Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW

Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW

Menurut para teolog, esensi kenabian atau sifat-sifat wajib nabi adalah Sidiq (benar), amanah, tabliq, cerdas.

  1.  Kejujuran (kebenaran)

Kejujuran atau kebenaran adalah dasar utama dari kenabian. Tidak ada kebohongan atau tipuan yang pernah terdengar dari mereka, entah itu secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi. Nabi pasti diberkahi dengan kejujuran, karena Allah berkehendak agar setiap orang menjadi benar dan menjunjung kebenaran.

Rasulullah dikenal sebagai orang yang benar dan jujur bahkan sebelum Islam datang. Penduduk Mekah, bahkan kaum Kafir sekalipun menyebutnya Al-Amin (yang dapat dipercaya). Bahkan musuh-musuhnya tidak menuduhnya bohong setelah dia menyatakan kenabiannya, sebab tak ada yang pernah mendengar ia berbohong.

Kebenaran adalah poros kenabian. Tak mungkin tidak, sebab jika seorang Nabi bohong. Maka Allah berfirman:

Jika dia (Muhammad mengada-adakan sebagian perkataan (berbohong) atas nama Kami, niscaya kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi dari pemotong urat nadi itu (Q.S 69: 45-47)

  1.  Amanah (dapat dipercaya)

Sebelum dan sesudah kemunculan Islam, musuh-musuh Nabi saw sekalipun mengenal beliau sebagai orang yang terpercaya dan amanah. Bahkan setelah menyatakan dirinya sebagai Nabi, para musuh beliau tetap menitipkan barang-barang berharga mereka kepadanya. Mereka sama sekali tidak khawatir beliau akan menyitanya atau menggunakannya demi kepentingan Islam

  1.  Tabligh

Nabi-nabi diutus untuk menyampaikan risalah dan untuk menerangi jalan menuju kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Seorang nabi secara total mengabdikan diri pada misinya dan karena itu merupakan altruis (orang yang tidak mementingkan diri sendiri) yang hidup demi kebahagiaan dan kebaikan orang lain. Para Nabi ditugaskan untuk menyampaikan risalah Ilahi. Mereka melaksanakannya dengan sebaik-baiknya, dengan sabar menghadapi bencana bahkan penyiksaan, memenuhi tanggu jawab mereka, dan kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah. Rasulullah menyeru kepada semua penduduk Mekah, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.

RECENT POSTS