Fungsi-Fungsi Komunikasi Organisasi

Fungsi-Fungsi Komunikasi Organisasi

Fungsi-Fungsi Komunikasi Organisasi
Fungsi-Fungsi Komunikasi Organisasi

Sendjaja menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut :

  1. Fungsi Informatif.

Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.

Fungsi Regulatif

Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu:

  1. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Juga memberi perintah atau intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.
  2. Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

Fungsi Persuasif

Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

Fungsi Integratif

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu:

  1. Saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (buletin, newsletter) dan laporan kemajuan organisasi
  2. Saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.

Baca Artikel Lainnya:

Pengertian Komunikasi Organisasi dan 7 Prosesnya

Pengertian Komunikasi Organisasi dan 7 Prosesnya

Pengertian Komunikasi Organisasi dan 7 Prosesnya
Pengertian Komunikasi Organisasi dan 7 Prosesnya

Pengertian Komunikasi Organisasi

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok atau organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Hubungan yang dilakukan oleh unsur pimpinan antara lain kelangsungan hidup berorganisasi untuk mencapai perkembangan ke arah yang lebih baik dengan menciptakan hubungan kerja sama dengan bawahannya. Hubungan yang dilakukan oleh bawahan sudah tentu mengandung maksud untuk mendapatkan simpati dari pimpinan yang merupakan motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja ke arah yang lebih baik. Hal ini tergantung dari kebutuhan dan cara masing-masing individu, karena satu sama lain erat hubungannya dengan keahlian dan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Komunikasi organisasi adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan hubungan yang saling tergantung satu sama lain untuk mengatasi lingkungan yang tidak pasti atau yang selalu berubah-ubah.

Proses-Proses Komunikasi Organisasi

Dari pengertian ini mengandung 7 konsep kunci yaitu proses, jaringan, saling tergantung, hubungan, lingkungan, dan ketidak pastian.

  1. Proses

Organisasi adalah  suatu system terbuka yang dinamis yang menciptakan dan saling menukar pesan diantara anggotanya. Karena gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus-menerus dan tak ada henti-hentinya, maka hal itu dapat dikatakan sebagai suatu proses.

  1. Pesan

Pesan adalah susunan symbol yang penuh arti tentang orang, obyek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Kominkasi dapat efektif apabila pesan yang dikirimkan oleh komunikator diartikan oleh komunikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirimnya. Symbol-simbol yang digunakan dalam pesan dapat berupa verbal maupun non verbal.

Dalam komunikasi organisasi kita mempelajari ciptaan dan pertukaran pesan dalam seluruh organisasi. Pesan verbal dalam oirganisasi misalnya surat, memo, pidato dan percakapan. Pesan non verbal,adalah pesan yang tidak tertulis seperti bahasa, gerakan badan, sentuhan, nada suara, ekspresi wajah, dsbnya.

Klasifikasi pesan menurut penerima dapat dibedakan menjadi pesan internal dan eksternal. Pesan internal dipakai karyawan dalam organisasi misalnya memo, bulletin, dan rapat. Sedangkan pesan eksternal digunakan untuk memenuhi kebutuhan orang yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat umum. Seperti, iklan, usaha hubungan dengan masyarakat, usaha mengenai penjualan atau pelayanan, dll.

Pesan juga dapat diklasifikasikan menurut bagaimana pesan itu disebarluaskan. Ada 2 metode, yaitu metode perangkat keras dan metode perangkat lunak.  Metode perangkat keras digunakan , apabila pesan yang akan disampaikan menggunakan alat elektronik, dan tenaga listrik, missal computer. Metode perangkat lunak digunakan apabila pesan bergantung pada kemampuan dan keterampilan individu terutama dalam berfikir, menulis maupun berbicara. Contohnya, komunikasi lisan secara berhadapan, percakapan dalam rapat, interview, diskusi, dan kegiatan tulis menulis(surat, nota, laporan, usulan, maupun pedoman).

Klasifikasi pesan yang terakhir berdasarkan tujuan daripada pengiriman pesan. Ada 3 alasan umum arus pesan dalam organisasi, yaitu berkenaan dengan tugas dalam organisasi, pemeliharaan organisasi dan kemanusiaan.

Thayer mengumukan 4 fungsi dari arus pesan dalam organisasi yaitu untuk memberi informasi, untuk mengatur, untuk membujuk, dan untuk mengintegrasi. Goldhaber (1986) menambahkan klasifikasi barunya yaitu inovasi. Inovasi sangat penting bagi organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah-ubah. Pesan inovasi misalnya rencana baru organisasi, kegiatan baru, program baru/penghargaan yang membangkitkan pemecahan masalah.

  1. Jaringan

Organisasi terdiri dari beberapa orang yang setiap orang menduduki posisi tertentu dalam organisasi. Pertukaran pesan dari orang-orang terjadi melewati suatu set jalan kecil yang dinamakan jaringan komunikasi. Luas dari jaringan dipengaruhi oleh  banyak factor, antara lain hubungan peranan, arah dan arus pesan, hakikat seni dari arus pesan dan isi dari pesan.

Peranan tingkah laku dalam suatu organisasi menentukan siapa yang menduduki posisi atau pekerjaan tertentu baik secara formal maupun informal.

Faktor ke-dua yang mempengaruhi jaringan adalah arah. Ada 3 arah jaringan komunikasi yaitu komunikasi pada bawahan, komunikasi pada atasan dan komunikasi horizontal. komunikasi  bawahan biasanya untuk tujuan tertentu missal mengajukan pertanyaan, memberikan saran-saran. Komunikasi pada atasan berkenaan dengan tugas/ pemeliharaan organisasi missal pengarahan tujuan, perintah, disiplin/ pertanyaan. Komunikasi horizontal berkenaan dengan pemecahan masalah koordinasi, penyelesaian konflik dan desas-desus.

  1. Keadaan saling tergantung

Keadaan saling tergantung 1 bagian dengan bagian lainnya merupakan suatu system terbuka dalam suatu organisasi. Intinya, bila pimpinan membuat suatu keputusan, maka dia harus memperhitungkan implikasi keputusannya itu terhadap organisasinya secara menyeluruh.

  1. Hubungan

Organisasi merupakan suatu system terbuka. Suatu system social maka dari itu semuanya terletak pada tangan manusia dimana jaringan suatu pesan dalam organisasi dihubungkan oleh manusia. Oleh karna itu hubungan manusia dalam organisasi seperti sikap, skill. Moral harus dipelajari. Hubungan manusia dalam organisasi dimulai dari yang sederhana yaitu hubungan diantara 2 orang sampai kepada hubungan yang kompleks, yaitu hubungan dengan kelompok kecil, besar dalam organisasi.

  1. Lingkungan

Lingkungan adalah totalitas secara fisik dan factor social yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu system. Lingkungan dibagi 2 yaitu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal adalah personalia(karyawan), staf dan komponen organisasi lainnya. Lingkungan kesternal adalah langganan, leveransir, saingan dan teknologi.

Organisasi harus berinteraksi dengan lingkungan eksternal, yaityu teknologi, ekonomi, UU dan factor social. Mengapa? Jika lingkungan berubah-ubah maka organisasi memerlukan informasi baru yang dapat mengatasi  perubahan dengan menciptakan pertukaran pesan baik internal maupun eksternal.

  1. Ketidakpastian

Ketidakpastian adalah perbedaan informasi yang tersedia dengan informasi yang diharapkan. Ketidakpastian dalam suatu organisasi disebabkan terlalu banyaknya informasi yang diterima daripada sesungguhnya yang diperlukan untuk menghadapi lingkungan mereka. Oleh karena itu urusan utama komunikasi organisasi adalah menentukan dengan tepat berapa banyaknya informasi yang diperlukan untuk mengurangi ketidakpastian tanpa informasi yang berlebihan.

Sumber: https://sel.co.id/

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL
KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL DALAM HUBUNGAN INTERPERSONAL

Pengertian Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang menggunakan simbol-simbol verbal, baik secara lisan maupun tertulis. Komunikasi verbal adalah semua jenis simbol yang menggunakan satu kata atau lebih. Hampir semua rangsangan bicara yang kita sadari termasuk kedalam kategori  pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara verbal.

Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.

Prakteknya, komunikasi verbal bisa dilakukan dengan cara :

  1. Berbicara dan menulis.

Umumnya untuk menyampaikan, orang cenderung lebih menyukai speaking (berbicara) ketimbang (writing ). Selain karena praktis, speaking dianggap lebih mudah “menyentuh” sasaran karena langsung didengar komunikan. Namun bukan berarti pesan tertulis tidak penting. Untuk menyampaikan pesan bisnis yang panjang dan memerlukan pemahaman dan pengkajian matang, diperlukan pula penyampaian writing. Semisal penyampaian bussines report. Sangat tidak mungkin jika hanya disampaikan dengan berbicara.

  1. Mendengarkan dan membaca.

Kenyataan menunjukkan, pelaku bisnis lebih sering mendapatkan informasi ketimbang menyampaikan informasi. Dan aktivitas penerimaan informasi.pesan bisnis ini dilakukan lewat proses (listening) mendengarkan dan membaca (reading). Sayangnya, kenyataan juga menunjukkan, masih banyak di antara kalangan bisnis yang tidak memiliki kemampuan dan kemauan memadai untuk melakukan proses reading dan listening ini. Sehingga pesan penting sering hanya berlalu begitu saja, dan hanya sebagian kecil yang tercerna dengan baik.

contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.

Komunikasi verbal ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :

–           Disampaikan secara lisan / bicara atau tulisan

–          Proses komunikasi eksplisit dan cenderung dua arah

–          Kualitas proses komunikasi seringkali ditentukan oleh komunikasi non verbal

  1. Fungsi bahasa sebagai Bentuk Komunikasi Verbal

Bahasa dianggap sebagai suatu sistem kode verbal. Bahasa didefinisikan sebagai seperangkat simbol, dengan alunan untuk mengkombinasikan simbol-simbol tersebut, yang digunakan dan dipahami suatu komunitas.

  1. Untuk mengartikulasikan apa yang dipikirkan dan dirasakan manusia.
  2. Untuk membina hubungan yang baik diantara sesame manusia.
  3. Untuk mempelajari  tentang dunia sekeliling kita.
  4. Untuk menciptakan ikatan-ikatan dalam kehidupan manusia.

Menurut Larry Barker (Mulyana, 243) bahasa memiliki 3 fungsi sebagai berikut:

Ø  Penamaan (naming/labeling)

Penamaan merupakan fungsi bahasa yang mendasar. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi objek, tindakan, atau orang yang menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam berkomunikasi

  1. Interaksi

Fungsi interaksi merujuk pada berbagai gagasan dan emosi yang dapat mengunadang simpati pengertian ataupun kemarahan dan kebingugan

  1. Transmisi Informasi

Yang dimaksud dengan fungsi transmisi informasi adalah bahwa bahasa merupakan media untuk menyampaikan informasi kepada orang lain. Bahasa merupakan media transmisi informasi yang bersifat lintas waktu, artinya melalui bahasa dapat disampaikan informasi yang menghubungkan masa lali, masa kini, masa depan sehingga memungkinkan adanya kesinambungan budaya dan tradisi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelancaran Komunikasi Verbal

  1. Faktor Intellegensi

Orang yang memiliki intellegensi yang tinggi biasanya memiliki banyak pembendaharaan kata dibandingkan orang yang memiliki intellegensi rendah.

  1. Faktor budaya

Setiap budaya memiliki bahasa yang berbeda-beda. Seperti di Indonesia yang memiliki keragaman suku. Suku Sunda, Batak memiliki bahasanya masing-masing.

  1. Faktor Pengetahuan

Orang yang memiliki pengetahuan banyak akan mendorong yang bersangkutan untuk berbicara lancar dengan pembendaharaan kata yang banyak

  1. Faktor Kepribadian

Orang memiliki sifat pemalu, atau pendiam biasanya sedikit berbicara pada orang lain disebabkan tidak terbiasa berkomunikasi.

  1. Faktor Biologis

Adanya kelainan sehingga mengganggu saat berbicara.

  1. Faktor Pengalaman

Orang yangbanyak berkomunikasi baik berbicara dengan orang lain, individu atau massa, akan dapat berbicara secara lancar.

Pengertian Komunikasi Nonverbal

Beberapa pengertian dan pendapat Komunikasi nonverbal dari beberapa ahli diantaranya :

–          Menurut Edward Sapir, Komunikasi nonverbal adalah sebuah kode yang luas yang ditulis tidak di mana pun juga, diketahui oleh tidak seorang pun dan dimengerti oleh semua (an elaborate code that is written nowhere, known to none, and understood by all).

–          Molandro dan Barker yang dikutip dari Ilya Sunarwinadi: komunikasi antar budaya memberikan batasan-batasannya sebagai berikut :

  1. Komunikasi nonverbal adalah komunikasi tanpa kata-kata.
  2. Komunikasi nonverbal terjadi bila individu berkomunikasi tanpa menggunakan suara
  3. Komunikasi nonverbal adalah setiap hal yang dilakukan oleh seseorang yang diberi makna oleh orang lain
  4. Komunikasi nonverbal adalah studi mengenai ekspresi wajah, sentuhan, waktu, gerak, isyarat, bau, perilaku mata dan lain-lain.

Dapat disimpulkan bahwa Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) Komunikasi nonverbal adalah proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakangerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.

Contoh :

  1. Sentuhan

Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.

  1. Gerakantubuh

Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,

  1. Vokalik
    Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.
  2. Kronemik
    Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

Contoh Komunikasi Non Verbal :

Pertama saya lihat dari apotek K24. Menurut saya logo apotek K24 dengan background hijau muda terlihat lebih fress dan lebih terang. Dengan tulisan K24 putih dan merah, warna- warna cerah sangat menarik. Tulisan yang besar jelas akan lebih mudah terbaca dari sisi manapun. Mudah terbaca dan mudah dimengerti bahwa apotek ini buka 24 jam non- stop. Dan logo tersebut jelas menandakan bahwa tempat itu adalah apotek. Dan konsumen juga akan mudah apabila mencari obat atau butuh obat malam – malam.

  1. Adapun ciri-ciri komunikasi nonverbal diantaranya :

–          Disampaikan dengan menggunakan isyarat (gesture), gerak-gerik (movement), postur/lipologi, pembahasa, kinesic/sentuhan, penampilan fisik, ruang, jarak, waktu, consumer product dan artefak

–          Proses komunikasi implisit dan dapat terjadi dua arah maupun satu arah

–          Kualitas proses komunikasi tergantung pada pemahaman terhadap persepsi orang lain

  1. Fungsi Komunikasi Nonverbal

Fungsi pesan nonverbal dalam hubungannya dengan pesan verbal menurut Mark L. Knapp (1972: 9-12) dalam (Herlina Tanpa tahun) ada lima, yaitu:

  1. Repetisi, yaitu mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal. Misalnya setelah mengatakan penolakan saya, saya menggelengkan kepala.
  2. Substitusi, yaitu menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata, kita menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-anggukkan kepala.
  3. Kontradiksi, menolak pesan verbal atau memberi makna yang lain terhadap pesan verbal. Misalnya anda ’memuji’ prestasi teman dengan mencibirkan bibir, seraya berkata ”Hebat, kau memang hebat.”
  4. Komplemen, yaitu melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, air muka anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
  5. Aksentuasi, yaitu menegaskan pesan verbal atau menggarisbawahinya. Misalnya, anda mengungkapkan betapa jengkelnya anda dengan memukul meja.

Perbedaan Antara Komunikasi Verbal dan Komunikasi Nonverbal

Untuk memahami dengan lebih jelas antara komunikasi verbal dan non verbal, kita dapat melihat tabel mengenai tipe-tipe komunikasi berikut ini

Komunikasi                              Vokal                                       Non Vokal
Komunikasi verbal Bahasa Lisan (spoken words) Bahasa Tertulis (written words)
Komunikasi nonverbal Nada Suara (tone of voice). desah (sighs), jeritan (screams), kualitas vokal (vocal quality) Isyarat (gesture) gerakan (movement) penampilan (appearance), ekspresi wajah (facial expression)
  1. Hambatan Komunikasi Interpersonal

Dalam komunikasi antar personal terdapat beberapa hambatan yang ada, hambatan-hambatan tersebut antara lain sebagai berikut:

  1. Status effect

Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

  1. Semantic Problems

Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan sematis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian (misunderstanding) atau penafsiran (misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi (miscommunication). Misalnya kesalahan pengucapan bahasa dan salah penafsiran seperti contoh : pengucapan demonstrasi menjadi demokrasi, kedelai menjadi keledai dan lain-lain.

  1. Perceptual distorsion

Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.

  1. Cultural Differences

Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “jangan” dalam bahasa Indonesia artinya tidak boleh, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut suatu jenis makanan berupa sup.

  1. Physical Distractions

Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

  1. Poor choice of communication channels

Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

  1. No Feed back

Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Selain itu juga terdapat beberapa hambatan komunikasi antar personal yang biasanya terjadi, antara lain adalah:

  1. Tujuan yang tidak jelas : Dalam komunikasi harus ada kejelasan dalam berhubungan agar ada tujuan yang pasti, apabila tidak ada tujuan yang jelas akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya miss komunikasi yang dapat memecahkan hubungan antar sahabat ataupun hubungan antar personal yang lainnya.
  2. Penipuan : Hambatan komunikasi yang lain adalah penipuan. Dalam sebuah komunikasi bila terjadi penipuan akan merusak keakraban yang sudah terjadi dan sudah terpelihara selama ini.
  3. Sisi historis / pengalaman : Setiap orang pasti memiliki pengalaman sendiri-sendiri. Apabila dari pengalaman orang yang satu dengan yang lain tidak ada titik temu maka terjadi kesalahpahaman. Dan bila orang yang bersangkutan tidak segera memperbaiki bisa saja terjadi perusakan yang berakhir dengan pemutusan suatu hubungan atau komunikasi.
  4. Menganggap enteng lawan bicara : Dalam suatu komunikasi atau hubungan kita harus bisa menghormati antar personal agar tercipta suatu hubungan yang harmonis. Tapi apabila tidak ada rasa saling menghormati maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya pemutusan hubungan.
  5. Mendominasi pembicaraan : Komunikasi dua arah akan berhasil bila kita saling mengisi dan melengkapi. Bila ada seorang yang lebih mendominasi suatu pembicaraan, komunikasi tersebut tidak akan efektif dan tidak akan berjalan dengan lancar.
  6. Pihak ketiga : Ketika terjadi komunikasi dua arah jangan sampai ada pihak ketiga yang datang karena pihak ketiga atau orang yang tidak diundang dapat merusak suatu komunkasi yang sudah terbina dari awal. Hal ini dapat terjadi karena pihak ketiga tidak tahu dari awal apa yang terjadi dalam komunikasi dua arah yang sebelumnya dan bisa merusak sedikit demi sedikit komunikasi atau hubungan yang sudah tercipta sebelumnya.

Pada tiap personal terjadi proses komunikasi yang bertujuan untuk mengenali satu dengan lainnya, maka dari itu komunikasi yang terjalin harus terdapat pengertian serta kepercayaan antar personal, selain itu terdapat beberapa komponen yang harus dijaga untuk menjaga hubungan komunikasi agar tidak terjadi kesalah pahaman yang dapat mengakibatkan perusakan atau pemutusan hubungan.

  1. Strategi Meningkatkan Komunikasi Interpersonal

Menurut Roger hubungan interpersonal akan terjadi secara efektif apabila kedua pihak memenuhi kondisi berikut :

  1. Bertemu satu sama lain.
  2. Empati secara tepat terhadap pribadi yang lain dan berkomunikasi yang dapat dipahami satu sama lain secara berarti.
  3. Menghargai satu sama lain, bersifat positif dan wajar tanpa menilai atau keberatan.
  4. Menghayati pengalaman satu sama lain dengan sungguh-sungguh, bersikap menerima dan empati satu sama lain.
  5. Merasa bahwa saling menjaga keterbukaan dan iklim yang mendukung dan mengurangi kecendrungan gangguan arti.
  6. Memperlihatkan tingkah laku yang percaya penuh dan memperkuat perasaan aman terhadap orang lain.

Pace dan Boren (1973) mengusulkan cara-cara untuk menyempurnakan hubungan interpersonal. Hubungan interpersonal cenderung menjadi sempurna bila kedua pihak mengenal standar berikut :

  1. Mengembangkan suatu pertemuan personal yang langsung satu sama lain mengkomunikasika perasaan secara langsung.
  2. Mengkomunikasikan suatu pemahaman empati secara tepat dengan pribadi orang lain melalui keterbukaan diri.
  3. Mengkomunikasikan suatu kehangatan, pemahaman yang positif mengenai orang lain dengan gaya mendengarkan dan berespon.
  4. Mengkomunikasikan keaslian dan penerimaan satu sama lain dengan ekspresi penerimaan secara verbal dan nonverbal.
  5. Berkomunikasi dengan ramah tamah, wajar,menghargai secara positif satu sama lain melalui respon yang tidak bersifat menilai.
  6. Mengkomunikasikan satu keterbukaan dan iklim yang mendukung melalui konfrontasiyang bersifat membangun.
  7. Berkomunikasi untuk menciptakan kesamaan arti dan memberikan respon yang relevan.

Pada pernyataan dan preposisi di atas terdapat satu kesamaan iklim yang mendukung harus ada agar hubungan interpersonal dapat dijaga dan disempurnakan. Lingkungan yang mendukung dalam lingkungan sekolah maksudnya, kepala sekolah mendukung, ramah tamah, bersifat membantu, baik dan tegas, tidak pernah mengancam, memperhatikan sungguh-sungguh keadaan guru, karyawan beserta siswanya, dan berusaha keras melayani perhatian yang baik dari guru, karyawan beserta siswanya, menunjukkan kepercayaan dan memotivasi.

Cara Meningkatkan Interpersonal Skill

  1. Mengatasi persepsi negative. Sebelum bertindak kita harus melihat sesuatu dari sudut pandang kita, melihat dari sudut pandang orang lain, melihat dari sudut pandang netral/tidak memihak, dan tidak mencampuradukan emosi pribadi. Hal ini untuk membantu kita berpikir terlebih dahulu sebelum menilai dan menyertakan emosi. Kita melihat masalah dari tiga sudut pandang berbeda. Hal ini membuat kita menjadi lebih empati sehingga mengatasi persepsi negative. Untuk mempunyai kemampuan ini kita harus memiliki kemampuan mendengar. Untuk memahami kita perlu mendengarkan, mendengarkan dnegan penuh perhatian.
  2. Menerima pesan dengan baik dengan cara mendengarkan. Mendengarkan bukan hanya secara harfiah menggunakan telinga, namun lebih luas, yaitu memberikan perhatian terhadap sesuatu, bukan hanya terhadap suara semata. Pentingnya mendengar dinyatakan dalam berbagai penelitian, salah satunya menyatakan bahwa kemampuan mendengarkan jauh lebih penting daripada kemampuan berbicara, kemampuan mendengarkan harus dimiliki oleh semua orang, dalam diri pekerja, manajer, eksekutif, atau hubungan personal.

Alasan untuk mendengarkan adalah:

  1. Untuk memahami dan memperoleh informasi. Orang yang menguasai informasi akan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses.
  2. Analisis terhadap kualitas informasi. Kemampuan ini dibutuhkan agar dapat bertindak lebih tepat. Mendengarkan dan mendapatkan informasi lebih banyak akan meningkatkan kualitas pesan yang diterima, kelengkapan data, dan kemampuan mengolah informasi, sehingga simpulan atau analisis terhadap suatu kondisi atau keadaan dapat diambil.
  3. Membangun dan memelihara hubungan. Orang yang memiliki kemampuan mendengarkan dengan baik akan memiliki hubungan lebih baik dengan sesamanya, dan juga sebaliknya.
  4. Menolong orang lain, kemampuan mendengarkan dimiliki agar dapat memahami orang lain dan pada akhirnya dapat menolong orang lain. Beberapa profesi mewajibkan kompetensi mendengarkan untuk dimiliki dengan baik, contohnya dokter, pengacara, psikolog, guru, atau lainnya.
  5. Untuk meningkatkan kemampuan mendengarkan adalah dengan cara: membuat kontak mata dengan pembicara, hindari gerakan atau komunikasi nonverbal yang justru mengganggu atau tidak sesuai dengan maksud kita untuk mendengarkan, mengajukan pertanyaan, mengungkapkan kembali/konfirmasi, hindari interupsi, jangan berbicara terlalu banyak, membuat transisi yang baik antara menjadi pendengar yang baik dengan pembicara yang baik, empatik.
  6. Menekan ego pribadi kita. Perbedaan antara individu akan selalu ada, entah itu perbedaan pkitangan, perbedaan kepentingan, dan lainnya. Dengan menekan ego pribadi, maka kita dapat belajar untuk mencoba memahami orang lain. Setiap orang punya keunikan masing-masing, dan kita harus menerima fakta tersebut.
  7. Pengetahuan juga punya peranan penting dalam berinteraksi. Ketika kita berusaha untuk mendekati orang lain, kita dapat memanfaatkan knowledge yang kita miliki terkait dengan keunikan yang dimiliki orang tersebut. Contohnya kita berkenalan dengan seorang musisi, supaya interaksi berjalan dengan baik maka kita dapat memulai pembicaraan seputar musik. Intinya adalah membangun komunikasi yang dapat menciptakan jalinan hubungan baik dengan orang lain.
  8. Memperhatikan juga bahasa non-verbal kita. Bahasa non-verbal dapat menyampaikan lebih banyak dibandingkan dengan bahasa verbal. Ketika berkomunikasi dengan menggunakan bahasa ujaran (verbal communication) orang acap menggunakan bantuan gerak-gerik anggota tubuh seperti mata, tangan, kepala, dll. Kemampuan memanfaatkan anggota tubuh merupakan aset komunikasi dan bukan sekedar tampilan fisik. Jika digunakan secara tepat dan benar akan menimbulkan rasa tenteram (bagi diri sendiri atau pendengar), memperjelas bahasa ujaran dan sekaligus akan menghasilkan dampak positif yang mungkin tidak diduga. Sebagai contoh, cara berdiri, bergerak, menatap, dan tersenyum yang dimanipulasikan sedemikian rupa akan memberi nuansa komunikatif terhadap penampilan kata-kata.

Beberapa teknik sederhana yang dapat digunakan adalah:

  1. Lakukan tatapan mata setiap saat, pada individu atau kelompok tertentu untuk memperoleh keyakinan bahwa mereka memperhatikan isi yang sedang dibicarakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sebagai pembicara. Jika keberanian untuk melakukan hal ini belum ada, tujukanlah tatapan mata kebagian pendengar di barisan belakang. Kekhawatiran itu akan terkikis sedikit demi sedikit selama berbicara sehingga akhirnya timbul keberanian menatap pada satu arah pendengar tertentu. Jangan lupa memberi keseimbangan tatapan, berganti arah. Jangan sekali-kali menatap ke bahan tertulis konten pembicaraan/menunduk selama berbicara.
  2. Gunakan bahasa tangan untuk mengilustrasikan poin-poin ujaran yang disampai­kan. Jika tidak terbiasa menggunakan gerakan tangan sebagai aksentuasi, silang­kan saja dibagian punggung (jika bicara sambil berdiri) atau di balik podium (jika berdiri di mimbar). Jangan sekali-kali menggunakan gerakan tangan yang menunjukkan kegelisahan atau sebaliknya membuat gerakan yang membuat pendengar menjadi tidak tenteram misal, memutar-mutar pulpen dengan tangan atau mengetuk-ngetukkannya di meja selama berbicara.
  3. Bergerak santai jika bicara sambil berdiri. Tapi jangan mondar mandir dari satu sisi ke sisi yang lain terlalu cepat (seperti orang sedang adu lari) atau terlalu diatur (sehingga terkesan seperti pragawati).
  4. Rileks dan santai, jangan tegang. Dalam berkomunikasi dihindari ada rasa beban. Kalau tidak akan terjadi ketegangan dan ketidakteraturan berbicara. Dengan demikian interaksi komunikasi yang positif tidak terjadi.
  5. Senyum dan senyum. Ini akan menimbulkan keyakinan pada diri sendiri dan rasa akrab bagi pendengar. Selalu tersenyum sambil menceritakan suatu anekdot atau humor yang terkait dengan bahan pembicaraan akan membuat pende­ngar benar-benar menikmati humor dan anekdot tersebut (paling tidak untuk sopan santun, mereka akan turut tertawa juga). Dan ini penting buat pembicara. Sebab, jika humor tidak bersambut akan mengakibatkan hilang kontrol dan percaya diri pembicara juga akan hilang. Akhirnya, apa pun konten pembicaraan yang akan disampaikan maka keberhasilannya akan bergantung pada kemampuan menggabungkan unsur isi pembicaraan, pengungkapannya dalam bahasa ujaran, dan aksentuasinya dalam bentuk non-ujaran atau bahasa tubuh. Semua ini harus bersifat sinergis.
  1. Memperbanyak bertemu dengan orang-orang baru. Hal ini karena interpersonal skill yang terasah membutuhkan suatu proses dan waktu yang panjang. sehingga harus selalu dilatih. Semakin banyak kita menjalin hubungan dengan orang lain, maka interpersonal skill Kita akan semakin terasah.
  2. Menghindari judgement. Salah satu hambatan dalam menjalin komunikasi di awal adalah judgement. Ketika judgement sudah ada, maka kita punya persepsi dan kesan mengenai orang lain, yang mungkin negatif. Oleh karena itu, jangan biarkan judgement menahan kita untuk memulai komunikasi. Berikan kesempatan pada orang lain untuk berinteraksi dengan kita.
  3. Open minded. Belajarlah untuk menerima dan menghargai pendapat orang lain. Jangan langsung menolak dengan keras `knowledge` baru yang berbeda dengan pengetahuan yang kita miliki. Berkomunikasilah dengan serius, namun santai. Jika harus berdebat, lakukan dengan saling menghargai dan sopan.
  4. Empati. Empati adalah sikap dimana kita dapat menempatkan diri seolah-olah kita berada di posisi lawan bicara. Bayangkan seolah-olah kita berada di situasinya., dan berikan respon yang tepat. Empati kita terhadapnya akan menciptakan suatu hubungan yang positif. Empati ini harus terus menerus dilatih. Biasanya, orang yang punya Emotional Quotient (EQ) tinggi, lebih pkitai dalam berempati.
  5. Menghadapi konflik. Interpersonal skill kita sangat diuji ketika terjadi konflik. Kita dapat menjadi mediator dari pihak-pihak yang berkonflik. Kumpulkan mereka, dan bantu untuk mengatasi konflik yang mengemuka. Lakukan dengan kepala dingin, supaya komunikasi berjalan lancar, dan masalah bisa diselesaikan dengan baik. Kita harus bersikap netral sekaligus bijak untuk dapat mengambil peran ini.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Wawasan Nusantara sebagai Alat Pemersatu Bangsa dan Negara

Wawasan Nusantara sebagai Alat Pemersatu Bangsa dan Negara

 

Wawasan Nusantara sebagai Alat Pemersatu Bangsa dan Negara

Latar Belakang

Wawasan Nusantara, disingkat dengan wasantra suatu tujuan dan cara pandang bagi Indonesia untuk mawas diri terhadap kelangsungan hidupnya, untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukanya wilayah dimana suatu bangsa dapat hidup dan tekad yang kuat serta kondisi lingkungan disekitar. Negara kesatuan republik indonesia adalah negara yang kaya akan berbagai pulau-pulau, indonesia telah memenuhi kebutuhan yang mana kita memiliki wilayah atau suatu bangsa agar dapat ditempati oleh masyarakat dan pemerintahanya sebelum adanya deklarasi djuanda yang diselenggarakan pada tanggal 13 Desember 1957, pulau-pulau di wilayah Nusantara dipisahkan oleh laut di sekelilingnya dan setiap pulau hanya mempunyai laut di sekeliling sejauh 3 mil dari garis pantai.

Namun setelah diselenggarakannya deklarasi tersebut memiliki nilai sangat strategis bagi bangsa Indonesia, karena telah melahirkan konsep Wawasan Nusantara yang memiliki isi bahwa (pemerintah Indonesia mengklaim bahwa segala perairan di sekitar, di antara, dan yang menghubungkan pulau-pulau atau bagian pulau-pulau yang termasuk daratan negara Republik Indonesia, dengan tidak memandang luas dan lebarnya adalah milik kepulauan NKRI).

Wasantara memiliki cara pandang bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensinya yang sarwa nusantara dan penekanannya dalam mengekspresikan diri sebagai bangsa Indonesia di tengah-tengah lingkungannya yang sarwa nusantara itu. Unsur-unsur dasar wasantara itu ialah: wadah (contour atau organisasi), isi, dan tata laku.

Wawasan Nusantara harus seimbang dengan paham kekuasaan yang dianut oleh suatu Negara akan dapat berproses secara berkesinambungan. Oleh karena itu, Indonesia berusaha menggambarkan paham kekuasaan secara komprehensif dan memiliki landasan yang kuat. Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai berdasarkan: ”Bangsa Indonesia cinta damai, akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.

Rumusan Masalah

1) Apa sajakah asas-asas yang meliputi tentang wawasan nusantara sebagai pemersatu bangsa dan negara.
2) Untuk mencapai indonesia baru dalam pembangunan nasional langkah apa yang harus di tempuh.

Ruang lingkup

Karya tulis ini hanya akan membahas tentang wawasan nusantara sebagai alat pemersatu bangsa serta pembangunan nasional.

Sumber berita

Kami mendapatkan sumber berita dari website yang kami akses pada tanggal 16 September 2012 dan 25 september 2012 dan juga kami mengutip sumber berita dari buku.

Tujuan Penulisan Makalah

Makalah ini dimaksudkan untuk membahas tentang wawasan nusantara menjadi alat pemersatu bangsa serta pembangunan nasional.

Topik pembahasan

ü Keadilan yang berarti adil dalam menjalani hidup, sesuai dengan pancasila yang tercantum pada sila ke 2.

a) Kejujuran yang berarti jujur dalam menjalankan suatu hal.
b) Solidaritas yang berarti kekompakan atau kebersamaan dalam memberi dukungan dan rela berkorban.
c) Kerja sama adanya rasa kesatuan dan kesatuan sehingga tercipta suatu rasa untuk menjalankan suatu hal dengan berkerja sama atau gotong royong(asas wawasan nusantara
ü Terciptanya suatu tatanan masyarakat yang madani (civil society) yang memiliki daya mampu, berwawasan luas kebangsaan dan memiliki karakter beradab bermoral dan beretika dan mempunyai sikap mandiri, rasional dan profesional serta berperan aktif untuk berpartisipasi dalam dalam seluruh aspek kehidupan nasional.( Agum gumelar m,sc & azwar djalils.ip 1999:31)

Tinjauan pustaka

Setiap bangsa mempunyai wawasan nasional yang merupakan visi bangsa yang bersangkutan menuju masa depan.(Prof. Dr. H. Kaelan, M.S. & Drs.H. Achmad Zubaidi, M.Si. 2010:124)

Dan dalam bangsa dan bernegara memrlukan suatu konsep tentang suatu cara pandang untuk kelangsungan hidup dan kesejahteraan bangsa negara, serta mempertahankan identitas diri atau jati diri bangsa. Istilah wawasan nusantara berasal dari kata “mawas” yang berarti lebih kembali pada diri sendiri yaitu sadar diri atau penglihatan inderawi selain itu berarti juga memandang melihat dan meninjau. Dan kata nusantara berasal dari kata “nusa” yang berrti pulau – pulau, dan “ antara” yang berarti menggabungkan 2 arti kata wawasan dan nusa yang berati menggambarkan tentang berbagai wilayah di indonesia yang berupa perairan dan pualu pulau.

Seacara umum wawasan ansional berarti cara pandang suatu bangsa tentang diri dan lingkungannya yang dijabarkan dari dasar falsafah dan sejarah bangsa itu seseuai dengan posisi dan kondisi geografi negaranya untuk mencapai tujuan atau cita – cita nasionalismenya.
(Prof. Dr. H. Kaelan, M.S. & Drs.H. Achmad Zubaidi, M.Si. 2010:124)

Wawasan nusantara memiliki berbagai unsur dasar yaitu.

1) Wadah (Contour)
Wadah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki sifat serba nusantara dengan kekayaan alam dan penduduk serta aneka ragam budaya. (Pengertian Wawasan Nusantara, Unsur, Asas, Hakekat Wawasan Nusantara http://jaifmanda.blogspot.com)
2) Isi (Content)
Suatu impian bangsa dan negara dikalangan masyarakat untuk mencapai tujuan indonesia baru.
3) Tata laku
Suatu sifat yang dicerminkan dalam kehidupan sehari hari yang memiliki rasa nasionalisme yang mencerminkan jiwa semangat dan mentalitas yang baik serta dengan tindakan untuk mencapai indonesia baru. Selain sifat tata laku juga merupakan suatu jati diri dari bangsa atau identitas bangsa yang bersifat kekeluargaan atau kebersamaan untuk membangun indonesia baru.
Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, dalam pengertian : cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. (Pengertian Wawasan Nusantara, Unsur, Asas, Hakekat Wawasan Nusantara.

Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara. Implementasi Wawasan Nusantara senantiasa berorientasi pada kepentingan rakyat dan wilayah tanah air secara utuh dan menyeluruh. Namun saat ini globalisasi muncul dan membawa ancaman yang cukup berarti bagi perubahan nilai-nilai kehidupan yang telah terjaga selama ini. Oleh karena itu, dapat dipetakan beberapa tantangan yang harus dihadapi pasca globalisasi oleh Wawasan Nusantara.

Tantangan tersebut meliputi kurangnya pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi ketidakmerataan kesejahteraan penduduk, perkembangan teknologi dan IPTEK yang begitu luar biasa mendorong munculnya pola-pola masyarakat global yang rentan akan menciptakan kehancuran Negara karena state borderless, globalisasi juga memunculkan Kapitalisme sebagai system ekonomi yang mendominasi dan tentu saja menjadi tantangan karena sifatnya yang mengutamakan kepentingan individu, dan yang terakhir adalah factor utama yang bersifat intern, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat atas kewajibannya dalam menjaga Wawasan Nusantara dan realisasinya dalam kehidupan bangsa.

Kesimpulan

Wawasan Nusantara yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Geopolitik merupakan sebuah elemen yang amat penting bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Apabila dilihat lebih detail maka akan ditemukan kedudukan, funsi dan tujuan dari Wawasan Nusantara itu sendiri. Kedudukan wawasan ini adalah sebagai Wawasan Nasional yang berisi ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat. Sesuai paradigma terlihat bahwa Pancasila sebagai dasar Negara menjadi Landasan Idiil, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara menjadi Landasan Konstitusional, Wasantara sebagai Visi bangsa sebagai Landasan Visional, Ketahanan Nasional sebagai Konsepsi Bangsa.

Wawasan Nusantara juga berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Dan tujuan dari Wawasan Nusantara tidak lain adalah sebagai alat untuk mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala aspek dalam kehidupan bangsa Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasional.

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Fakta Dalam Kajian Sains

Fakta Dalam Kajian Sains

Fakta Dalam Kajian Sains
Fakta Dalam Kajian Sains

Kajian Sains

Kajian Sains selalu memberikan misteri buat kita semua. Masih banyak fakta-fakta menarik yang tersembunyi yang terkadang di luar dugaan kita.

Manusia sebagai makhluk yang selalu ingin tahu

Manusia sebagai makhluk yang selalu ingin tahu telah membuka banyak pintu dan masih akan terus mengungkap kebenaran.

Inilah 16 dari berjuta-juta fakta sains

Inilah 16 dari berjuta-juta fakta sains mengagumkan lain yang mungkin korang semua belum tahu.

1. Kuku tangan tumbuh empat kali lebih cepat dari kuku kaki.

2. Pengguna tangan kanan rata rata hidup sembilan tahun lebih lama dari orang kidal.(hoh betul ke ni)?

3. Kalau korang menggosokkan bawang ke kaki, sekitar 30 – 60 minit, korang akan dapat merasakannya. Ini kerana bawang tersebut mengalir melalui aliran darah.

4. Korang tidak akan boleh bunuh diri dengan menahan nafas (kalau korang melakukannya sampai tak sedarkan diri,korang akan mulai bernafas normal secepatnya).

5. Di satu inci persegi kulit manusia terdapat 20 juta makhluk mikroskopik.

6. Armadilo adalah satu-satunya makhluk hidup bukan manusia yang boleh menderita kusta. Ada juga kes penularan penyakit ini dari armadilo ke manusia.

7. Seekor siput boleh tidur 3 – 4 tahun selama masa dia tidak memerlukan makanan.

8. Zirafah boleh hidup lebih lama tanpa air daripada unta.

9. Nyanyian paus bungkok akan berubah secara dramatis dari tahun ke tahun, tetapi setiap paus di seluruh samudera selalu menyanyikan lagu yang sama dengan yang lainnya.

10. Gaya yang diperlukan untuk mengangkat kedua dua kaki dari pasir apung dengan kecepatan satu sentimeter per minit sama dengan gaya yang diperlukan untuk mengangkat kereta berukuran sederhana.

11. Untuk menguji keaslian mutiara, korang boleh menggosokkan cuka ke permukaanya. Komposisi dari mutiara akan membuatnya menggelembung dengan cepat.

12. Ikan mash yang diletak di tempat gelap akan berubah menjadi putih. Dan kalau bukan kerana pengaruh makanan, mereka akan berubah menjadi putih seluruhnya.

13. Tidak seperti lebah lainnya, penyengat ratu lebah tidak berduri dan boleh digunakan berkali-kali tanpa melukainya.

14. Pasir apung tidak dengan cepat membunuh manusia kerana biasanya tidak terlalu dalam. Faktanya, sangat sulit membebaskan diri dari pasir apung dan inilah yang menyebabkan kematian.

15 Tiram boleh berubah antara jantan dan betina.

16) Lelaki 30% lebih kuat dari wanita dalam rata-rata, terutama tubuh bahagian atas, dan otak lelaki lebih berat dari otak wanita.

 

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Mengenal Sistem Saraf Manusia

Mengenal Sistem Saraf Manusia

pernah nggak sih anda merasakan hantaran rangsangan berasal dari orang lain? Misalnya disaat anda kembali berpegangan tangan atau tidak sengaja tersenggol oleh orang lain. Pernah penasaran nggak, bagaimana hantaran rangsangannya sanggup jadi hingga ke kamu? Sebelum anda mikir yang aneh-aneh, ternyata anda sanggup merasakan hal selanjutnya dikarenakan tersedia proses saraf didalam tubuhmu. Wah, hebat banget nggak sih? Hebat dong! Yuk, sekarang kami mengenal proses saraf ini lebih lanjut ya!

Tahukah kamu, proses saraf adalah tidak benar satu bagian berasal dari proses koordinasi yang sesuaikan kegiatan tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponen proses saraf terdiri berasal dari sel saraf (neuron), proses saraf pusat, dan proses saraf tepi. Kita bahas satu persatu, yuk!

Struktur Sel Saraf (neuron)

Ada 7 bagian susunan sel saraf yang harus anda ketahui. Jangan hingga tertukar dikarenakan mereka miliki fungsinya masing-masing yang cukup spesifik, Squad. Kuy, kami bahas satu persatu.

Bagian yang pertama disebut bersama Dendrit. Dendrit merupakan juluran sitoplasma yang relatif pendek, bercabang-cabang dan bermanfaat menerima rangsangan untuk dikirim ke badan sel. Setelah itu, rangsangan selanjutnya dikirim ke mana, dong? Rangsangan selanjutnya lantas dikirim ke badan sel atau perikarion. Pada badan sel ini rangsangan yang pada mulanya dikirim jadi diproses. Oh iya, badan sel termasuk miliki inti atau nukleus di bagian tengah.

Setelah selesai diproses, rangsangan selanjutnya jadi “berjalan”ke Akson. Akson merupakan juluran sitoplasma yang panjang dan bermanfaat menghantarkan rangsang. Panjang akson sekitar 1mm-1m. Kamu harus ingat nih, Ujung awal akson disebut akson hillock, sedang ujung akhir akson disebut akson terminal. Eh, ini bukan terminal bus daerah anda biasa naik bus ya. Hehehe. Selain akson, tersedia termasuk yang disebut bersama Sel Schwann. Sel Schwann merupakan penunjang sel saraf berwujud lemak yang bermanfaat menghasilkan selubung myelin. Nah, kalau selubung myelin itu apa? Selubung myelin adalah bagian saraf yang bermanfaat untuk memelihara akson dan berikan nutrisi.

Kamu sadar nggak sih, kenapa kami sanggup merasakan rangsangan bersama cukup cepat? Hal itu dikarenakan proses saraf kami mempunyai Nodus Ranvier. Ingat ya, nodus bukan modus. Hahaha. Nodus Ranvier inilah yang berperan penting didalam mempercepat hantaran rangsangan. Bagian paling akhir berasal dari proses saraf adalah Sinapsis. Sinapsis merupakan penghubung pada neuron yang satu bersama neuron yang lainnya. Selain itu, sinapsis termasuk berperan sebagai titik temu pada ujung akson berasal dari neuron yang satu bersama dendrit berasal dari neuron lainnya atau pertalian ke otot dan kelenjar.

