Tantangan- Tantangan MSDM

Tantangan- Tantangan MSDM

Tantangan- Tantangan MSDM
Tantangan- Tantangan MSDM

Tantangan eksternal

  •   Perubahan Lingkungan Bisnis yang cepat

Untuk keperluan tersebut perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan / iklim bisnis yang cepat, perlu menetapkan kebijaksanaan SDM sebagai berikut:

– Menghindari pengaruh negatif berupa perasaan tidak puas pada kondisi yang telah dicapai perusahaan.

– Dalam menghadapi perubahan yang mengharuskan penambahan pembiayaan (cost), perusahaan harus berusaha mengatasinya, agar dapat mempertahankan pasar / keuntungan yang sudah diraih.

– Memberikan imbalan yang cukup tinggi pada pekerja yang mampu melakukan improvisasi yang kreatif.

  • Globalisasi

Dari sudut MSDM berarti mengharuskan dilakukannya usaha mengantisipasi sebagai berikut :

– Perusahaan harus berusaha memiliki SDM yang mampu mengatasi pengaruh perkembangan bisnis / ekonomi internasional seperti resesi, penurunan / kenaikan nilai uang.

– Perusahaan harus berusaha memiliki SDM dengan kemampuan ikut serta dalam bisnis global/internasional dan perdagangan bebas.

  • Peraturan Pemerintah

Setiap perusahaan harus memiliki SDM yang mampu membuat keputusan dan kebijaksanaan dan bahkan melakukan operasional bisnis, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dari pemerintah. Untuk itu diperlukan SDM yang memiliki kemampuan mengarahkan agar perusahaan terhindar dari situasi konflik, keresahan / kegelisahan, komplen, dan lain-lain khususnya dari para pekerja dengan atau tanpa keikutsertaan serikat pekerja.

  • Perkembangan pekerjaan dan peranan keluarga

Semakin banyak pasangan suami isteri yang bekerja, sehingga sering terjadi kesulitan untuk bertanggung jawab secara optimal, karena sebagian waktunya digunakan untuk melaksanakan tanggung jawabnya di lingkungan keluarga masing-masing.

  • Kekurangan Tenaga Kerja yang Terampil

Tenaga kerja terampil semakin banyak diperlukan, baik untuk melaksanakan pekerjaan teknis, maupun untuk pekerjaan manajerial dan pelayanan, yang tidak mudah mendapatkan yang kompetitif di antara yang tersedia di pasar tenaga kerja.

B.Tantangan Internal

  • Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Kompetitif

Untuk mewujudkan organisasi / perusahaan yang kompetitif , diperlukan berbagai kegiatan MSDM yang dapat meningkatkan kemampuan SDM. Usaha itu dapat dilakukan dengan mendesain sistem pemberian ganjaran yang mampu memotivasi berlangsungnya kompetisi prestasi antar para pekerja.

  • Fleksibelitas

Organisasi / perusahaan memerlukan pengembangan sistem desentralisasi yang mengutamakan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab secara berjenjang. Fleksibilitas juga menyangkut penggunaan tenaga kerja, dengan mengurangi kecenderungan mengangkat pekerja reguler (pekerja tetap). Pengangkatan sebaiknya lebih difokuskan pada penggunaan tenaga kerja temporer (tidak tetap).

  • Pengurangan Tenaga Kerja

Manajemen SDM suatu perusahaan sering dihadapkan dengan keharusan mengurangi secara besar-besaran tenaga kerja, karena berbagai sebab, seperti resessi, berkurangnya aktivitas bisnis, dan lain-lain, ini harus diatasi dengan cara memperbaiki struktur pekerja lini dari tingkat bawah, dengan mendesain kembali proses produksi.

  • Tantangan Restrukturisasi

Tantangan restrukturisasi adalah usaha menyesuaikan struktur organisasi/perusahaan karena dilakukan perluasan atau penambahan dan sebaliknya juga pengurangan kegiatan bisnisnya.

  • Bisnis Kecil

Bisnis kecil seperti dikemukakan diatas yang terdiri dari banyak anak perusahaan, yang saling memiliki ketergantungan dalam produk berupa barang atau jasa yang dihasilkan sebagai perwujudan net work (jaringan kerja) dalam berbisnis, sebagai perusahaan besar / raksasa yang tersebar di banyak lokasi.

