Kerusakan Flora dan Fauna

Table of Contents

Kerusakan Flora dan Fauna

Lingkungan adalah aset kehidupan yang tidak ternilai harganya. Jika lingkungan itu rusak, hilanglah aset itu dan terancamlah kehidupan kita. kami mampu berkhayal betapa tidak berdayanya kami melawan keganasan alam. Semua itu tidak bakal berjalan jikalau kami peduli pada lingkungan. Seharusnya kami jelas bahwa ada jalinan timbal balik antara manusia dan lingkungan. Lingkungan bakal memberikan fungsi bagi manusia sepanjang diperlakukan dengan baik. Sebaliknya, jikalau kami semena-mena pada lingkungan, bencanalah yang bakal menimpa kita.

Flora dan fauna adalah anggota dari lingkungan yang secara fantastis udah menjaga ekosistem agar tetap seimbang. Sebuah pohon di hutan misalnya, sehabis raih usia tertentu dan juga menghasilkan banyak generasi, pohon itu bakal berhenti tumbuh, tidak mampu berbuah lagi, dan selanjutnya lapuk dimakan usia. Pohon itu bakal roboh dan membusuk. Pohon yang membusuk itu menjadi media tumbuh bagi pohon-pohon kecil generasinya. Dengan demikian, populasi pohon terkendali.

Demikian halnya dengan fauna. Seekor tarantula (laba-laba tanah) betina bakal memakan jantannya sehabis mereka kawin. Si betina bakal menetaskan banyak telur. Anak-anak tarantula yang baru menetas itu bakal memakan ibunya. Dengan langkah yang fantastis ini, populasi tarantula bakal tertanggulangi dan ekosistem tetap seimbang.

Dalam ekosistem, terdapat lingkaran di mana makhluk hidup saling memakan dan dimakan. Lingkaran itu disebut rantai makanan. Karena rantai makanan itulah ekosistem tetap di dalam keadaan seimbang. Jika rantai makanan itu terputus, manusia bakal menanggung akibatnya. Sebagai contoh di hutan, harimau merupakan predator bagi babi hutan. Jika harimau banyak diburu dan dibunuh, jumlah babi hutan tidak terkendali. Hutan tidak mampu lagi memenuhi keperluan makan populasi babi hutan yang amat besar. Babi hutan itu bakal menyerbu tanah-tanah pertanian dan tempat tinggal penduduk untuk melacak makan.

1. Kerusakan Flora dan Fauna oleh Manusia
Diakui atau tidak, manusia adalah makhluk yang berperan besar di dalam menciptakan rusaknya flora dan fauna. Beberapa aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung udah membawa dampak beberapa flora dan fauna mengalami kelangkaan bahkan kepunahan. Untuk menahan ini berjalan secara terus menerus sebaiknya kami mengenali rusaknya yang berjalan pada flora dan fauna dan juga apa saja yang mampu membawa dampak rusaknya itu. Dengan mengenali rusaknya itu, kami mampu mengambil hikmah dan membawa dampak langkah antisipasi agar rusaknya itu tidak berlanjut.

Berikut ini beberapa perihal yang membawa dampak rusaknya flora dan fauna akibat aktivitas manusia.
a. Pencemaran
Pencemaran lingkungan adalah aspek yang amat berperan di dalam penciptaan rusaknya flora dan fauna. Zat-zat polutan udah banyak membunuh flora dan fauna di darat maupun di perairan. Kini, zat-zat itu makin menyesaki Bumi akibat kemajuan teknologi. Di satu sisi, teknologi sebetulnya kami butuhkan namun di segi lain udah membawa dampak pencemaran yang amat membahayakan kehidupan. Hasil dan sisa-sisa kemajuan teknologi itu kini udah meracuni tanah, air, dan juga udara. Jadi, teknologi hendaknya diciptakan sedemikian rupa agar tetap ramah pada lingkungan.
Pencemaran mampu dibedakan pencemaran menjadi tiga macam, yakni pencemaran udara, air, dan tanah. Pembedaan seperti itu tidaklah tepat benar dikarenakan ketiganya saling berkaitan. Asap pabrik dan kendaraan bermotor melepas karbon monoksida ke udara. Terjadilah pencemaran udara. Udara yang tercemar itu naik bercampur dengan uap air, terkondensasi, dan turun sebagai hujan. Air hujan yang udah tercemar karbon monoksida itu berwujud asam agar sering disebut hujan asam. Hujan asam ini jikalau mengenai tanaman atau hewan secara langsung mampu memperlambat pertumbuhannya dan bahkan membunuhnya. Air hujan yang asam itu termasuk memasuki air permukaan seperti sungai atau danau dan meracuni tumbuhan dan juga hewan-hewan air. Sebagian hujan asam itu meresap ke tanah dan meracuni tumbuh-tumbuhan. Tumbuhan dan hewan itu jikalau masih hidup bakal menaruh racun di dalam tubuhnya.

