Pemimpin Harus Punya Mimpi, Problem Solver & Inovatif

Pemimpin Harus Punya Mimpi, Problem Solver & Inovatif

 

Pemimpin Harus Punya Mimpi, Problem Solver & Inovatif

BANDUNG

Syarat menjadi pemimpin harus memiliki visi atau mimpi, sebagai problem solver atau pemecah masalah dan inovatif. Tiga syarat ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada para ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) se-Jabar pada forum OSIS daerah, di Aula Ki Hadjar Dewantara kantor Dinas Pendjdikan Jabar, Sabtu (05/01/19).

Visi, menurut Emil, sapaan Gubernur

wajib dimiliki seorang pemimpin. Begitupun bagi ketua OSIS, visi tak boleh sama dengan ketua sebelumnya. Visi Emil sendiri sebagi Gubernur ingin menjadikan Jabar provinsi pariwisata terbaik, provinsi digital dan terinovatif dengan kalimat semangat juara lahir batin.

“Seorang pemimpin harus punya visi atau mimpi, jangan melanjutkan kepemimpinan yang sebelumnya tapi buat mimpi baru. Kenapa bangsa ini merdeka karena Bung Karno punya mimpi, ujar Emil kepada 260 ketua OSIS yang hadir.

Pemimpin juga harus menjadi problem solver dengan turun tangan langsung menyelesaikan masalah di lapangan.

“Pemimpin hari ini harus turun tangan bukan tunjuk tangan dan terakhir harus inovatif yaitu memiliki cara yang berbeda dalam hal apapun,” terangnya.

Dalam forum OSIS yang bertemakan

“A good leader is example form the best character” ini, Emil juga menitipkan tentang nilai-nilai kepemimpinan agar para pelajar menjadi teladan di sekolahnya. Yaitu nilai ilmu, ahlak, iman dan kesehatan.

Tahun 2045

Tahun 2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi dimana diprediksi akan menjadi negara terkuat di dunia dalam ekonomi. Untuk itu Emil minta kepada para pelajar saat ini untuk mempersiapkannya karena 26 tahun yang akan datang mereka akan menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

“Bekalnya saya sampaikan supaya mereka menjadi pemimpin visioner, kompetitif, ini adalah investasi kami agar kami punya stok calon-calon pemimpin di masa depan yang dibekali dengan kearifan-kearifan di generasi kami sekarang,” terang Emil.

 

Artikel Terkait:

Membuat Menjadi Hidup Lebih Berarti

Membuat Menjadi Hidup Lebih Berarti

Membuat Menjadi Hidup Lebih Berarti
Membuat Menjadi Hidup Lebih Berarti

Ada kalanya kita merasa bosan

dengan aktivitas rutin kita. Bangun pagi, berangkat sekolah, pulang, bermain, belajar, lalu tidur. Begitu seterusnya, kecuali di hari libur tentunya. Hal yang terlalu rutin, monoton tanpa variasi itulah yang memunculkan kejenuhan dalam menjalani hidup. Maka tak jarang, kita mencari kegiatan-kegiatan lain di luar sekolah.

Saat mencari kegiatan di luar

Itulah, kita berhadapan dengan banyak sekali pilihan. Ada yang mencari kegiatan hanya untuk menghabiskan waktu, ada pula yang digunakan untuk menyalurkan hobi mengembangkan kemampuan diri, bahkan tak jarang pula menjumpai pilihan-pilihan negatif yang justru membawa keburukan terhadap pribadi kita. Maka, ada baiknya kita merenungkan kembali, apa saja hal yang bisa dilakukan agar membuat hidup lebih berarti.

Hal pertama yang kita lakukan

Agar hidup lebih berarti adalah bersyukur kepada Tuhan. Dengan segala kondisi yang kita miliki, sadarilah bahwa masih ada saja orang yang hidup di bawah kita. Selalu ingat bahwa dengan bersyukur, apa yang kita miliki akan menjadi lebih berarti.

Yang kedua, bahagiakan orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat kita. Kebahagiaan orang lain didapat, apabila sikap dan perilaku kita memberikan kebaikan bagi siapa saja. Makna membahagiakan itu pun sangat luas. Namun intinya satu, yaitu membuat orang lain tersenyum. Ada kata bijak mengatakan, “bila tak mampu membuat orang lain tersenyum, janganlah membuat orang lain menangis”. Yang maksudnya, saat kita belum mampu berbuat yang terbaik, janganlah sampai merusaknya dengan melakukan hal-hal yang buruk.

Yang ketiga, tetapkan tujuan hidup. Dengan mengetahui tujuan hidup, cita-cita untuk masa depan akan dapat tergambar dengan jelas. Sehingga akan mempengaruhi tindakan kita untuk mencapai tujuan tersebut. Hanya terkadang, susah sekali bagi kita sebagai pelajar menentukan apa cita-cita yang sesuai. Untuk itu, jangan segan-segan berkonsultasi dengan guru BP mu. Sebab tugas mereka bukan untuk menghukum murid-murid nakal, namun untuk mengarahkan murid-muridnya dalam hal pendidikan.

Hal berikutnya

Jadilah diri sendiri. Setiap orang mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sehingga jangan pernah minder ataupun sedih hanya gara-gara dibandingkan dengan kepandaian, kecantikan ataupun kekayaan orang lain. Jangan pula mudah terpengaruh dengan orang lain, baik itu teman sendiri, kakak kelas maupun orang-orang di sekitarmu. Selalu gali kemampuan yang ada dalam diri, sehingga akan nampak pribadimu yang sesungguhnya.

Yang terakhir, manfaatkan waktu untuk hal-hal positif. Tujuan positif tidak akan tercapai dengan cara yang negatif. Untuk itu, lihatlah selalu apa saja yang akan kita lakukan, mampukah memberi manfaat bagi diri kita maupun orang lain. Dengan begitu, kita akan mampu memilah, mana kegiatan yang baik untuk dilakukan dan mana hal-hal yang harus dihindari.

Kesimpulan

hidup kita akan lebih berarti apabila mampu memberikan manfaat bagi siapa saja. Baik diri kita sendiri, orang tua, keluarga, teman-teman serta masyarakat di lingkungan sekitar kita. Sehingga dengan mengetahuinya, kita juga mampu untuk melaksanakannya. Tetap semangat yaa

Sumber : https://dosen.co.id/