  • Budaya Organisasi

Budaya perusahaan akan mewarnai dan menghasilkan perilaku atau kegiatan berbisnis secara operasional, yang tanpa disadari akan menjadi kekuatan yang mampu atau tidak menjamin kelangsung eksistensi organisasi / perusahaan.

  • Teknologi

Tantangan teknologi tidak sekedar menyangkut pembiayaan (cost), karena bagi Manajemen SDM hubungannya terkait pada keharusan menyediakan tenaga kerja yang terampil mempergunakannya, baik dari luar maupun melalui pengembangan tenaga kerja di dalam organisasi / perusahaan.

Pada giliran berikutnya tantangan teknologi berhubungan juga dengan pengembangan sikap dalam menerima perubahan cara bekerja.

  • Serikat Pekerja

Dengan kerjasama, perusahaan/organisasi setidak-tidaknya harus berusaha agar serikat pekerja tidak menjadi penghambat proses produksi, dengan tidak menempatkanya sebagai lawan.

Baca Juga :

HOAX Tentang Orang Terkenal yang Masuk Islam

HOAX Tentang Orang Terkenal yang Masuk Islam

HOAX Tentang Orang Terkenal yang Masuk Islam
HOAX Tentang Orang Terkenal yang Masuk Islam

Banyak sekali HOAX seperti ini. Misalnya: Paris Hilton masuk Islam, Angelina Jolie masuk Islam, Jacky Chan masuk Islam, Robert Guilhem Pakar Genetika masuk Islam, Paus Benedictus XVI mengundurkan diri dari jabatannya karena masuk agama Islam. Memang ada beberapa orang terkenal dan penting yang jadi mualaf, akan tetapi tidak semua yang diberitakan itu benar.

Tujuan HOAX masuk Islam adalah agar pemeluk agama Islam merasa menang dan bangga serta merasa besar. Strategi semacam ini dipakai dalam pola berpikir psychowar, karena memandang dakwah agama sebagai peperangan.

Hanya karena Paris Hilton dan Angelina Jolie pakai kerudung dan Jackie Chan pakai kopiah terus ada berita dia masuk Islam, lalu kita dengan semangat membara pantang mundur nge-share beritanya sambil bertasbih dan bertahmid, tanpa mengecek kebenaran beritanya. Setelah ketahuan berita bohongan, terus kita hapus secara diam-diam. Merasa menang dan bangga atas dasar HOAX tentu saja hanya perasaan palsu. Bahkan ada yang bilang Wong Fei Hung itu muslim, Napoleon itu muslim, Hitler itu muslim, alien itu muslim dan sebagainya. Dan kita percaya begitu saja tanpa mengeceknya?.

Sumber : https://downloadapk.co.id/

Contoh ketidak jelasan informasi dalam hoax

Contoh ketidak jelasan informasi dalam hoax

Contoh ketidak jelasan informasi dalam hoax
Contoh ketidak jelasan informasi dalam hoax

Prof Lawrence E Yoseph menulis, “Sungguh kita telah berhutang besar kepada umat Islam, dalam Encyclopedia Americana menulis, sekiranya orang-orang Islam berhenti melaksanakan thawaf ataupun shalat di muka bumi ini, niscaya akan terhentilah perputaran bumi kita ini, karena rotasi dari super konduktor yg berpusat di Hajar Aswad, tidak lagi memancarkan gelombang elektromagnetik”

Encyclopedia Americana volume berapa? Edisi berapa? Tahun penerbitan kapan? Halaman berapa? Pada buku apa Pof Lawrence E Yoseph menuliskan hal itu?. Nah, Referensi yang tidak jelas seperti ini mengindikasikan HOAX.

Tips mengenali HOAX ini menuntut kita untuk berpikir kritis terhadap informasi dengan cara mempertanyakan bagian-bagian dari informasi yang tidak jelas, sehingga informasi dapat diperiksa kebenarannya.

Jika Anda malas untuk berpikir kritis saat mendengar informasi, sungguh lebih baik bila Anda menilai informasi yang tidak jelas itu sebagai HOAX, ketimbang percaya begitu saja kepada informasi yang tidak jelas. Lebih baik tidak percaya ketimbang tertipu.