Pencemaran air pada selanjutnya termasuk membawa dampak pencemaran hawa dan tanah. Zat-zat polutan di dalam air yang tercemar bakal terurai dan bercampur dengan hawa dikala berjalan sistem penguapan. Sebagian air yang tercemar termasuk memasuki tanah agar tanah pun turut tercemar.

Pencemaran tanah pun selanjutnya termasuk membawa dampak pencemaran air dan udara. Zat-zat polutan yang ada di di dalam tanah mampu menguap ke udara, menimbulkan bau yang tidak sedap dan menyesakkan pernapasan. Sebagian zat polutan itu termasuk memasuki air tanah dan mengisi air sumur, sungai, dan juga danau.

b. Eksploitasi Hutan
Pengambilan hasil hutan secara besar-besaran, cepat atau lambat bakal memusnahkan flora dan fauna tertentu di permukaan Bumi. Beberapa flora punya pertumbuhan yang amat lambat seumpama jati, agar untuk memperbaruinya dibutuhkan sementara yang amat lama. Ada termasuk flora yang hanya tumbuh pada sementara tertentu seumpama bunga Rafflesia arnoldi.
.
c. Perburuan Liar
Beberapa fauna mempunyai daya tarik tersendiri agar mempunyai nilai ekonomis. Inilah yang membawa dampak beberapa fauna diburu oleh manusia. Badak diburu oleh manusia dikarenakan diyakini culanya yang berkhasiat sebagai obat. Gajah diburu manusia dikarenakan gadingnya mampu digunakan sebagai hiasan dan peralatan dengan harga mahal. Cenderawasih diburu dikarenakan bulunya yang indah. Dan beberapa fauna lagi diburu dikarenakan alasan tertentu. Inilah yang membawa dampak beberapa fauna berada di ambang kepunahan.

d. Penggunaan Pestisida
Dalam pertanian pemakaian pestisida ditujukan untuk membunuh hewan perusak tanaman. Secara tidak sengaja, pestisida itu termasuk membunuh hewan yang menguntungkan. Beberapa burung udah mati akibat pemakaian pestisida. Burung-burung yang tahan pada pestisida bakal mengalami gangguan reproduksi. Berdasarkan penelitian, pestisida berpengaruh pada pembentukan kalsium di dalam tubuh burung. Akibatnya, burung menghasilkan telur yang kulitnya amat tidak tebal agar bayi burung tidak mampu bertahan hidup. Langkanya elang jawa diduga kuat termasuk dikarenakan pemakaian pestisida ini.

e. Penggunaan Pupuk Buatan
Pupuk buatan berfaedah menyuburkan tanaman. Namun, di segi lain pupuk udah berperan besar pada kelangkaan beberapa style fauna. Berdasarkan penelitian, para pakar menyimpulkan bahwa pemakaian pupuk udah membawa dampak hilangnya beberapa style ikan di sungai dan danau.

