Prinsip-prinsip Kewirausahaan

Prinsip-prinsip Kewirausahaan

Menurut Dhidiek. D. Machyudin prinsip dalam berwirausaha adalah sebagai berikut:

1.      Harus optimis

2.      Ambisius

3.      Dapat membaca peluang pasar

4.      Sabar

5.      Jangan putus asa

6.      Jangan takut gagal

7.      Kegagalan pertama dan kedua itu biasa, anggaplah kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

Sedangkan Khafidhul Ulum mengemukakan prinsip kewirausahaan sebagai berikut :

1.      Passion (semangat)

2.      Independan (mandiri)

3.      Marketing sensitivity (kreatif dan inovatif)

4.      Calculated risk taker (mengambil resiko penuh perhitungan )

5.      Persisten (pantang menyerah)

6.      High ethical standart (berdasarkan standar etika)

Apabila pendapat Dhidiek D. Machayudin dan Kafidhul Ulum tersebut digabungkan, maka paling tidak terdapat 13 prinsip dalam berwirausaha yaitu :

1.      Jangan takut gagal

Banyak yang berpendapat bahwa untuk berwirausaha dianolagikan dengan impian seseorang untuk dapat berenang.

Walaupun teori mengenai berbagai gaya berenang sudah dikuasai dengan baik dan literature sudah lengkap, tidak ada gunanyakalau tidak diikutu dengan nyebur kedalam air (peraktek berenang). Demikian halnya untuk berusaha, tidak ada gunanya berteori kalau tidak terjun paying, sehingga mengalami (berpengalaman), dan sekali lagi jangan takut gagal, sebab kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.

2.      Semangat

Dari nasehat Harvey Mckey (pada nomor 1) hal yang menjadi penghargaan terbesar bagi wirausahaan bukanlah tujuannya, melainkan lebih kepada proses dan atau perjalanannya. Dari saran ini, maka bersemangatlah dalam usaha anda, pasti kedepannya akan berhasil.



3.      Kreatif dan inovatif

Kreativitas dan inovasi adalah model utama bagi seorang wirausaha. Seorang wirausaha tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi dalam segala hal .
Berfikir kreatif merupakan sebuah proses yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan. Namun setiap orang memiliki kemampuan kretif berbeda. Selama ini ada anggapan yang salah mengenai orang yang kreatif. ada yang mengatakan hanya orang kjenius atau orang pintar saja yang memiliki kratifitas. Kreatifitas bukanlah suatu bakat misterius yang diperuntukakkan bago sekelompok orang tertentu.

Menurut Munandar, bahwa kratifitas dapat terwujud dimana saja dan oleh siapa saja tidak tergantung usia, jenis kelamin, keadaan sosial ekonomi, atau tingkat pendidikan tertentu. Kreatifitas dimiliiki oleh semua orang dan dapat ditingkatkan, oleh sebab itu harus dipupuk dan dikembangkan agar tidak terpendam dan tidak dapat diwujudkan .

Proses berfikir kreatif dilakukan secara sistematis dan memaluli tahap-tahapan berikut :

a)      Pengumpulan informasi

b)      Proses inkubasi

c)      Melahirkan ide

d)     Evaluasi dan tindak lanjut (menjadi wurausaha sukses.

Disamping kreatif, juga dituntut inovatif, berikut pola pikir inofatif :

a)      Imajinatif

b)      Spekulatif

c)      Konseptual

d)     Interpersonal

e)      Impulsif

f)       Belajar, mau bertanya

g)      Mencari

h)      Reseptif

4.      Bertindak dengan penuh perhitungan dalam mengambil resiko

RECENT POSTS