Sumber : https://filehippo.co.id/

Mengenal 6 Aplikasi Penunjang Pendidikan

Mengenal 6 Aplikasi Penunjang Pendidikan

Kecanggihan teknologi pada ketika ini adalahsuatu urusan mutlak yang tidak dapat kita hindari lagi. Semua aspek dalam kehidupan terpapar imbas dari pertumbuhan teknologi ini. Begitupula dengan pendidikan, di satu sisi kecanggihan teknologi ini membawa akibat positif untuk dunia edukasi tetapi di sisi beda teknologi ini juga dapat membawa akibat negatif. Oleh karena tersebut kita mesti pandai-pandai dalam memanfaatkan teknologi. Mengambil sisi positifnya dan melemparkan jauh-jauh urusan negatifnya. Salah satu akibat dari pertumbuhan teknologi ini antara beda tumbuhnya media sosial yang semakin pesat. Mulai dari media soial guna hiburan, sharing pengalaman, foto, sampai untuk kebutuhan pendidikan. Nah, sebagai pelajar ataupun guru kita dapat mengambil sisi positif dari pertumbuhan teknologi ini dengan teknik memanfaatkan media sosial edukasi yang kini sudah tidak sedikit dibuat yang dengan dikenal dengan istilah Edtech (Education Technology). Berikut ini beberapa software penunjang edukasi yang bisa kamu gunakan:

1. Edmodo

Edmodo adalahsalah satu jenis media sosial yang dikembangkan guna kepentingan guru dan siswa, dengam mengkhususkan privasi siswa. Guru dan murid dapat berbagi catatan, tautan, dan dokumen. Melalui Edmodo ini guru dapat melanjutkan diskusi ruang belajar secara online, mengecek sejauh mana pemahaman siswa, ataupun memberi penghargaan untuk siswa secara pribadi. Selain tersebut segala urusan yang sehubungan dengan pembelajaran yang ditabung di Edmodo akan gampang diakses kembali. Jika hendak bergabung dengan media sosial ini kamu tinggal menciptakan akun di www.edmodo.com.

2. Moodle

Moodle adalahsingkatan dari Modular Object-Oriented Dynamic Learning Environment. Moodle ini adalahsebuah software yang tidak sedikit dimanfaatkan dalam proses pembelajaran E-learning. Pengajar dapat memunculkan pelajaran ajar, dan siswanya dapat melihat pelajaran ajar, soal, dan tugas yang diberikan. Fitur beda dari moodle antara beda assignment submission, forum diskusi, unduh arsip, peringkat, chat, kalender online, berita, kuis online, wiki, aktifitas, dll. Melaui moodle ini pun seorang pengajar dapat memantau progress dan nilai anak didiknya. Biasanya moodle dipakai di Sekolah menengah, ataupun Perguruan Tinggi.

3. Thinkquest

Thinkquest adalahjenis media sosial yang diciptakan khusus untuk murid Sekolah Dasar sampai siswa Sekolah Menengah Atas serta semua guru yang melatih mereka. Nantinya murid akan mempunyai akun dan ia dapat menyebutkan apa yang terdapat dipikirannya ataupun tugas mereka di website dan nantinya bakal diketahui atau diperiksa oleh gurunya. Thinquest ini sifatnya cuma-cuma ya.

4. Geschool

Geschool adalahsebuah media sosial yang dapat dibilang merupakan campuran dari facebook dan twitter. Di geschhol disediakan soal-soal, video beserta ulasan materinya baik untuk murid SD, SMP, maupun SMA. Selain tersebut pemakai juga dapat memanfaatkan kemudahan lain laksana update status, tag teman, upload foto, dll.

5. Chegg

Chegg adalahmedia sosial yang dapat membantu kamu yang mengalami kendala dalam latihan Matematika. Di Chegg kamu dapat bertanya pada ahlinya. Selain tersebut kamu juga dapat terhubung dengan rekan teman anda di facebook.

6. JIBAS

JIBAS adalahsingkatan dari Jaringan Informasi Bersama Antar Sekolah. JIBAS menggabungkan fitur dan layanan berupa komunitas, konten, informasi, dan hiburan. Mirip campuran Facebook, Google, Wikipedia, Yahoo namun khusus untuk edukasi di Indonesia. JIBAS ini bertujuan guna mewadahi interaksi dan kegiatan setiap elemen edukasi dari siswa, guru, orang tua, sekolah, yayasan, pemerintah dan masyarakat umum.

Itulah sejumlah media sosial yang dapat kita manfaatkan guna kepentingan pendidikan.

Sumber : http://www.hudson.edu/frames.php?school=hcsd&url=https://www.pelajaran.co.id

Seven Habits for Teen di MPLS

Seven Habits for Teen di MPLS

Seven Habits for Teen di MPLS
Seven Habits for Teen di MPLS

Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) merupakan sebuah kegiatan

yang umum dilaksanakan di sekolah guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Kegiatan MPLS di SMA Indocement yang berlokasi di Jalan Puspanegara No 1 Citeureup kemarin (19/7) tersebut, dimulai dengan upacara sekaligus pembukaan.

Wakasek Kurikulum SMA Indocement, Waluyo mengatakan, tujuan MPLS

adalah untuk menyiapkan peserta didik dalam menghadapi pelajaran. Sedangkan materi MPLS sesuai dengan juknis dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Dalam kegiatan ini, SMA Indocement melibatkan Polsek Citeureup dan Dispora Kabupaten Bogor. “Materi MPLS juga kami kombinasikan dengan workshop Seven Habits for Teen selama dua hari, Kamis dan Jumat,” jelasnya.

Waluyo menambahkan, kegiatan MPLS ditutup dengan orientasi

ekstrakurikuler selama dua hari yang diadakan di gedung sekolah. “Rangkaian kegiatan diisi unjuk kebolehan dari masing-masing ekskul yang ada di SMA Indocement,” tutup Waluyo

 

Baca Juga :

Tazkia Pererat Kerja Sama dengan Malaysia

Tazkia Pererat Kerja Sama dengan Malaysia

Tazkia Pererat Kerja Sama dengan Malaysia
Tazkia Pererat Kerja Sama dengan Malaysia

Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Tazkia yang sudah berdiri selama 17 tahun ini, bak remaja berusia muda belia yang sedang aktif bertegursapa. Saat ini, Tazkia sedang menjalin hubungan kerja sama sekaligus memproses akreditasi beberapa program studinya dengan Salford University dan Coventry University di Inggris. Wakil Ketua STEI Tazkia Murniati

Mukhlisin, yang telah mengurus akreditasi di Negeri Jiran didampingi

Ketua Program Kerja Sama Internasional STEI Tazkia, Anita Priantina, mengatakan bahwa mereka telah menyampaikan dokumentasi awal untuk proses akreditasi di Malaysia. “Kami baru saja selesai menyampaikan dokumen awal untuk proses akreditasi (iktiraf) di Agensi Kelayakan Malaysia. Hal ini

bertujuan untuk mempermudah Tazkia menerima mahasiswa asal Malaysia

lebih banyak lagi untuk kuliah di Tazkia,” ujar Murniati. Tazkia saat ini sudah mengantongi akreditasi dengan nilai A dari Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi (BAN-PT) Indonesia untuk Program Studi Akuntansi Islam, dan Nilai B untuk Program Studi Ekonomi Islam, Bisnis Manajemen Islam, Muamalat juga

Diploma dan Pascasarjana. Murniati mengakui bahwa proses akreditasi ini

sangat membantu Tazkia untuk meningkatkan mutu pendidikannya. “Saat ini sudah ada lima mahasiswa asal Malaysia yang sedang melanjutkan program S1 Bisnis dan Manajemen Islam di Tazkia. Juga ada dua mahasiswa asal Thailand dan satu dari Filipina,” tambah Murniati.

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-komputer/

Bekali Manajemen Berbasis IT

Bekali Manajemen Berbasis IT

Bekali Manajemen Berbasis IT
Bekali Manajemen Berbasis IT

Himpunan Mahasiswa Pen didikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Djuanda Bogor mengadakan seminar dan workshop nasional dengan tema “Pengembangan Media Pem bel ajaran Berbasis IT dalam Mening katkan Kreativitas dan Keman dirian Belajar,” kemarin (29/5).

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Djuanda Bogor Dede Kardaya.

Pemateri pertama yaitu Rudi Hartono, membahas “Pengembangan LMS (Learning Manajemen Sistem) Berbasis IT, kedua Chandra A. Putra dengan topik “Meningkatkan Kreativitas melalui Media Pembelajaran Berbasis IT (Macromedia Flash). Pemateri ketiga, Widyasari yang mem bawakan tema “Meningkatkan Kemandirian Belajar Mahasiswa melalui Pemanfaatan IT (Blended Learning) daan Wajah Kemandirian Belajar Mahasiswa Indonesia”.

