Dekan Buka Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Dekan Buka Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Dekan Buka Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Dekan Buka Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris
Dekan Buka Workshop Evaluasi Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) Yeyen Suryani, M.Pd., dengan didampingi Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Erwin Oktoma, M.Pd., Sekretaris Prodi PBI Muhammad Aprianto BN, M.Pd., narasumber dari Ketua Asosiasi Prodi PBI cabang Jawa Barat Junjun M Ramdhani, M.Pd., membuka secara resmi kegiatan “Workshop Evaluasi Kurikulum” di Aula FKIP Uniku, Sabtu (27/07/2019).

Ketua Prodi PBI Erwin Oktoma, M.Pd., dalam sambutannya, mengatakan, perjalanan Prodi PBI FKIP Uniku dalam mengemban amanah tri dharma perguruan tinggi telah memasuki masa 13 tahun. Sebagai Prodi usia tersebut semakin menunjukan kematangan dan kearifan dalam penyelenggaraan dan pengelolaan untuk menghasilkan produk lulusan yang bisa bersaing di level nasional.

“Alhamdulillah, seiring dengan berjalannya waktu, capaian – capaian

prestasi yang telah ditunjukan oleh dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan dalam level nasional maupun internasional semakin meningkat. Hal tersebut, semakin memacu Prodi PBI untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional khususnya kemajuan Uniku,” tuturnya.

Lebih jauh, sambung dosen yang sedang menempuh pendidikan S3 di salah satu perguruan tinggi di Jakarta itu, menjelaskan, evaluasi dan berbenah diri wajib dilakukan untuk menuju sebuah kematangan, prestasi yang telah diraih baik hendaknya dipertahankan, kekurangan yang selama ini dirasakan ada, perlu diperbaiki dengan melibatkan sumber daya yang ada.

“Prodi PBI harus selalu berkarya dan berkontribusi dalam menggapai visi,

misi dan tujuan institusi. Dengan ditunjang kurikulum yang sesuai dengan tuntutan pasar dan dunia kerja khususnya di era industry 4.0,” jelasnya.

Amanat Undang – Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang perguruan tinggi pasal 35 ayat 2 tentang kurikulum menyebutkan bahwa kurikulum pendidikan tinggi dikembangkan oleh setiap perguruan tinggi dengan mengacu pada standar nasional pendidikan tinggi untuk setiap Prodi yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia dan keterampilan.

“Standar nasional pendidikan tinggi (SN-DIKTI) sebagaimana diatur dalam

Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 pasal 1 menyatakan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai capaian pembelajaran lulusan, bahan kajian, proses, dan penilaian yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan program studi,” ujarnya.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/