Interaksi hormon dengan sel target

Interaksi hormon dengan sel target

            Suatu hormon hanya dapat menampakkan aksinya pada sel target jika sel tersebut mempunyai reseptor yang sesuai, dan sel lain-yang bukan merupakan sel target- harus tidak mempunyai reseptor tersebut.

            Dalam kaitannya dengan sel target, hormon dapat dikelompokkan menjadi (1) katekolamin dan hormon peptida, yang beraksi melalui reseptor pada permukaan sel, dan (2) steroid dan hormon tiroid, yang mampu melakukan penetrasi ke dalam sel dan menampakkan efeknya langsung pada inti sel dan mekanisme sintesis protein selular.

            Hasil pengamatan aksi adrenalin pada hepatosit menunjukkan bahwa adrenalin menyebabkan terjadinya konversi glikogen menjjadi glukosa dengan jalan mengendalikan pembentukan c-AMP. Proses tersebut tergantung serangkaian enzim, yang salah satunya adalah fosforilase yang merupakan “rate limiting step” proses (gambar 21). Enzim aktif, fosforilase a dibentuk dari prekursor, fosforilase b melalui aksi suatu fosforilase kinase dan ATP pada fosforilase a. Proses secara keseluruhan  hanya diawali dari terikatnya adrenalin pada reseptornya pada membran sel. Ikatan adrenalin-reseptor mengakibatkan  pelepasan enzim adenilat siklase yang kemudian akan megkatalisis pembentukan  cAMP dari ATP.

            AMP siklik (C-AMP) disebut sevagai “second messenger’ pada proses aksi hormon, sedangkan hormonnya disebut sebagai “first messenger” CAMP dan adenilat siklase ditemukan pada beberapa jenis jaringan Vertebrata dan Avertebrata, dan ditemukan pula pada sel bakteria. Peristiwa awal aksi hormon melalui c-AMP selalu melibatkan pelepasan adenilat siklase dari tapak pengikatan hormon di membran sel.

            Fungsi sel  dapat juga dimodulasi oleh mekanisme aktivasi reseptor yang tidak melibatkan c-AMP. Proses tersebut  salah satunya tergantung pada pembentukan inositol trifosfat dan mobilisasi ion kalsium dari pool kalsium intraselular. Pada sistem ini ion kalsium dan fosfoinositol berperan sebagai “second messenger”.

            Hormon steroid, termasuk hormon seks betina dan jantan, dan hormon yang disekresikan korteks adrenal, beraksi melalui mekanisme yang berbeda. Estradiol terikat pada reseptor di uterus, testosteron pada prostat, progesteron pada oviduct burung, dan sebagainya. Pada permukaan sel, hormon-hormon tersebut membentuk kompleks dengan dengan proein reseptor dan dengan cepat  menuju ke nukleus, menstimulasi/ menginduksi ekspresi gen.

            Hormon steroid yang disekresikan gonad tikus yang baru lahir dapat dirunut hingga ke sel target  di area tertentu di otak, Hormon  berinteraksi dengan reseptor spesifik dan menginduksi perkembangan jaringan saraf. Jaringan saraf yang diinduksi perkembangannya tersebut, akan menjadi pengendali apakah individu dewasa menunjukkan perilaku jantan atau betina. Diferensiasi seksual  pada jaringan saraf menentukan terjadinya aktivasi pada jenis perlaku tertentu dan supresi bagi perilaku yang lain. Selama perkembangan fungsi sistem saraf pusat dimodulasi hormon dan seperti kita ketahui sistem saraf pusat yang kemudian menjadi pengatur utama fungsi-fungsi endokrin tubuh.

  1. Sistem endokrin pada Invertebrata

           Sejumlah invertebrata tidak mempunya organ khusus untuk sekresi hormon sehingga sekresinya dilaksanakan oleh sel neurosekretori, yang merupakan sumber hormon pada invertebrata. Sel neurosekretori dapat ditemukan antara lain pada :

  1. Coelenterata

Contohnya ialah Hydra. Hydra mempunyai sejumlah sel yang dapat menghasilkan senyawa kimia yang berperan dalam proses reproduksi, pertumbuhan, dan regenerasi. Apabila kepala hydra dipotong, sisa tubuhnya akan mengeluarkan molekul peptide yang disebut activator kepala. Zat tersebut akan memnyebabkan sisa tubuh hydra dapat membentuk mulut dan tentakel, dan selanjutnya membenyuk daerah kepala.

  1. Platyhelminthes

Hewan ini dapat menghasilkan hormon yang berperan penting dalam proses regenerasi. Hormon yang dihasilkan tersebut juga terlibat dalam regulasi osmotic, ionic, dan dalam proses reproduksi.

Sumber :

https://nashatakram.net/google-assistant-kini-bisa-bantu-putar-spotify/