Jaga Kesehatan Mental Guru dan Siswa Selama Corona

Berita epidemi virus korona belum mereda. Sekarang serangan virus tidak hanya kesehatan fisik tetapi juga mental. Anda tidak hanya membutuhkan pendidikan yang baik, tetapi juga kewaspadaan dan dedikasinya. Terutama mereka yang memiliki masalah mental bawaan seperti gangguan kecemasan atau obsesif kompulsif (OCD).

Sangat umum untuk merasa cemas, stres atau kewalahan dalam situasi epidemi. Namun, jika dibiarkan, stres akan berdampak buruk pada kesehatan mental. Selain itu, Anda perlu melanjutkan guru dari rumah sebagai guru. Seberapa baik Anda dapat menerima situasi ini?

UNICEF merangkum cara untuk menjaga kesehatan mental dalam situasi epidemi. Inilah beberapa:

1. Belajar Lakukan kebenaran pembelajaran online

Mempertahankan pola pikir selama epidemi

(Sumber: news.detik.com)
Sebagai akibat dari kebijakan pemerintah yang menyerukan pemisahan diri di rumah. Guru tidak bisa lagi mengajar secara langsung, jadi ubah pengajaran pembelajaran online dan kegiatan pembelajaran. Ada banyak platform alternatif yang dapat membantu Anda belajar jarak jauh, seperti Google Classroom, Zoom, Ruangguru School Free Online School, atau Ruang Belajar Komunikasi Siswa.

2. Diskusikan masalah COVID-19 dengan siswa

Mempertahankan pola pikir selama epidemi
(Sumber: Shutterstock.com)
Berita di media tidak berhenti membahas masalah COVID-19, hal yang sama dapat dilakukan dengan siswa. Tentu saja, di sini dan Anda para siswa hanya perlu fokus pada hal-hal yang nyata dan positif dan memilahnya. Jangan terlalu khawatir. Jika siswa khawatir atau takut, pastikan Anda selalu ada untuk mereka.

Baca juga: 6 cara tepat untuk menjelaskan virus korona kepada anak-anak
Diskusikan masalah COVID-19 dengan mendorong siswa untuk tidak panik membuat karya seni seperti poster pencegahan virus koroid, video langsung yang baik dan nyata, dan banyak lagi.

3. Beristirahat atau bersenang-senanglah

Mempertahankan pola pikir selama epidemi

(Sumber: Udyami.com)
Ketika ada jarak sosial, kegiatan di rumah menjadi terbatas sehingga mereka dapat menyebabkan stres. Saat Anda tidak memberi kuliah, istirahat atau pilih sesuatu (hobi) untuk meredakan stres pada otak Anda. Misalnya dengan memasak, membaca buku, atau bermain game. Lakukan apa yang Anda bisa untuk mengalihkan pikiran Anda dari epidemi ini. Karena Anda sering berpikir tentang virus korona, itu bisa membuat Anda merasa sangat ketakutan.

4. Dapatkan informasi yang dapat dipercaya tentang COVID-19

Dapatkan informasi yang andal

(Sumber: idntimes.com)
Baca banyak tentang wabah virus korona, yang dapat menyebabkan serangan kecemasan bagi siapa pun yang memiliki gangguan kecemasan. Meskipun demikian, media sosial atau grup WhatsApp Anda tanpa henti melaporkan berita wabah ini. Ingat, jangan hanya menggunakan semua informasi. Tingkatkan dan pilih berita yang menurut Anda kredibel. Pilih portal berita yang reputasinya dan kredibilitasnya benar-benar Anda kenal. Pada dasarnya, jika Anda merasa sangat gugup, Anda dapat menghindari media sosial selama beberapa saat.

Pemerintah, melalui Kelompok Kerja Manajemen Virus Corona (Covid-19), meluncurkan situs web Covina 19.go.id sebagai sumber informasi resmi tentang pengendalian virus Corona, yang saat ini menjadi epidemi global. Ada pesan di situs ini tentang tiga langkah penting yang dapat dilakukan orang untuk mengurangi risiko penularan, menemukan informasi yang akurat, dan apa yang harus dilakukan ketika mereka sakit.

5. Carilah tips kesehatan mental

Jika Anda atau siswa Anda mendapati bahwa kegiatan harian Anda mengganggu, hubungi psikolog / konselor segera. Menggali stres pada kondisi mental hanya bisa memperburuk keadaan. Ini dapat menyebabkan penyakit psikosomatis, yang merupakan kondisi yang mempengaruhi tubuh atau mengganggu pikiran.

Di saat-saat seperti ini, penting untuk bisa menjaga diri sendiri. Kesehatan Anda dan siswa Anda menjadi yang utama. Kami mencoba menggunakan Ruangguru School gratis untuk alat bantu belajar. Siswa dapat melakukan pembelajaran jarak jauh (pengajaran langsung) setiap hari Senin-Jumat setelah pendaftaran Ruangguru, mulai pukul 8:00 hingga 12:00. WIB Materi ini mencakup semua mata pelajaran untuk semua tingkatan sesuai dengan kurikulum nasional, dari tingkat dasar 1 hingga 12 sekolah menengah standar (sains dan ilmu sosial) dan sekolah kejuruan yang dikelola oleh guru-guru Ruangguru.

Baca juga: