166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal

166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal

166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal

166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal
166 Warga Sumenep Terserang DBD, 3 Meninggal

Satu lagi prestasi membanggakan diukir oleh mahasiswa Institut Teknologi

Sepuluh Nopember (ITS) di mata dunia. Lolos dalam sembilan kategori perlombaan dengan hanya satu tim delegasi, mahasiswa ITS mampu rebut delapan penghargaan sekaligus pada kompetisi International Oil and Gas bertajuk Empowering the Unconventional yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum and Energy Studies di India.

Kompetisi tahunan yang dilaksanakan selama seminggu hingga 20 Februari

lalu ini diikuti oleh 300 peserta dari berbagai belahan dunia. Para peserta yang ikut tersebut telah menyisihkan ratusan peserta lain pada tahap lolos abstrak. Bertempat di Dehradun, India, tim ITS yang juga merupakan salah satu tim delegasi Indonesia diwakili oleh mahasiswi Departemen Teknik Fisika, Tita Oxa Anggrea dan Frankstein Arphan, mahasiswa Departemen Teknik Geofisika. Dalam kompetisi ini, inovasi para peserta dalam bidang teknologi minyak dan gas diadu untuk saling menjadi yang terbaik.

Salah satu anggota tim, Tita Oxa Anggrea menjelaskan bahwa selama 1,5

tahun timnya membekali segenap materi yang hendak diperlombakan. Tak hanya persiapan dari dirinya sendiri dan rekannya, turut andil juga PT SIER Surabaya dan PT PLN dalam memberi dukungan materi ataupun pengetahuan dalam proses kemenangannya.

“Di kompetisi ini, kami (tim ITS, red) harus bersaing dengan tim dari tujuh negara yang memang kuat dalam bidang minyak dan gasnya seperti Rusia, Australia, Nepal, India, China, Malaysia dan Indonesia sendiri,” papar mahasiswi yang kerap disapa Ocha ini.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/