PJJ Dibutuhkan pada Era Revolusi Industri 4.0

PJJ Dibutuhkan pada Era Revolusi Industri 4.0

PJJ Dibutuhkan pada Era Revolusi Industri 4.0

PJJ Dibutuhkan pada Era Revolusi Industri 4.0
PJJ Dibutuhkan pada Era Revolusi Industri 4.0

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti),

Mohamad Nasir mengatakan pendidikan jarak jauh (PJJ) sangat dibutuhkan pada era revolusi industri 4.0 apalagi angka partisipasi kasar (APK) Pendidikan Tinggi masih berada pada angka 32,5 persen.

“Dalam hal membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia, dapat dilakukan PJJ. Seperti dilakukan oleh Universitas Terbuka (UT) yang dapat menjangkau banyak wilayah, baik di dalam, maupun di luar negeri melalui program belajar jarak jauhnya,” katanya dalam siaran pers yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (4/9/2018)

Menristekdikti menambahkan bahwa saat ini dunia telah berada pada era

Revolusi Industri 4.0, oleh karena itu sistem pendidikan tinggi termasuk PJJ harus mampu beradaptasi dengan merancang terobosan dan program yang seirama dengan perkembangan zaman.

Sistem PJJ yang selama ini dijalani oleh UT harus juga dapat berevolusi dan mendapat sentuhan perkembangan teknologi 4.0 agar mampu menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi.

Menristekdikti menyampaikan bahwa di era revolusi industri 4.0 ada pergeseran yang luar biasa, saat ini produk apapun dapat terintegerasi `digital, fisik, dan human-nya. Hal ini dapat dimanfaatkan di bidang pendidikan jarak jauh.

“Saya membayangkan nantinya orang yang sedang berlayar di berbagai

belahan dunia bisa berkuliah dengan hanya membawa ponsel pintar”, ujarnya.

Dia mengatakan UT dapat menjadi satu pilihan untuk mendidik bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

“Harapan saya APK Pendidikan Tinggi Indonesia pada 2019 bisa tumbuh mencapai 35 persen,” tandas Menristekdikti.

Sementara itu, Rektor UT, Ojat Darojat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa UT diberi mandat sesuai SK Presiden Nomor 41 Tahun 1984 untuk memberikan layanan akses perguruan tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan Program Nawacita kelima, yakni meningkatkan kualitas hidup manusia di Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, terutama di daerah pinggiran.

“Kepentingan UT adalah untuk membangun kualitas SDM, bukan hanya di perkotaan, tetapi juga ke wilayah provinsi dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Ojat mengatakan UT siap mendukung program Kemenristekdikti serta membantu perguruan tinggi lain agar memiliki kapasitas dalam pembelajaran jarak jauh.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/12