Seminar berlangsung dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB dan dilanjutkan

dengan workshop pada pukul 13.00 sam pai 15.40 WIB.

Ketua pelaksana Muhammad Trisna Nugraha berharap, para peserta yang sebagian besar adalah pendidik mampu mengem bangkan kreativitasnya melalui kegiatan ini. “Dalam mengemb angkan media pembelajaran berbasis IT sebagai acuan dan pendukung dalam proses men ing katkan mutu pendidikan,” ujarnya.

Seminar diikuti 150 peserta dan workshop 75 orang. Tak hanya dari Unida,

juga dari PTN dan PTS lain seperti Universitas Indon esia (UI), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), STIKOM Al-Khairiyah Cilegon, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Universitas Muhammadiyah Bogor, Politeknik Enjinering Indorama, Mabes Polri, Universitas Pakuan, Universitas Tadulako Makassar, Universitas Indraprasta, Universitas Riau, STKIP Kusuma Negara, Universitas Aceh, STKIP Muhammadiyah Bogor, STKIP Kusuma Negara, Institut Laroiba, dan Institut Purwokerto

 

Sumber :

https://www.pesawarankab.go.id/pages/sejarah-perkembangan-teknologi/

Tingkat Kesehatan dan Pendidikan Di Indonesia Semakin Meningkat

Tingkat Kesehatan dan Pendidikan Di Indonesia Semakin Meningkat

Seiring dengan menurunnya angka kemiskinan di Indonesia, ada perbaikan kualitas kehidupan insan Indonesia. Perbaikan kualitas ini terekam dalam bertambahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam 4 tahun ini.

Terbukti bahwa Indeks Pembangunan Manusia terus bertambah dari poin 68,90 di 2014, menjadi 70,81 pada 2017. Dengan angka laksana itu, maka Indonesia sekarang termasuk negara dengan kedudukan high human development countries di dunia.

IPM sendiri diukur oleh tiga elemen, yaitu pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak. Membaiknya kualitas kehidupan manusia tersebut didorong oleh sekian banyak usaha pemerintah di ketiga bidang tersebut.

Di bidang kesehatan, pemerintah memiliki konsentrasi pada pembangunan insan Indonesia yang sehat melewati Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan perlindungan sosial untuk warga tidak dapat melalui penambahan penerima pertolongan iuran JKN.

Penerima pertolongan iuran JKN naik dari 86,4 juta jiwa pada 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada Mei 2018.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku bahwa semenjak 2015 angka kematian ibu mencetuskan memperlihatkan tren penurunan. Hal ini erat kaitannya dengan kehadiran Jaminan Kesehatan Nasiona-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Di samping itu, menurut keterangan dari data BPS pada 2013 angka stunting menjangkau 37,2 % tapi ketika ini turun menjadi 30,8 %.

Peningkatan derajat kesehatan dapat mendorong produktivitas dan kualitas hidup masyarakat, sampai-sampai generasi masa mendatang akan menemukan akses pelayanan kesehatan yang baik.

Sedangkan di bidang pendidikan, jumlah penerima pertolongan biaya edukasi program Indonesia Pintar naik 5,4% menjadi 17,9 juta siswa, begitu pula dengan alokasi penerima beasiswa Bidik Misi naik 11,1 % menjadi 0,4 juta jiwa.

Dengan adanya perbaikan di bidang kesehatan dan pendidikan, anda sekarang dapat melihat hasil yang positif pada kualitas kehidupan insan Indonesia. Inilah yang terus digenjot oleh Presiden Jokowi, di samping soal infrastruktur. Kita pasti saja bercita-cita kemajuan yang lumayan baik ini butuh dilanjutkan dalam 5 tahun mendatang.

http://krutkovi.3bb.ru/click.php?https://www.pelajaran.co.id

Bagian dari Peneltitian, FGD Unida Bahas Lapas

Bagian dari Peneltitian, FGD Unida Bahas Lapas

Bagian dari Peneltitian, FGD Unida Bahas Lapas
Bagian dari Peneltitian, FGD Unida Bahas Lapas

Focus Group Discussion (FGD) digelar Fakultas Hukum Universitas Djuanda (Unida) Bogor, belum lama ini.

