Perlu Uang, Sebaiknya Jual atau Gadai Kendaraan

Virus Corona membuat kegiatan terhambat, sementara keperluan harus tetap berjalan. Untuk yang terdampak, aset kekayaan laksana mobil atau motor terpaksa dipakai untuk memblokir ekonomi. Ada dua pilihan, gadai atau jual.

Namun, dalam kondisi apa seseorang menggadaikan asetnya?

Financial Planner sekaligus CEO OneShildt, Budi Raharjo menuliskan sebelum menyimpulkan untuk memilih gadai atau memasarkan kendaraan bermotor butuh diketahui dulu konsekuensi dari kedua opsi tersebut.

“Tergantung latar belakang dan destinasi pemakaiannya, tersebut yang mesti dikenang selalu. Kemudian karakteristik pun beda-beda, anda mau jual bagaimana, anda mau gadai bagaimana. Konsekuensi pun beda,” kata Budi.

Sebab baik gadai atau jual kendaraan bermotor mempunyai keuntungan dan ciri khas berbeda-beda.

Gadai Kendaraan Bermotor

Budi menuliskan gadai menjadi sumber likuiditas jangka pendek dalam situasi yang mendesak, khususnya bila tidak terdapat dana cadangan.

Ia menyinggung gadai dapat menjadi penyelesaian bila memerlukan uang dalam masa-masa dekat. Namun kekurangannya, aset laksana kendaraan bermotor yang digadai hasil dana yang diterima tidak 100 persen dari harga pasar.

“Penilaian dari pegadai-nya sendiri, contoh harga barang itu dinilai market valuenya berapa, ditaksir duluKemudian nanti dipinjamkan berapa persen dari plafon harga market value-nya,” ungkap Budi.

Adapun ia membeberkan yang sangat penting merupakan kesanggupan membayar angsuran per bulan alias melunasi pinjaman. Biasanya, orang-orang memilih gadai karena perlu uang namun tidak hendak kehilangan aset.

“Kita pilih gadai, ke depannya punya kesempatan untuk menebusnya kembali. Tapi bila tidak ada kesempatan untuk menebusnya kembali, kena potong biaya-biaya, contohnya ongkos bunga, administrasi.”

“Misalnya guna empat bulan maksimal mesti dilunasi, bila tidak itu dapat revolving, atau dilanjutkan lagi tapi tersebut tentunya kena ongkos administrasi,” cerah dia.

Budi menuliskan bila tidak proyeksi atau dana untuk menunaikan gadai, lebih baik memasarkan kendaraan. Apalagi saat memasarkan tidak dikenakan bunga dan administrasi. Plus dana yang didapat pun lebih banyak.

“Jika memang kita memerlukan 100 persen uangnya lebih baik anda jual saja,” tutur Budi.

Meski begitu saat memasarkan kendaraan barang langsung pindah tangan, kita tidak punya hak lagi. Sebab itu, Budi menganjurkan jika berkeinginan menjual kendaraan pastikan bukan perangkat penunjang dalam menggali nafkah.

“Konsekuensi pun beda, bila kita jual otomatis anda nggak punya kendaraan lagi. Tapi kita dapat mendapatkan cash yang sangat maksimal,” ujar Budi.

“Yang mesti diperhatikan ialah bahwa kendaraan tersebut bukan unsur dari penunjang usaha atau penunjang kegiatan yang dilakukan, bila itu ialah bagian penunjang, ya usahakan anda cari aset beda yang memungkinkan guna dicairkan.” terangnya.

Solusi beda yang dapat dilakukan, Budi menyatakan, dapat menjual kendaraan lalu lantas downgrade. Anda dapat mempunyai dana ekstra dari selisih harga tersebut.

“Kalaupun anda jual, kita menggali kendaraan beda yang lebih murah, jadi kita memakai selisih harganya. Operasional masih dapat disupport dengan kendaraan beda itu,” tukasnya.

Sumber: