Cara Mengajarkan Sikap Positif dan Empati pada Siswa

Menyebarkan informasi tentang wabah Covid-19 dapat memengaruhi kesehatan mental. Orang-orang panik, khawatir dan takut menginfeksi atau kehilangan orang yang mereka cintai. Terlebih lagi, jika membatasi kegiatan di luar rumah mengurangi interaksi, itu menyebabkan kebosanan dan stres.

Mempertahankan sikap dan empati positif adalah kunci agar kita tidak kewalahan oleh kebisingan negatif yang disebabkan oleh epidemi ini. Hubungan positif membantu menjaga kesehatan mental kita dan orang-orang di sekitar kita. Sementara itu, empati dapat membuat kita merasakan perasaan orang lain. Kita dapat berpikir tentang apa yang orang lain pikirkan dan rasakan.

Sebagai seorang guru, penting bagi kami untuk terus mengajarkan siswa perilaku positif dan empati, terutama di masa-masa sulit seperti ini. UNICEF merangkum sejumlah hal yang harus dipertimbangkan oleh guru dan pendidik ketika mengajar dan menerapkan sikap dan empati positif bagi siswa, termasuk yang berikut.

1. Puji prestasi setiap siswa

Hargai prestasi setiap siswa

(Sumber: Shutterstock.com)
Saat belajar di rumah, ingatlah untuk selalu memberikan tugas untuk membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka tentang materi tersebut. Selalu menghargai ketika siswa Anda telah berhasil menyelesaikan tugas mereka. Misalnya, dengan kata-kata yang bernilai, pujian, atau dorongan. Dengan cara ini, mereka merasa bahwa upaya mereka dihargai dan mereka akan lebih antusias belajar di rumah.

Anda perlu tahu bahwa siswa yang sering menerima pujian dari guru akan tumbuh dengan banyak hasil positif. Kepercayaan dirinya akan tumbuh, dan semangat kreatif dan inovatifnya akan berkembang hingga batas tertinggi. Selain itu, siswa akan terbiasa memperhatikan kebiasaan ini juga, dan lebih cenderung ke lingkungan.

2. Belajar untuk bekerja dengan baik dan benar

Pengiriman yang baik

(Sumber: Fluentu.com)
Ketika meminta atau melarang siswa untuk melakukan sesuatu, hindari menggunakan kata-kata negatif seperti “tidak” atau “tidak”. Gunakan kalimat positif sebagai pengganti. Misalnya, Anda dapat mengubah baris “Jangan curang!” Z “Bekerja secara independen untuk menguasai konten dengan lebih cepat.” Selain itu, ungkapkan diri Anda dengan baik agar tidak membahayakan siswa. Siswa dapat lebih mudah menerima metode pengiriman yang baik dan mengikuti mereka. Secara tidak langsung, Anda akan mengajar siswa bagaimana melindungi dan menghormati perasaan orang lain.

3. Gunakan disiplin positif pada siswa

Gunakan disiplin positif

(Sumber: careeraddict.com)
Disiplin positif adalah upaya yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan nilai disiplin di kalangan siswa tanpa kekerasan dan intimidasi. Siswa diajarkan untuk bertanggung jawab dan memahami konsekuensi dari tindakan apa pun. Dengan cara ini, siswa akan belajar membuat keputusan yang baik sebelum melakukan.

Selama epidemi, guru dapat mengajarkan disiplin untuk menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. Jelaskan kepada siswa bahaya penyebaran Covid-19. Setelah itu, undang siswa untuk bekerja bersama untuk mencegah penyebaran virus dengan mencuci tangan secara menyeluruh dan mengikuti peraturan pemerintah untuk mencapai jarak sosial.

Saling membantu

(Sumber: palmpartners.com)
Saling membantu mungkin tidak hanya terlihat, tetapi perlu dibangun dengan mengajar dan menerapkannya di lingkungan. Karena itu penting bahwa guru mengajar setiap siswa. Ada banyak cara untuk terlibat dalam membersihkan lingkungan kelas atau sekolah.

Dalam situasi saat ini, Anda juga dapat mengundang siswa untuk menyumbang ke komunitas yang kurang beruntung yang terkena dampak Kovid-19. Selain itu, disiplin fisik jarak jauh dapat membantu melindungi Anda dan orang-orang di sekitar Anda agar tidak terinfeksi virus. Dengan bantuan mengajar sejak usia dini, siswa dapat menjadi lebih peduli tentang lingkungan dan memiliki rasa empati yang lebih besar.

Ada empat cara guru dapat membangun sikap positif dan mengajarkan empati kepada siswa selama epidemi Covid-19. Semoga tragedi ini segera berakhir dan kita semua akan dapat segera melanjutkan kegiatan normal kita. Jaga semangat Anda dan jaga kesehatan Anda.

Saat melakukan program pembelajaran jarak jauh di rumah, guru dapat memanfaatkan layanan Ruangguru gratis sebagai dukungan yang dapat digunakan oleh siswa Anda. Ruangguru Online School menawarkan layanan pembelajaran online setiap hari Senin-Jumat, dari jam 8 pagi hingga jam 12 siang melalui WIB melalui aplikasi Ruangguru. Gratis untuk semua tingkatan kelas.

Baca juga: