Tinjauan Kritis Dinamika Sistem

Tinjauan Kritis Dinamika Sistem

Tinjauan Kritis Dinamika Sistem

Tinjauan Kritis Dinamika Sistem
Tinjauan Kritis Dinamika Sistem

Kekuatan sistem dinamik bergantung pada kekuatan klaim yang menyebutkan bahwa struktur adalah penentu tingkah laku sistem yang utama dan bahwa struktur dapat digambarkan dalam bentuk hubungan antara putaran umpan-balik positif dan negatif. Jika klaim ini dapat dibenarkan, maka dinamika sistem menjadi kerangka interdisiplin yang dapat menyatukan dan mampu melihat lebih jauh dari detail permukaan yang digambarkan oleh disiplin seseorang ke dalam pola yang lebih dalam dan benar-benar bertanggung jawab dalam menentukan tingkah laku. Dinamika sistem dapat membantu manajer mendalami kompleksitas dan turun tangan dalam menentukan perubahan dan memperbaiki sistem sosial.

Lagi, lama kelamaan timbul penjelasan menarik tentang permasalahan organisasi, berdasarkan tingkah laku sistem umpan-balik yang saling terkait. Masalah ini kemudian timbul: ketika kita mengobati gejala bukan memperbaikinya secara fundamental; ketika kita menjadi ketagihan oleh solusi mudah; ketika kita melupakan bahwa membutuhkan waktu untuk intervensi untuk menghasilkan sesuatu yang signifikan; ketiak kita mencoba mengubah sistem secara drastis bukannya mencari perubahan kecil yang dapat menghasilkan sesuatu yang besar; ketika kita menyalahkan orang lain atau kejadian di luar sistem bukannya melihat bahwa tindakan kita turut menyumbang pada hubungan yang menentukan tingkah laku sistem; dan seterusnya. Suatu pengertian yang mendalam akan sistem umpan-balik, dan pola dasar sistem disfungsional yang umum yang membantu manajer dalam menghadapi kekompleksan dan dalam mengambil keputusan yang lebih efisien dan manjur dalam rangka mencapai tujuan yang mereka inginkan.

Hal ini sering lebih dari sekedar kasus sebab model-model dinamika sistem membantu menunjukkan sesuatu yang tepat pada poin-poin kunci keputusan. Tindakan para pembuat keputusan ada dalam model-model tersebut, dan oleh karenanya mudah untuk menetapkan konsekwensi-konskwensi kebijakan kebijakan saat ini dan mencari alternatif-alternatif strategis. Hal ini mendahulukan penekanan pada pembelajaran bahwa secara terpisah yang dikemukakan dalam tulisan Senge. Manajer, tidak menyadari hubungan sistemik kontribusi dari tindakan mereka, yang cenderung akan bertindak dalam cara-cara yang memperburuk permasalahan yang ada. Jika mereka terlibat dalam banuban akibat model pengulangan yang telah berjalan, bagaimanapun, mereka menjadi sadar akan struktur-struktur mendasar saat kerja. Mereka lebih menginginkan pertanyaan model-model mental yang berkontribusi pada konsolidasi kerusakan pola-pola dasar.

Memadukan kekuatan wawasan teoretikal tersebut dengan kemajuan metodologi, model kuantitatif, simulasi komputer dan paket-paket software, dan banyak yang lainnya untuk mendukung argumen bahwa dinamika sistem telah mencapai ambisi Forrester pada sistem berpikir membuatnya lebih dapat diterapkan dalam (penyelesaian) masalah-masalah stategis.

Para pengkritik, bagaimanapun (Keys, 1991; Flood and Jackson, 1991; Jackson, 2000), harus sedapat mungkin menjadi perhatian. Bagi mereka yang bekerja dalam disiplin yang spesifik dan terlatih dalam metode scientific, dinamika sistem nampak tidak tepat dan kurang kaku. Kadangkala, dinamika sistem tampak sebagai pijakan untuk membangun model-model mereka tanpa melakukan persiapan diri terlebih dahulu. Mereka mudah mengabaikan teori-teori yang ada di lapangan tempat mereka bereksplorasi. Pada waktu yang lain, jika data tidak cukup diketahui tentang sebuah wilayah perhatian, mereka tinggal bersiap-siap membajak, membangun model mereka tanpa peduli untuk mengumpulkan semua data-data yang relevan lainnya yang dianggap sebagai esensi. Penghakiman, daripada penelitian ilmiah yang memadai, selalu mengisi kesenjangan. Kliam Forrester, pada awal 1970-an, yang kita tahu cukup untuk membuat model-model sistem sosial yang berguna, berbau arogan.

Karya Senge dapat terlihat tidak ilmiah, meskipun pada sebagian orang lain dapat bekerja dalam dinamika sistem. Forrester telah bereaksi menentang tendensi dalam Operational Research (OR) untuk mengurangi managemen science pada jumlah terbatas model-model matematis. Senge terlihat mengulangi kesalahan dalam meyakini bahwa kunci permasalahan managemen dapat dicari menggunakan perangkat terbatas sistem pola dasar. Forrester bersikeras bahwa simulasi komputer yang tepat (kaku), dirancang untuk mengusik perilaku counterintuitive pada sistem sosial, adalah pokok dari dinamika sistem. Senge, kemudian, muncul untuk membantahnya, sebagai inti sebuah pendekatan, yang para manajer belajar tantang umpan-balik hubungan (relationships).

Jika model-model dinamika sistem tidak tepat, kemudian mereka tidak dapat memberi prediksi keadaan sistem masa depan yang akurat dan, oleh karenanya, akan terbatasi kegunaanya pada para pembuat keputusan. Kritik ini diperkuat jika kita serius mendalami hasil kekacauan dan kompleksitas teori (lihat Bab 7). Teori kompleksitas menegaskan pada efek “butterfly”—ide bahwa perubahan-perubahan kecil dalam permulaan kondisi sistem dapat mengubahnya perilaku dalam arti luas dengan sangat signifikan. Jika dinamika sistem tidak mempunyai serapan akurat pada permulaan kondisi atau pada dampak yang pasti dalam perbedaan variabel-variabel yang relevan yang dimiliki satu dengan yang lainnya, kemudian klaim untuk membuat prediksi akurat pasti muncul tidak masuk akal. Hal ini dapat diilustrasikan ketika kita mengambil permisalan Cavaleri dan Obloj (1993), akibat perputaran garis batas diagram hubungan sistemik seharusnya menentukan masa depan arah perpolitikan Rusia. Menggunakan diagram ini, pembasa diajak untuk bersugesti dengan enam skenario yang kemungkinan besar bisa terjadi: “pemerintah yang kacau”, “kembali pada komunisme”, “negara (besar) Rusia”, “menjajah Chili”, “demokrasi sosial ala Eropa”, atau “New York on The Volga”. Saya tidak mengerti, menggunakan diagram tersebut” bagaimana setiap orang dapat mencoba menjawab pertanyaan ini.

Baca Juga :