Dana Jamkesda Rp 3 Miliar di Jember Tidak Mencukupi

Dana Jamkesda Rp 3 Miliar di Jember Tidak Mencukupi

Dana Jamkesda Rp 3 Miliar di Jember Tidak Mencukupi

Dana Jamkesda Rp 3 Miliar di Jember Tidak Mencukupi
Dana Jamkesda Rp 3 Miliar di Jember Tidak Mencukupi

Dana jaminan kesehatan daerah (jamkesda) untuk warga miskin yang

menggunakan surat pernyataan miskin (SPM) yang dianggarkan dalam APBD Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini tidak mencukupi.

APBD hanya mengalokasikan Rp 3 miliar untuk setahun. Padahal dalam dua bulan ini pengeluaran tiga rumah sakit daerah sudah sudah mencapai hampir Rp 3 miliar. Jamkesda SPM ini dipergunakan untuk membiayai warga miskin yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan iuran daerah maupun pusat dalam program jaminan kesehatan nasional.

“Kami tiap bulan (mengeluarkan dana untuk pasien SPM) Rp 1 miliar.

Sampai sekarang kira sudah Rp 1,5 miliar,” kata Direktur dr. Hendro Soelistijono, Kamis (21/2/2019).

Hal serupa diungkapkan Direktur RS Daerah Balung Nurcahyo Hadi. “Bulan ini pengeluarannya sudah Rp 800 juta,” katanya. Tahun 2018 saja, piutang rumah sakit ini untuk klaim SPM mencapai Rp 4,8 miliar.

Namun kendati alokasi anggaran tidak mencukupi, dua rumah sakit itu tak

akan menolak untuk melayani pasien miskin yang membawa SPM. “Untuk saat ini kami belum bermasalah. Kami berharap BPJS Kesehatan meningkatkan universal coverage. Kenapa kemarin dianggarkan sebesar itu, karena harapannya pada 2019 sudah ada universal coverage,” kata Hendro.

 

Baca Juga :