Pupuk yang disebarkan di lahan pertanian tidak seluruhnya diserap oleh tanaman. Beberapa di antaranya udah dihanyutkan air sampai sampai ke sungai dan danau. Pupuk itu menyuburkan tanaman air seperti eceng gondok sampai pertumbuhannya melampaui batas toleransi. Tanaman ini menyerap oksigen yang dibutuhkan oleh beberapa style ikan. Selain itu, eceng gondok yang membusuk membawa dampak air berwujud asam. Beberapa style ikan yang tidak mampu bertahan bakal mati dan selanjutnya punah.

2.Dampak Kerusakan Flora dan Fauna bagi Kehidupan
Kini beberapa flora dan fauna udah hilang dari habitatnya. Gajah jawa, harimau jawa dan bali, kini tinggal dongeng belaka. Suatu sementara binatang yang sementara ini mampu kami lihat, boleh menjadi termasuk tinggal cerita bikin anak cucu kita. Beberapa hutan udah habis dibabat berubah menjadi lahan-lahan parah yang kelak terhanyut dan mendangkalkan sungai-sungai. Karena udah begitu dangkal, sungai tidak lagi mampu menampung air dan meluaplah banjir menerjang segala yang ada di sekitarnya termasuk manusia. Betapa tragisnya.
Berikut ini dampak yang bakal berjalan jikalau flora dan fauna mengalami kerusakan;

a. Ekosistem Tidak Seimbang
Dalam ekosistem terdapat predator (pemangsa) dan yang dimangsa. Jika tidak benar satu dihilangkan, ekosistem menjadi tidak sepadan dan akibatnya amat merugikan kehidupan. Para pakar dulu mengadakan percobaan dengan menghilangkan spesies predator, yakni bintang laut style pisaster dari sebuah kawasan di pantai Amerika Utara. Di pantai itu terdapat 15 spesies yang hidup. Dalam tempo tiga bulan, udang serupa remis (bernacle) yang merupakan makanan bintang laut berkembang dengan pesat sampai menutupi tiga perempat kawasan itu. Setelah satu tahun, beberapa spesies mulai menghilang sampai tinggal delapan spesies. Dengan hilangnya bintang laut, bernacle mengambil alih permukaan karang agar ganggang tidak mampu tumbuh.

b. Kelangkaan Sumber Daya
Flora dan fauna merupakan sumber daya yang mampu dimanfaatkan oleh manusia, contohnya hutan. Hutan menghasilkan berbagai macam hasil hutan yang amat penting bagi manusia. Mulai dari kayu, daun, bahkan getahnya berfaedah bagi manusia. Hutan termasuk mampu menaruh air yang merupakan keperluan signifikan bagi kehidupan. Jika hutan itu rusak, hilanglah sumber daya yang dihasilkannya. Lebih fatal lagi, persediaan air bakal menyusut agar air menjadi barang langka.

c. Menurunnya Kualitas Kesehatan
Beberapa flora dan fauna merupakan sumber makanan bagi manusia. Bahkan beberapa di antaranya diusahakan manusia dengan sengaja di dalam wujud budi daya. Beberapa zat polutan
dan pestisida mampu tersimpan di dalam tubuh flora dan fauna itu. Jika flora dan fauna itu dikonsumsi manusia, zat-zat tersebut bakal berubah ke di dalam tubuh manusia. Indikasi dari rusaknya fauna udah terbukti dengan timbulnya penyakit yang disebabkan oleh binatang piaraan. Penyakit seperti anthrax (sapi gila), flu burung, dan pes adalah bukti rusaknya fauna. Beberapa fauna termasuk tidak layak untuk dimakan seumpama kerang yang hidup di perairan yang tercemar. Dari hasil penelitian, kerang menyerap zat logam berat dan menaruh di dalam tubuhnya agar amat beresiko jikalau dikonsumsi.

d. Tragedi Lingkungan dikarenakan Kerusakan Hutan
Bencana alam yang berjalan akibat rusaknya flora dan fauna amat sering terjadi. Banjir dan tanah longsor merupakan fenomena yang amat sering kami dengar dan juga tengok jikalau musim hujan tiba. Ini tidak lepas dari akibat rusaknya hutan. Hutan yang udah rusak tidak mampu lagi menahan air hujan agar air menghanyutkan tanah. Terjadilah banjir dan tanah longsor. Inilah contoh tragedi lingkungan.

