Tentang Semantik dan Etimologi

Tentang Semantik dan Etimologi

Tentang Semantik dan EtimologiTentang Semantik dan Etimologi

Kali ini saya akan mengulas tentang simantik dan etimologi. Apa itu simantik? simantik adalah bagian dari tata bahasa yang meneliti makna dalam bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan dari arti suatu kata.

Sedangkan etimologi adalah ilmu yang mempelajari perubahan dan perkembangan bentuk kata. Dalam etimologi tekanan diletakan atas sejarah bentuk kata. Adapun dalam simantik, tekanan terdapat pada makna dan sejarah makna kata.

 

Macam-Macam Arti

Batasan arti adalah hubungan antara benda berupa lambang bunyi udara dengan hal atau barang yang dimaksudkan.

Arti leksial adalah arti dari kata sesuai dengan hal yang terdapat dalam kamus atau leksikon.

Arti struktural adalah arti yang diperoleh dari meneliti hubungannya dalam kalimat.

Homonim adalah kata-kata yang mempunyai bentuk yang sama tetapi artinya berbeda. Contoh: Dia bisa mengerjakan pekerjaan itu. (Bisa = sanggup). Bisa ular itu sangat berbahaya. (Bisa = racun).

Homograf adalah kata-kata yang ejaannya sama tetapi mempunyai bunyi dan arti yang berbeda. Contoh: Ayahnya seorang pejabat teras di Departemen Keuangan. (teras = tingkat atas). Bandingkan dengan “Mereka sekeluarga sedang duduk-duduk di teras rumah.” (teras = beranda).

Homofon adalah kata-kata yang bunyinya sama tetapi ejaan dan artinya berbeda. Contoh: Ayah bercerita tentang pengalamannya pada masa lampau. (masa = waktu). Bandingkan dengan, Tak ada seorangpun yang berani melawan bila massa telah menyerang. (Massa = masyarakat)

Polisemi adalah suatu kata yang mempunyai makna lebih dari satu. Contoh: “Rumah tempat tinggalnya selalu tampak bersih”. “Dalam perkara kejahatan itu rupanya ia bersih”.

Hiponim adalah kata atau frase yang maknanya dalam makna kata atau frase lain. Contoh: Merah, hijau, coklat, kuning – hiponimnya warna.

Antonim adalah dua buah kata yang maknanya dianggap berlawanan. Contoh: Tembok penjara setinggi itu masih terlalu rendah untuk penjahat itu.

Perubahan Makna

Berikut ini beberapa peristiwa perubahan makna yang penting;

Meluas, adalah cakupan makna sekarang lebih luas dari pada makna yang lama. Contoh: Bapak, dulu dipakai dalam hubungan persaudaraan, tetapi sekarang dipakai untuk panggilan laki-laki yang lebih tua/tinggi kedudukannya.

Menyempit, adalah cakupan arti dulu lebih luas daripada makna sekarang. Contohnya: Sarjana. Dulu kata ini untuk menyebut semua orang cendikiawan, tetapi sekarang dipakai untuk gelar universitas.

Amelioratif adalah suatu proses perubahan arti, yang menempatkan arti baru lebih tinggi atau lebih baik nilainya dari dulu. Contohnya: Istri/Nyonya lebih baik dari bini, atau wanita lebih baik dari perempuan.

Peyoratif adalah suatu proses perubahan makna, yang menjadikan arti baru lebih rendah nilainya dari dulu. Contohnya: Kaki tangan dulu berarti pembantu, sekarang dipakai dalam arti kurang baik. (orang jahat)

Sinestesia adalah perubahan makna akibat pertukaran tanggapan antara dua indera yang berlainan. Contohnya: Kata-katanya pedas (pedas tanggapan indera perasa), atau seperti pada kalimat suaranya sedap didengar. (sedap tanggapan indera perasa).

Asosiasi adalah perubahan makna yang terjadi karena persamaan sifat. Contoh: Catut (alat untuk menarik/mencabut paku). Catut juga dipakai untuk persamaan sifat orang yang menjual barang-barang dengan harga tinggi


Sumber: https://dosenpendidikan.id/