Bebas dari Hukuman Berkat Orang Tua Jujur

Bebas dari Hukuman Berkat Orang Tua Jujur

Rib’i bin Hirasy adalah seorang tabiin yang dikenal tidak pernah berdusta. Suatu hari dua putranya tiba dari Khurasan berkumpul dengannya. Mereka berdua adalah pemberontak pada jaman pemerintahan Gubernur Al-Hajjaj. Sedangkan, Al-Hajjaj adalah seorang pemimpin bertangan besi yang meminta anak-anak Rib’i itu ditangkap.

Seorang mata-mata berikan kabar kepada Al-Hajjaj. Katanya, “Wahai pimpinanku, penduduk seluruhnya beranggap Rib’i bin Hirasy tidak pernah berdusta selamanya. Sementara itu, sementara ini ke-2 anaknya yang pemberontak dari Khurasan berkumpul dengannya.”

“Baiklah,” kata Al-Hajjaj, “bawalah ayah mereka ke sini!” perintahnya.
Rib’i tahu bahwa anaknya adalah buronan pemerintah gara-gara pemberontakannya. Namun, ia tidak tahu alasan sang gubernur memanggilnya.

Dalam benak Al-Hajjaj sendiri menyangsikan bakal kejujuran Rib’i, “Akankah seorang ayah bicara jujur sementara tahu anaknya didalam bahaya? Seorang ayah tidak bakal memberitahukan keberadaan anaknya demi keselamatan mereka,” pikir Al-Hajjaj.

Sang gubernur pun bertanya kepada Rib’i, “Wahai orang tua, beritahukanlah keberadaan anakmu sementara ini?”

Dengan santainya Rib’i menjawab, “Mereka berada di rumah!”

Mendengar penyataan jujur tersebut, Al-Hajjaj berkata, “Tidak ada pidana. Kami memaafkan keduanya gara-gara kejujuranmu. Demi Allah, saat ini saya percaya kau tidak bakal menyembunyikan anakmu. Sekarang ke-2 anakmu terserah kepadamu. Keduanya bebas dari tuduhan pidana.”

Sumber : tokoh.co.id/

baca juga :