Metode dan Teknik Analisis Vegetasi

Metode dan Teknik Analisis Vegetasi

Metode dan Teknik Analisis Vegetasi

Teknik analisis vegetasi berupa metode pengambilan sampel yakni metode plot/petak (kuadrat), metode jalur, metode garis berpetak, metode kombinasi dan metode tanpa plot. Adapun metode-metode tersebut sebagai berikut:

1. Metode Plot

Metode plot/petak atau juga disebut metode kuadrat merupakan salah satu metode analisis vegetasi dengan memanfaatkan pengamatan petak contoh dengan luas dalam satuan kuadrat (Ufiza, 2018). Luas dari petak ukur tersebut mempunyai arti penting untuk mencapai pelaksanaan analisis vegetasi yang efisien. Luas petak ukur harus dapat mencerminkan keadaan komposisi tumbuhan (Mueller, Dumbois & Ellenberg,1974). Teknik tersebut berlandaskan pada kurva yang dibentuk oleh hubungan antara jumlah kumulatif jenis yang tercatat dengan luas petak ukur yang semakin besar. Dalam pemakaiannya hanya bentuk kurva yang mengalami perubahan bentuk semakin mendatar yang dapat digunakan. Metode ini dapat dilakukan dengan dua bagian yaitu:

a. Petak Tunggal
Metode petak tunggal dibuat dengan satu petak contoh yang memiliki ukuran tertentu untuk mewakili suatu vegetasi. Soegianto (1994) menjelaskan bahwa luas minimum petak contoh ditetapkan dengan dasar bahwa luas petak yang bertambah tidak menyebabkan naiknya jumlah spesies > 5%.
b. Petak Ganda

Metode petak ganda dibuat dengan beberapa petak contoh yang memiliki ukuran tertentu secara sistematik. Kusmana (2013) mengatakan bahwa ukuran setiap petak contoh di setiap tingkat pertumbuhan memiliki perbedaan yakni tingkat pohon (20 x 20 m), tingkat tiang (10 x10 m), tingkat pancang (5 x5 m), dan tingkat semai/tumbuhan bawah (1 x 1 m atau 2 x 2 m).

2. Metode Jalur
Metode jalur disebut juga dengan metode transek. Pengambilan sampel dilakukan dalam bentuk jalur-jalur sejajar yang mempunyai ukuran dan jarak tertentu. Metode jalur dibagi menjadi dua bagian yakni metode jalur dengan contoh dan metode jalur tanpa contoh. Metode jalur dengan contoh merupakan suatu metode yang dibuat memotong garis kontur dan sejajar dengan yang lainnya. Jumlah jalur contoh disesuaikan dengan intensitas sampling. Indrawan & Soerianegara (1980) mengatakan bahwa intensitas sampling 1-10% dapat membuat lebar jalur contoh 20 m. Sedangkan metode tanpa contoh merupakan suatu metode yang dibuat memanjang peletakkan komunitas vegetasi. Metode ini sering dilakukan pada area yang luas karena dalam penggunaannya sangat cepat dan teliti.