Hakikat Belajar Bahasa

Hakikat Belajar Bahasa

  1. Pengertian Pembelajaran Bahasa

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi.Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pembelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995).Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pembelajar bahasa diarahkan ke dalam empat sub aspek, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat dalam kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi.

Gilstrap dan Martin (1975) menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan pembelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran.Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan.

Uraian di atas sudah jelas bahwa pembelajaran bahasa pada anak didik atau pembelajar yang ditransformasikan oleh guru meliputi empat aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Proses guru sendiri dalam mentransformasikan materi atau bahan untuk membantu siswa dalam menguasai atau mempelajari keempat aspek tersebut diserahkan kepada guru sepenuhnya. Sehingga, sebagai guru dan calon guru sedini mungkin sudah harus diperkenalkan untuk berfikir kritis dan inovatif dalam mencari metode serta bahan ajar yang akan di sampaikan kepada paserta didik atau anak didik sesuai dengan tahap perkembangannya. Pemilihan bahan ajar serta metode yang digunakan bervariasi sesuai dengan minat serta kemampuan yang dimiliki siswa. Misal untuk mengajarkan anak SD kelas VI berbeda dengan metode mengajar anak kelas V walaupun materi pokok yang diajarkan sama. Bagi siswa kelas VI belajar berpidato sudah dapat dilakukan tanpa teks, sedangkan anak kelas V masih boleh menggunakan teks. Hal ini dilakukan agar setiap siswa mempunyai kompetensi pembelajaran yang meningkat seiring dengan perkembangan mental anak.

Belajar merupakan perubahan prilaku manusia atau perubahan kapabilitas yang relative permanen sebagai hasil pengalaman. Belajar juga merupakan kegiatan yang kompleks. Artinya didalam proses belajar tedapat berbagai kondisi yang dapat menentukan keberhasilan belajar. Factor yang mempengaruhi keberhasilan belajar adalah berbagai kondisi yang berkaitan dengan proses belajar yakni kondisi eksternal dan kondisi internal.