MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI

MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI

MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI

MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI
MEMANFAATKAN SEARCH ENGINE UNTUK PROMOSI

Promosi website manjadi begitu penting, karena mendatangkan pengunjung sama susahnya (bahkan lebih susah) daripada membuat website itu sendiri. Jika Anda baru saja berhasil membangun sebuah website, itu hanya merupakan langkah awal dari proses web development. Karena indikator utama sukses atau tidaknya sebuah website dilihat dari banyaknya jumlah pengunjung potensial yang datang. Dalam hal ini, meskipun Anda memiliki website dengan desain yang mewah dan teknologi scripting yang canggih, belumlah bisa dikatakan sukses jika memiliki jumlah visitor yang kecil.
Banyak pengusaha-pengusaha yang merasa kecewa karena telah menghabiskan banyak biaya untuk membuat website perusahaan, tetapi tidak mendatangkan hasil seperti yang diharapkan. Penjualan produk dan jasa perusahaan tidak bisa meningkat seperti yang diharapkan. Semua ini terjadi karena mereka kurang memperhatikan sisi promosi website, yang sebenarnya merupakan bagian termahal dari proses web development. Dalam hal ini banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan website. Namun tutorial ini akan memfokuskan pembahasan khusus pada pemanfaatan search engine dan direktori dengan berbagai kelebihannya.
Search Engine vs Directory
Sebelum melangkah lebih lanjut ada baiknya kalau Anda mengetahui apa itu search engine, bagaimana mereka bekerja, dan apa perbedaan antara search engine dan directory. Kenali dulu musuh yang akan Anda hadapi di medan perang, jika ingin selamat tentunya 🙂
Search engine merupakan sebuah sistem database yang dirancang untuk meng-index alamat-alamat internet (URL, FTP, usenet, dll). Untuk melaksanakan tugasnya ini, search engine memiliki program khusus yang biasanya disebut spider, bot, atau crawler. Pada saat Anda mendaftarkan sebuah alamat web (URL), spider dari search engine akan menerima dan menganalisa URL tersebut. Dengan proses dan prosedur yang serba otomatis, spider ini akan memutuskan apakah web yang anda daftarkan layak diterima atau tidak. Jika layak, spider akan menambahkan alamat URL tersebut ke sistem database mereka. Rangking-pun segera ditetapkan dengan algoritma dan caranya masing-masing. Jika tidak layak, terpaksa Anda harus bersabar dan mengulangi pendaftaran dengan periode tertentu. Jadi semua yang namanya search engine, pasti memiliki program yang disebut Spider. Dan program inilah yang sebenarnya menentukan apakah web site Anda bisa diterima atau tidak. Contoh beberapa search engine terkenal adalah : Altavista, Google, Lycos, Northern Light, Hotbot, dan masih bayak lagi.
Berbeda dengan directory yang meng-index halaman web secara manual. Manual yang dimaksud adalah mereka menggunakan orang biasa untuk menganalisa setiap halaman web yang masuk. Tidak menggunakan spider atau crawler seperti halnya search engine. Keunggulan directory dibanding search engine adalah memberikan hasil pencarian yang lebih relevan dengan kualitas yang relatif lebih baik. Tapi karena semua proses dilakukan secara manual menggunakan editor manusia, jumlah database yang dimiliki biasanya jauh lebih kecil dibandingkan dengan search engine. Itulah sebabnya sekarang ini banyak perusahaan yang mengelola directory menerapkan sistem ganda, yaitu menggunakan directory + search engine. Contoh nyata adalah Yahoo yang menggandeng Google sebagai search engine default-nya. Contoh beberapa directory terkenal selain Yahoo adalah Open Directory Project, Looksmart, dan NBCi.
Ok, sekarang Anda sudah mengenal sekilas perbedaan antara search engine dan direktori. Tutorial bagian selanjutnya akan menjelaskan bagaimana mengoptimalkan halaman web Anda (dari segi HTML), sebelum didaftarkan ke search engine. Akan sangat baik kalau Anda sebelumnya sudah mengerti atau pernah belajar bahasa HTML, karena yang akan dibahas pada tutorial ini banyak berhubungan dengan teknis penulisan HTML. Bagi yang sama sekali belum pernah mempelajari HTML, saya sarankan untuk membaca tutorialnya terlebih dahulu. Tidak perlu secara detail, cukup dasar-dasarnya saja. Tutorial HTML yang lumayan lengkap dapat Anda temukan di HTMLCodeTutorial.com atau di Davesite.com.
Search Engine Rangking
Memiliki halaman web yang enak dipandang mata, belum tentu memberikan hasil yang baik pada search engine. Bagian pertama dari tutorial ini menjelaskan bagaimana cara mengoptimalkan halaman web dengan tag-tag HTML khusus, dan hal-hal apa saja yang mempengaruhi rangking pada Search Engine.
Setiap search engine memiliki cara dan algoritma masing-masing untuk menentukan rangking sebuah website. Tetapi beberapa poin dibawah ini sudah umum dipakai tolak ukur oleh sebagian besar search engine, dan pastikan kalau web site Anda memakainya.
Keyword pada domain name, jika Anda memiliki website yang berisi koleksi lagu-lagu mp3 misalnya, akan sangat baik kalau Anda menggunakan domain www.mp3.com. Ini adalah cara kuno, tetapi sampai saat ini masih tetap dipakai oleh search engine.
Keyword pada nama file, misalnya Anda memiliki halaman web yang berisi informasi mengenai hotel di bali, sebaiknya disimpan dengan nama bali-hotels.html, ini juga akan mempengaruhi rangking.
Keyword pada page title, tag sangat berpengaruh pada rangking search engine. Rancanglah sebuah title yang menarik untuk dibaca dan jaga agar ukurannya tidak melebihi 70 karakter.
Usahakan agar halaman web Anda memakai page headline (H1-6), dan gunakan keyword utama sebagai

Sumber : http://www.23hq.com/mbestarticles/photo/61681639