Perubahan Bentuk Kata

Perubahan Bentuk Kata

Perubahan Bentuk KataPerubahan Bentuk Kata

Perubahan bentuk kata dibedakan atas beberapa hal berikut:

Perubahan bentuk kata-kata dari perbendaharaan kata-kata asli suatu bahasa karena pertumbuhan dalam bahasa itu sendiri.

Perubahan bentuk dari kata-kata pinjaman.

Adaptasi

Semua bentuk asing yang tidak diterima begitu saja tetapi selalu mengalami proses penyesuaian sesuai dengan struktur bahasa Indonesia disebut adaptasi.

Adaptasi atau penyesuaian bentuk dibedakan atas dua hal yaitu;

Adaptasi berdasarkan sistem fonologi bahasa Indonesia. Contoh: voorschot (Bld) > persekot, voorloper (Bld) > pelopor.

Adaptasi berdasarkan bentuk kata atau morfologi dalam bahasa Indonesia. Contoh: prameswari (Skt) > permaisuri. prakara (Skt) > perkara.

Analogi

Analogi adalah pembentukan suatu kata baru berdasarkan suatu contoh yang sudah ada.

Contoh:

ekspor (Bahasa Inggris) – to export, exporting, exported.

(Bahasa Indonesia) – ekspor, pengeksporan, pengekspor, mengekspor, diekspor.

 

Kontaminasi atau Keracunan

Kontaminasi atau keracunan yaitu dua ungkapan yang berlainan diturunkan suatu ungkapan baru.

Contoh:

Membungkukkan badan dan menundukkan kepala dibuat kontaminasi menundukkan badan

 

Macam-Macam Gejala Perubahan Bentuk Kata.

Berikut ini beberapa gejala perubahan bentuk kata

 

  1. Asimilasi, adalah gejala dua buah fonem yang tidak sama dijadikan sama.

Contoh;

alsalam > asalam

in moral >imoral

 

  1. Desimilasi adalah proses berubahnya suatu monoftong menjadi diftong.

Contoh:

sajjana > sarjana

citta > cipta

 

  1. Diftongisasi adalah proses berubahnya suatu monoftong menjadi diftong.

Contoh:

anggota > anggauta

teladan > tauladan

 

  1. Monoftongisasi adalah proses berubahnya suatu diftong menjadi monoftong.

Contoh:

pulau > pulo

danau > dano

 

  1. Haplologi adalah proses hilangnya suatu suku kata di tengah-tengah sebuah kata.

Contoh:

budhidaya > budidaya

mahardhika > merdeka

 

  1. Anaptiksis adalah proses penambahan suatu bunyi dalam suatu kata untuk melancarkan ucapannya.

Contoh:

sloka > seloka

srigala > serigala

 

  1. Metatesis adalah proses perubahan bentuk kata dengan bertukarnya tempat dua fonem dalam sebuah kata.

Contoh:

drohaka > durhaka

pratyaya > percaya

 

  1. Aferesis adalah proses hilangnya satu fonem lebih pada awal suatu kata.

Contoh:

pepermint > permen

upawasa > puasa

 

  1. Sinko adalah proses hilangnya satu fonem atau lebih di tengah-tengah suatu kata.

Contoh:

niyata > nyata

utpatti > upeti

 

  1. Apokop adalah proses hilangnya suatu fonem pada akhir suatu kata

Contoh:

pelangit > pelangi

mpulaut > pulau

 

  1. Protesis adalah proses bertambahnya suatu fonem pada awal suatu kata.

Contoh:

mas > emas

stri > istri

 

12 Epentesis (=mesogoge) adalah proses bertambahnya suatu fonem atau lebih ditengah-tengah suatu kata.

Contoh:

akasa > angkasa

racana > rencana

 

  1. Paragog adalah proses penambahan suatu fonem pada akhir suatu kata.

Contoh:

adi > adik

kak > kakak


Sumber: https://gurupendidikan.org/