FGD yang menghadirkan sederet narasumber, sebut saja Dosen Sekolah

Pascasarjana Unida, Martin Roestamy, Kasat Narkoba Polres Bogor, AKP andri Alam Jaya, Kasat Tahti Polresta Bogor, IPTU Tri Harso hingga Kabid Keamanan, Kesehatan, Perawatan Narapidana/Tahanan, dan Pengelolaan Barang Rampasan dan Barang Sitaan Damari membahas soal Model Pelayanan Kesehatan bagi Tahanan di Wilayah Hukum Bogor dan Cianjur Dalam Upaya Pencegahan Perluasan dan Penyalahgunaan Narkoba.

FGD ini sendiri merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan dosen-dosen Unida Bogor beranggotakan Endeh Suhartini, Martin Roestamy, Ani Yumarni dan berlangsung atas dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DP2M) Unida dan Ristekdikti, dengan telah mengasilkan luaran dalam kegiatannya yaitu 2 jurnal terakreditasi Internasional terindex Scopus, 1 jurnal terakreditasi Nasional, 1 buku ajar, 1 Seminar Nasional dan 4 Seminar Internasional yang berlangsung di Thailand.

Rektor Unida Bogor, Dede Kardaya menyampaikan apresasi luar biasa atas

terlaksananya hasil penelitian dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi dunia pendidikan khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

“Alhamdulillah Unida sebagai perguruan tinggi riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia, menjadikan seluruh penelitian yang dilakukan oleh dosen sebagai bentuk pengabdian serta ilmu yang bermanfaat dan dapat dirasakan hasilnya oleh masyarakat luas,” kata Dede.
Sehingga, sambung Dede, luaran atau hilirisasi dari hasil penelitian dapat berupa buku ajar, publikasi ilmiah baik nasional maupun internasional, dan publikasi online.

“Mengingat sekarang kita hidup di zaman revolusi industri 4.0 yang

segalanya serba realtime dan menggunakan serta memanfaatkan teknologi sebagai kebutuhan dalam segala hal, sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas,” jelas Dede.

 

Baca Juga :

Jalin Silaturahmi Antar Guru, PGRI Tanahsareal Adakan Porseni

Jalin Silaturahmi Antar Guru, PGRI Tanahsareal Adakan Porseni

Jalin Silaturahmi Antar Guru, PGRI Tanahsareal Adakan Porseni
Jalin Silaturahmi Antar Guru, PGRI Tanahsareal Adakan Porseni

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tanahsareal, Kota Bogor, baru saja mengadakan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni).

Ketua PGRI Tanah Sareal, Amsarudin, Porseni merupakan agenda dari program cabang PGRI Tanahsareal yang pertama kali dilaksanakan.

“Ide awalnya dari teman-teman di ranting yang ingin bersilaturahmi

dengan para anggota. Maka dipilihlah Porseni ini. Dengan demikian guru dari tingkat TK hingga SMA, bahkan Perguruan Tinggi saling bersilaturahmi, seiring dengan itu timbul aspirasi dari bawah, apa keinginan mereka,” tuturnya.

Porseni ini, kata Amsar, bukan untuk mencari siapa juara atau pemenang, melainkan menjadi ajang silaturahmi. Meski baru kali pertama dilaksanakan, namun antusias dari anggota PGRI Tanah Sareal terhitung cukup tinggi.

“Tidak sedikit juga pengorbanan ranting untuk terselenggaranya Porseni ini, Alhamdulillah mereka antusias, bisa tertawa dan lainnya,” tuturnya.

Lebih lanjut Amsar menuturkan, melibatkan tenaga pendidik, teknis

Porseni difokuskan setiap akhir pekan. Namun beberapa diantaranya diselenggarakan pada hari biasa, menyesuaikan dengan jam kosong guru yang ada sehingga tidak mengganggu proses KBM.

“Sekolah negeri maupun swasta yang ada di Tanah Sareal semua bersatu.

Artinya tidak ada perbedaan antara negeri dengan swasta, tidak ada sekat antara guru negeri dan swasta, guru dan penjaga sekolah dengan TU karena mereka adalah warga PGRI,” bebernya.(wil/c)

 

Sumber :

https://jeffmatsuda.com/