e. Hilangnya Kesuburan Tanah
Unsur utama kesuburan tanah adalah nitrogen (N). Unsur ini terdapat di dalam DNA makhluk hidup. Sebagian besar nitrogen yang penting itu, dihasilkan oleh flora dan fauna. Flora seperti kacang polong, buncis, dan kedelai mendorong penguraian nitrogen di di dalam tanah. Suatu zat kimia di dalam akar tumbuhan tersebut udah memacu pembiakan bakteri rhizobium yang mampu mengolah nitrogen. Bakteri ini bakal membentuk bintil-bintil akar yang menyediakan nitrat bagi tanaman. Beberapa style flora lain termasuk mampu menghasilkan nitrat dengan langkah berbeda. Jika flora mengalami kerusakan, pembentukan nitrat bakal terganggu agar tanah kehilangan produktivitasnya.

f.Putusnya Daur Kehidupan
Inilah dampak yang mengerikan jikalau flora dan fauna mengalami kerusakan. Semua wujud kehidupan di Bumi tersusun dari unsur karbon. Karbon ini konsisten bergerak pada berbagai anggota biosfer di dalam wujud senyawa kimia. Karbon ada di dalam tubuh organisme, di dalam air, udara, dan di di dalam Bumi itu sendiri. Karbon yang ada di atmosfer jikalau bersenyawa dengan oksigen bakal membentuk karbon dioksida (CO 2). Senyawa ini diserap tumbuhan di dalam sistem fotosintesis. Dalam tumbuhan, karbon diubah menjadi karbohidrat. Senyawa ini dibutuhkan manusia dan hewan sebagai sumber energi.

Dalam tubuh manusia dan hewan, karbon berwujud senyawa kalsium karbonat yang terdapat di dalam tulang. Jika manusia dan hewan mati, jasadnya bakal diuraikan oleh bakteri dan juga dilepas ke hawa di dalam wujud CO 2. Terulanglah daur karbon melalui tumbuhan. Jika flora dan fauna yang merupakan komponen di dalam daur ini mengalami kerusakan, daur karbon bakal terputus. Sudah tentu kehidupan bakal terganggu. Itulah dampak yang bakal berjalan jikalau flora dan fauna mengalami kerusakan. Sekarang, anda jelas betapa pentingnya flora dan fauna itu. Karena itulah, menjaga kelestarian flora dan fauna bukan lagi suatu kewajiban namun kebutuhan. Kerusakan flora dan fauna pada selanjutnya bakal merugikan kami juga. Sudah saatnya sejak sekarang, anda mulai mengikuti lingkungan dengan kesadaran yang tinggi untuk menjaganya.

3. Upaya Perlindungan Flora dan Fauna

Kini tekanan pemakaian sumber daya alam dapat dukungan teknologi udah begitu betul-betul mengancam kelestarian flora dan fauna. Beberapa style flora dan fauna terancam kepunahan menyusul beberapa style lainnya yang udah punah duluan. Kepunahan sebetulnya bukan tanda-tanda baru. Beberapa style flora dan fauna udah hilang dengan histori Bumi. Punahnya harimau bali pada tahun 1942, seolah berikan peringatan bahwa style lain bakal menyusul. Dan benar, selang beberapa tahun kemudian yakni tahun 1980, harimau jawa termasuk tinggal dongeng kenangan. Kepunahan ini disebabkan oleh nilai komersial binatang- binatang itu dan rusaknya habitat mereka. Kepunahan ini termasuk bakal menimpa beberapa style flora jikalau tidak ada usaha perlindungan. Di Indonesia punya lebih dari 350 kawasan yang dilindungi yang ditetapkan berdasarkan undang-undang Direktorat Konservasi, Direktorat Jenderal Pelestarian Hutan dan Pengawetan Alam (PHPA). Kawasan-kawasan tersebut dikategorikan menjadi taman nasional cagar perburuan, cagar alam, kawasan perburuan, hutan lindung, dan taman wisata.

Baca Juga :