Arang Gedung SMK Yadika Diteliti

Arang Gedung SMK Yadika Diteliti

Arang Gedung SMK Yadika Diteliti

Arang Gedung SMK Yadika Diteliti
Arang Gedung SMK Yadika Diteliti

 Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Yayasan Abdi Karya (Yadika) 6 di Jalan Wadas Raya Nomor 32, RT 03 RW 04, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi. Hasil olah TKP, tim membawa sejumlah barang untuk diperiksa.

Tim Puslabfor tiba sekira pukul 11.00, tidak berselang lama tim langsung menyisir seluruh ruang gedung sekolah empat lantai tersebut. Setelahnya, sejumlah barang dibawa untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, diantaranya jaringan instalasi listrik dan arang bekas kebakaran gedung.

”Kita melakukan olah TKP kita membawa barang bukti, kita periksa ke laboratorium. Barang buktinya standar untuk pemeriksaan kebakaran, ada abu, arang, ada instalasi yang diduga, pokoknya semua yang ada kaitannya dengan TKP,” terang ketua tim Puslabfor, Kompol Karya Wijayadi, Rabu (20/11) usai olah TKP.

Hingga saat ini belum dipastikan penyebab kebakaran yang menghanguskan gedung sekolah empat lantai tersebut, sementara ini dugaan api berasal dari korsleting listrik. Tim meninggalkan lokasi sekira pukul 13.30

Di tempat yang lain, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombespol Indarto

menjelaskan, ada empat sampai lima barang bukti yang dibawa untuk mengetahui penyebab kebakaran. Disamping itu, pihak Polres Metro Bekasi Kota juga telah melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi.

”Disamping itu reserse juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa saksi, mengkaji dalam apakah ada indikasi kesengajaan atau motif ada pihak tidak yang di untungkan,” jelasnya.

Informasi terkini, ada 17 korban luka dalam kebakaran tersebut, baik dari pihak guru maupun siswa, hingga saat ini lima orang diantaranya masih dalam perawatan, dua lainnya menunggu jadwal operasi.

Sementara ini total kerugian belum bisa diperkirakan. Namun, konsisi

bangunan dinyatakan tidak bisa untuk dipergunakan lagi. Pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut terkait kelengkapan alat deteksi kebakaran disetiap gedung di wilayah Kota Bekasi bersama dengan pemerintah kota.

Sementara, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan telah disiapkan surat edaran kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) terkait dengan ketersediaan Apar, termasuk posko kebakaran disekitar lokasi Pondokgede.

”Kita kan Pemkot harus dirancang dulu, dihitung dulu sekolah SD kita aja

ada 400an SD nya, ada 52 SMA, yang negeri ya ada 22, SMK ada 13, swasta itu ratusan, makanya kita harus hitung betul. Kemarin ada APAR gak nolong juga karena lebih besar apinya,” kata Rahmat.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/