Pemkot Bandung Bangun 4 SMPN Baru

Pemkot Bandung Bangun 4 SMPN Baru

Pemkot Bandung Bangun 4 SMPN Baru

Pemkot Bandung Bangun 4 SMPN Baru
Pemkot Bandung Bangun 4 SMPN Baru

BANDUNG – Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, Pemerintah Kota Bandung membangun sebanyak empat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) baru pada 2016 ini.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pembangunan empat gedung sekolah baru ini dilakukan sebagai bagian dari penyempurnakan pelayanan pendidikan di Kota Bandung. Adapun lokasi pembangunan SMPN tersebut akan disebar di beberapa kecamatan.

”Harapannya masyarakat yang di daerahnya jauh dari lokasi sekolah, kini

bisa lebih dekat,” kata wali kota didampingi Kadisdik Kota Bandung Elih Sudiapermana kepada Bandung Ekspres di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, beberapa waktu lalu.

Pria yang akrab disapa Emil ini memaparkan, lokasi pembangunan keempat sekolah itu akan dilakukan di daerah Gempol Sari Cigondewah Kecamatan Bandung Kulon, Buah Rengat Cigondewah, Kecamatan Panyileukan dan di Kecamatan Cinambo.

Menurutnya, untuk pembangunan di Panyileukan sudah beres dan bisa dipergunakan. Sedangkan untuk pembangunan di Cigondewah sendiri sudah mencapai 85 persen. ”Jadi tahun ini untuk SMP 55 dan 56 yang sudah bisa digunakan untuk proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Emil menjelaskan, untuk tahap awal masing-masing sekolah

memiliki empat ruang kelas. Ke depan, secara bertahap akan ditambah setiap tahun sesuai dengan kebutuhan banyaknya siswa yang daftar pada tahun pelajaran baru nanti.

Emil berharap, dengan adanya penambahan pembangunan gedung sekolah baru diharapkan kedepan semua kecamatan memiliki sekolah menengah negeri.

”Pembangunan di lokasi tersebut karena memang di tempat tersebut jauh dari sekolah. Diharapkan beban biaya orang tua untuk transportasi anaknya bisa berkurang,” harap Emil.

Emil menegaskan, PPDB 2016 Kota Bandung lebih baik dari tahun

sebelumnya. Hal ini juga terbukti pada 2015 terdapat 300 komplain mengenai PPDB, tapi tahun ini hanya ada sekitar 50 komplainan saja. Menurutnya, PPDB harus menerapkan angka adil dan bermusyawarah. Produk PPDB adalah produk musyawarah.

”Alhamdulillah PPDB Kota Bandung mendapat penghargaan dari Kemendikbud masuk pada kategori 3 besar. Di mana pada 3 besar itu, Jakarta, Bandung dan Jogja,” pungkasnya

 

Sumber :

https://blog-fiesta.com/teks-prosedur/