Moluska

  Moluska

Moluska (terutama siput) mempunyai sejumlah besar sel neuroendokrin yang terletak pada ganglia penyusun system saraf pusat. Hewan ini juga memiliki organ endokrin klasik. Senyawa yang dilepaskan menyerupai protein dan berperan penting dalam mengendalikan osmoregulasi, pertumbuhan, serta reproduksi.
Reproduksi pada muluska sangat rumit karena hewan ini bersipat hommoprodit (gamet jantan dan betina terdapat dalam satu tubuh). Beberapa sepesies hewan dari kelompok ini bersipat protandri. Pada hewan yang bersipat protandri, gamet jantan terbentuk labih dahulu dari pada gamet betina. Pada hewan ini di temukan adanya hormone yang merangsang pelepasan telur dari gonad dan pengeluaran telur dari tubuh. Pada Cephalopoda, hewan yang tidak bersipat hermaprodit,proses preproduksi di kendalikan Oleh endokrin. Dalam hal ini, organ endokrin kalalsik(terutama kelenjar optik) diduga memilki peran yang sangat penting. Kelenjar optik diduga menyekresi beberapa hormon yang diperlukan untuk perkembangan sperma dan telur.

  1. Crustacea

Seperti halnya invertebrate lain, sistem endokrin pada krustasea umumnya berupa system neuroendokrin, meskipun mempunyai organ endokrin klasik. Fungsi tubuh yang dikendalikan oleh sistem endokrin antara lain osmoregulasi, laju denyut jantung, komposisi darah, pertumbuhan, dan pergantian kulit. Sistem kendali endokrin yang berkembang paling baik dapat ditemukan pada Malakostra (antara lain ketam, lobster/udang besar, dan udang)
Organ neuroendokrin krustasea terdapat pada tiga daerah utama yaitu sebagi berikut: .

  1. Kompleks kelenjar sinus, organ ini kadang-kadang disebut kompleks golongan kepala dan lobus optik ad tangkai mata .
  2. Organ post- komisural.organ ini juga menerima akson dari otak dan berakhir pada awal esofogus.
  3. Organ perikardial : organ ini terletak sangat dekat dengan jantung danmenerima akson dari

    RECENT POSTS