Pengertian Teori Konflik Kontemporer

Pengertian Teori Konflik Kontemporer

 

Teori konflik kontemporer adalah teori masa kini/modern yang lebih bersifat kompleks dan muncul sebagai kritikan atas teori fungsionalisme structural yang terjadi akibat adanya konflik yang menghasilkan kompromi-kompromi yang berbeda dengan kondisi semula. Pendekatan konflik masa kini melihat perilaku kriminal sebagai suatu refleksi dari kekuasaan yang memiliki perbedaan dalam mendefinisikan kejahatan/ penyimpangan. Ada sebagian pemikir konflik kontemporer yang mendefinisikan kriminalitas sebagai suatu fungsi dari posisi kelas sosial. Karena kelompok elit dan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan memiliki kepentingan yang berbeda, apapun keuntungan dari kelompok elit akan bekerja melawan kepentingan kelompok yang tidak memiliki kekuasaan. Oleh karena itu, tidak mengejutkan apabila data dan catatan resmi tentang angka kejahatan di kantor polisi secara mendasar lebih tinggi pada kelas bawah dibandingkan kelas-kelas yang memiliki hak-hak khusus.
Teori-teori konflik kontemporer sering kali juga menganggap kejahatan sebagai suatu tindak rasional. Kejahatan yang terorganisir adalah suatu cara rasional untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan ilegal dalam masyarakat kapitalis. Teori-teori konflik menganggap kejahatan sebagai suatu ciri yang tidak dapat diubah dari masyarakat kapitalis. Amerika Serikat adalah satu dari masyarakat kapitalis tingkat tinggi/ lanjut dan angka kejahatan tertinggi di dunia saat ini.
Dalam konteks sosio historisnya teori konflik yang muncul pada abad 18 dan 19 dapat dimengerti sebagai respons dari lahirnya dual revolution yaitu demokratisasi dan industrialisasi sehingga kemunculan konflik sosioloigi modern merupakan akibat realitas konflik dalam masyarakat industrial selain itu dalam konteks akademis teori sosiologi konflik kontemporer adalah refleksi dari ketidakpuasaan terhadap fungsionalisme. Sesungguhnya membahas sosiologi konflik kontemporer masih mengikuti peta 3 mazhab besar ilmu-ilmu sosial diantaranya:
Mazhab positif pada dasarnya melahirkan sosiologi konflik stuktural sehingga bisa disebut juga sebagai sosiologi konflik makro. Ada 2 ciri utama dari mazhab ini yaitu:
Generalisasi teori yang bisa berlaku secara universal
Melihat konflik sebagai bagian dari dinamika gerakan stuktural

 

Mazhab Humanisme secara umum berkembang sebagai respons terhadap analisis makro fungsionalisme stuktural.Aliran ini sangat mungkin dimanfaatkan untuk menganalisis konflik masyarakat.