Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia
Tahukah Anda, Internetan Setiap Hari Bisa Bikin Hidup Lebih Bahagia

Salah satu penemuan teknologi terbesar dalam sejarah manusia yang mengubah pola hidup seseorang adalah Internet. Berkat temuan internet, segala hal bisa di lakukan dengan lebih mudah.

Tak hanya mempermudah manusia dalam kehidpuan sehari-hari, ternyata dengan aktivitas online atau internetan setiap hari bisa membuat hidup seseorang lebih bahagia.
Muat Lebih

Penipuan Lewat WA, Lakukan Tips Ini Untuk MengindarinyaCara Menyadap

Hp Android, Benarkah Bisa dilakukan?2 Langkah Mudah Cara Mengunci Apl di Smartphone Android

Setidaknya begitulah hasil peneletian yang di keluarkan oleh sekelompok peneliti asal Norwegia. Peneltian tersebut mengungkapkan dampak positif dari penggunaan internet terhadap perilaku manusia yang memasuki usia paruh baya.

Seperti di lansir dari laman DailyMail, laporan hasil penelitian ini menyebut jika seiring bertambahnya usia seseorang yang sering internetan setiap hari memiliki kecenderungan lebih bahagia dalam jangka waktu yang lama.
Baca Juga : #4 Tips Atasi Smartphone Yang Licin Dan Mudah Jatuh

Dalam penelitian ini, aspek utama bukan penelitian tentang seberapa lama

seseorang menghabiskan waktu berinternetan, namun dampak psiskis seseorang terhadap perasaan bahagia ketika menggunakan internet.

Menurut penjelasan para peneliti tersebut, pada awal masa dewasa, tidak ada perbedaan yang cukup signifikan dalam kebahagiaan seseorang antara mereka yang internetan setiap hari secara teratur dan mereka yang jarang menggunakan internet.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia, orang-orang yang biasa

menggunakan internet setiap harinya lebih merasa lebih bahagia untuk jangka waktu lebih lama.

Penelitian yang dilakukan oleh Dr Fulvio Castellacci dan Henrik Schwabe, dari Pusat Inovasi dan Budaya Teknologi di Universitas Oslo, Norwegia ini telah mengamati lebih dari 100.000 orang penduduk di Negara Eropa dalam studi mereka.

 

Baca Juga :