Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem

Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem
Kurangnya Tenaga Ahli Internal yang Memahami Sistem
Kasus yang terjadi pada MSCC adalah kurangnya tenaga ahli yang benar-benar memahami sistem atau minimal concern terhadap sistem dan pengembangan sistem itu sendiri. MSCC hanya memiliki seorang analis sistem yang ditempatkan dalam Departemen/ Bagian Keuangan, dan tidak ada departemen tersendiri yang menangani atau bertanggung jawab terhadap sistem. Hal ini mejadikan sistem/teknologi informasi tidak terlalu mendapat perhatian yang besar, padahal pengaruhnya sangat krusial dalam mendukung pencapaian tujuan organisai. Sebenarnya diperlukan masing-masing ahli sistem disetiap depertemen terutama departemen yang krusial seperti keuangan, operasional dan pemasaran sehingga mereka bisa membantu mendefinisikan apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masing-masing departemen sekaligus membantu memberi pelatihan terhadap penggunaan sistem. Selain itu mereka yang ditempatkan dimasing-masing departemen akan membuat tanggapan yang cepat apabila terjadi kerusakan sistem dan mengobservasi perkembangan sistem dengan kebutuhan masing-masing departemen.
Dengan kondisi seperti itu, karyawan yang mengalami kesulitan dalam implementasi sistem semakin dibuat bingung karena mereka tidak tahu harus bertanya kemana dan kepada siapa menyampaikan keluhan mengenai sistem yang mereka gunakan.
Berdasarkan kasus yang dialami MSCC dapat kita ambil sebuah pelajaran berharga betapa Sistem dan Teknologi Informasi menjadi suatu hal yang mutlak dibutuhkan oleh perusahaan sebagai keunggulan kompetitif untuk menciptakan pertumbuhan perusahaan yang pesat dan mencapai tujuan organisasi yang diinginkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa dewasa ini kemajuan suatu organisasi tidak dapat dilepaskan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan memanfaatkan sistem informasi dan teknologi dalam menciptakan keunggulan bersaing. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pengguna dari sistem informasi tersebut haruslah mumpuni dalam mengoperasikan sistem. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pelatihan sebelum pengguna terjun langsung ke sistem yang baru. Pelatihan ini harus sering dilakukan mengingat seiring perkembangan jaman, kebutuhan akan perangkat lunak akan terus berubah-ubah. Semakin kompleks suatu perusahaan maka semakin kompleks pula sistem yang digunakan. Namun, semakin lama, sistem akan semakin memanjakan penggunanya demi kenyamanan kerja.