Nasionalisme China

Nasionalisme China

                Dinasti terakhir kekaisaran Cina adalah dinasti Manchu yang memerintah sekitar tahun 1644 sampai dengan 1912 yang berasal dari Asia Tengah, sehingga sebenarnya merupakan dinasti asing bagi rakyat Cina. Kaum atau penduduk bangsa Manchu adalah seorang tuan-tuan tanah besar yang telah memmiliki hak-hak istimewa. Dalam abad ke 19 kekaisaran Cina dalam keadaan lemah, sehingga tidak mampu menghadapi kekuasaan Eropa. Akibat kekalahannya dalam perang candu, Cina harus menyerahkan Hongkong dan lima pelabuhan harus dibuka bagi bangsa Eropa saat itu. Dalam perang dengan Jepang pada tahun 1894-1895 kekaisaran Cina juga kalah dan terpaksa harus melepaskan Formosa kepada Jepang berdasarkan perjanjian Syimonoseki.

Runtuhnya Dinasti Manchu

          Mulai pertengahan abad ke-17 ( 1644), Cina berada di bawah kekuasaan dinasti asing yakni Dinasti Machu. Di bawah pemerintahan Kaisar K’ang Hsi (1662–1722) dan Ch’ien Lung (1736–1796), Cina mengalami masa kejayaan. Akan tetapi, setelah meninggalnya kedua kaisar tersebut. Dinasti Manchu berangsur-angsur mengalami kemunduran dan akhirnya runtuh.

1)      Perang Candu (1839–1842).

Gerakan kebangsaan Cina tidak hanya berjuang untuk pembaharuan, tetapi juga untuk menentang pengaruh orang asing, dan meruntuhkan dinasti Manchu seperti yang telah dijelaskan diawal tadi.

      Berawal dari aktivitas Inggris yang memasukkan candu secara besar-besaran ke Cina tanpa membayar bea cukai menyebabkan Cina (Lin Tse Hsu) membuang 20.000 peti candu seharga 9 juta dollar ke laut. Hal ini menimbulkan ketegangan antara Cina dan Inggris sehingga meletuslah Perang Candu. Perang berakhir dengan kemenangan Inggris dan diakhiri dengan Perjanjian Nanking, 29 Agustus1842.

Perjanjian Nanking isinya, antara lain sebagai berikut:

  1. a)Cina menyerahkan Hongkong kepada Inggris.
  2. b)Cina mengganti kerugian perang sebesar 6 juta dollar.
  3. c)Lima kota pelabuhan (Canton, Amoy, Foochow, Ningpo, dan Shanghai) dibuka untuk perdagangan asing.

Kekalahan Cina dalam Perang Candu ini mengakibatkan martabat bangsa Cina menurun dan suramnya Dinasti Manchu di dunia internasional.

2)      Pemberontakan T’ai Ping.

Pemberontakan ini dilakukan oleh rakyat Cina yang bertujuan untuk menggulingkan kekuasaan Dinasti Manchu. Adapun sebab-sebab timbulnya pemberontakan T’ai Ping, antara lain sebagai berikut:

  1. a)Lenyapnya kepercayaan rakyat Cina terhadap Dinasti Manchuakibat kekalahannya dalam Perang Candu.
  2. b)Rakyat yang sudah menderita masih dibebani pajak yang tinggi untuk ganti kerugian perang.
  3. c)Timbulnya semangat nasionalisme.
  4. d)Berkembangnya agama Kristen Pemberontakan meletus pada tahun 1851 di Kwangsi di bawah pimpinan Hung Hsiu Chuan. Dengan paham Kristennya, Hung ingin membebaskan rakyat Cina dari kekuasaan Dinasti Mancu yang korup dan bobrok. Di Nanking, Hung Hsiu Chuan berhasil mengangkat dirinya menjadi raja dengan gelar T’ien Wang (Kaisar Langit) dan kerajaannya dinamakan T’ai Ping Tien Kuo (Kerajaan Surga yang Abadi). Namun, pemberontakan ini akhirnya berhasil dipadamkan oleh Dinasti Manchu pada tahun 1864.

https://haciati.co/