dibedakan menjadi 3 tipe yang didasari dengan bahan bakar yang lebih dominan menyebabkan kebakaran yaitu (Syaufina, 2008):

1. Kebakaran Bawah (Ground Fire)

Tipe kebakaran bawah merupakan situasi dimana api membakar material organik seperti gambut dan perakaran tumbuhan di bawah permukaan tanah. Tipe kebakaran ini sangat sulit untuk diatasi karena keberadaan sumber api tidak dapat dideteksi dan dikontrol. Jenis organik yang terdapat pada kebakaran tipe ini ditentukan oleh kadar kelembaban, kedalaman dan tingkat terurainya material. Umunya, tipe kebakaran ini terjadi pada lahan gambut.

2. Kebakaran Permukaan (Surface Fire)
Tipe kebakaran permukaan merupakan situasi dimana api membakar material organik seperti serasah, tumbuhan rendah (pakis, belukar dan tumbuhan rawa), serta bahan bakar lainnya di atas permukaan tanah. Kebakaran tipe ini sering terjadi di seluruh tegakan hutan.
3. Kebakaran Tajuk (Crown Fire)
Tipe kebakaran tajuk merupakan situasi dimana api membakar tajuk pohon ke tajuk pohon lainnya yang memiliki jarak dekat akibat menjalarnya api dari bawah karena adanya bahan bakar vertikal. Namun, bahan bakar vertikal ini hanya memiliki intensitas rendah dalam terjadinya kebakaran tajuk. Akan tetapi, perpindahan panas secara konveksi menjalarkan kebakaran permukaan ke bahan bakar atas menuju tajuk memiliki intensitas yang tinggi.Sumber: https://galleta.co.id/komputer-bisa-deteksi-orientasi-seksual-seseorang/