Macam-Macam Neuron

Squad, ternyata berdasarkan fungsinya, neuron sanggup dibagi jadi 2, yakni berdasarkan faedah dan bentuknya. Berdasarkan fungsinya, saraf dibagi jadi Saraf Sensorik (Aferen) dan Interneuron. Saraf Sensorik (Aferen) adalah saraf yang mengirimkan rangsang berasal dari daerah reseptor atau indra menuju proses saraf pusat (otak/sumsum tulang belakang). Lalu apa bedanya ya bersama interneuron? Interneuron adalah saraf penghubung yang banyak terkandung di otak dan sumsum tulang belakang. Interneuron termasuk bermanfaat menghubungkan neuron yang satu bersama neuron yang lainnya. Interneuron dibagi jadi 3 bagian, lho. Apa saja, ya?

Berdasarkan bentuknya, sel saraf terbagi jadi Saraf Multipolar, Saraf Bipolar, dan Saraf Unipolar. Saraf Multipolar miliki satu akson dan dua dendrit, tetapi sanggup termasuk lebih. Contohnya tersedia di saraf motorik terhadap otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan Saraf Bipolar miliki dua juluran yang terdiri berasal dari dendrit dan akson, andaikan reseptor telinga, mata, dan hidung. Saraf Unipolar merupakan neuron bipolar yang cuma miliki satu juluran berasal dari badan sel dikarenakan akson dan dendritnya mengalami fusi. Contoh saraf unipolar adalah neuron terhadap embrio dan fotoreseptor mata.

Apa Itu Rangsangan atau Impuls?

Squad, anda penasaran nggak sih, apa yang sebetulnya dimaksud bersama rangsangan? Rangsangan atau motivasi adalah pesan yang diterima oleh reseptor atau tubuh berasal dari lingkungan luar, lantas dibawa oleh neuron atau serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Contoh motivasi pada lain perubahan suhu, tekanan, bau, aroma, suara, benda, dan beragam rasa seperti asin, manis, asam, dan pahit. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor lantas sanggup memicu terjadinya gerakan. Wah ternyata proses kami bergerak saja melibatkan proses saraf, ya!

Oh iya, gerakan sanggup dibedakan jadi dua macam, yakni gerak sadar dan gerak refleks. Gerak sadar adalah gerak yang berlangsung akibat disengaja atau disadari. Contohnya gerakan memegang buku saat ingin belajar, atau disaat menyita pensil. Sedangkan Gerak refleks adalah gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Penjalaran terhadap gerak reflek berlangsung cepat, lewat jalan pendek dan tidak lewat otak. Tetapi gerak refleks ini lewat sumsum tulang belakang. Contohnya pada lain terangkatnya kaki saat menginjak paku, menutupnya kelopak mata disaat benda asing masuk ke mata dan gerakan tangan saat memegang benda panas. Ada yang sadar semisal lain untuk gerak sadar dan gerak refleks? biologi.co.id

Kehidupan Indonesia di Masa Demokrasi Terpimpin

Kehidupan Indonesia di Masa Demokrasi Terpimpin

tahu nggak kecuali sehabis merdeka terhadap tahun 1945, sebagai negara baru Indonesia pernah sebagian kali berubah sistem pemerintahan. Setelah “mencoba” demokrasi liberal, Indonesia mengubah haluan sistem pemerintahannya ke sistem demokrasi terpimpin. Hal ini ditujukan agar semua ketetapan serta asumsi yang mengenai bersama negara berpusat terhadap pemimpin negara pas itu, yaitu Soekarno. Masa Demokrasi Terpimpin di awali sejak lahirnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959.

Pada 9 Juli 1959, Kabinet Djuanda dibubarkan dan diganti menjadi Kabinet Kerja yang dilantik terhadap 10 Juli 1959. Kabinet ini memiliki program kerja yang disebut Tri Program yang meliputi:

(1) masalah-masalah sandang dan pangan,

(2) keamanan didalam negeri, dan

(3) pengembalian Irian Barat.

Kebijakan-kebijakan politik yang terdapat didalam infografis di atas sudah pasti tidak lepas dari berbagai kecaman karena ada penyimpangan. Seperti penetapan Soekarno sebagai Presiden Seumur Hidup. Hmm, kok bisa? Waktu itu masih bisa, karena pas itu UUD 1945 belum diamandemen, dan di Pasal 7 pas itu cuma disebutkan bahwa presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya boleh dipilih kembali. Wah, kecuali saat ini pasti nggak mampu yaa.

Selain itu, keberadaan MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) dan DPAS (Dewan Pertimbangan Agung Sementara) juga memetik kontroversi. Kenapa? Tidak lain karena pembentukannya dibikin langsung oleh presiden, apalagi diketuai olehnya. Padahal seharusnya, badan layaknya MPRS dipilih lewat Pemilu (Pemilihan Langsung).

Kondisi ekonomi terhadap masa awal Demokrasi Terpimpin amat terpuruk akibat pemberontakan-pemberontakan yang terjadi. Untuk menangani suasana ekonomi terhadap masa ini, sistem ekonomi berlangsung bersama sistem komando, di mana alat-alat produksi dan distribusi yang penting perlu dimiliki dan dikuasai negara atau sekurang-kurangnya di bawah pengawasan negara.

1. Pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) dan Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas)

Upaya perbaikan perekonomian Indonesia dilaksanakan bersama pembentukan Dewan Perancang Nasional (Depernas) terhadap 15 Agustus 1959 yang dipimpin Moh. Yamin. Dapernas sesudah itu menyusun program kerjanya berwujud pola pembangunan nasional yang disebut sebagai Pola Pembangunan Semesta Berencana bersama mempertimbangkan faktor pembiayaan dan pas pelaksanaan pembangunan. Pola Pembangunan Semesta dan Berencana terdiri atas Blueprint tripola yaitu proyek pembangunan, pola penjelasan pembangunan dan pola pembiayaan pembangunan.

Pada tahun 1963, juga dibentuk Badan Perancangan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang dipimpin Presiden Soekarno sebagai pengganti Depernas. Tugas Bappenas adalah menyusun rencana pembangunan jangka panjang maupun pendek.

2. Penurunan nilai uang

Untuk membendung inflasi dan mengurangi jumlah duwit yang beredar di masyarakat, terhadap tanggal 25 Agustus 1950 pemerintah menginformasikan penurunan nilai uang. Gimana sih penurunan nilai duwit tersebut? Sebagai contoh, untuk duwit kertas pecahan Rp500 nilainya dapat berubah menjadi Rp50 begitu seterusnya. Selain itu, semua simpanan di bank yang melebihi Rp25.000 dapat dibekukan.

3. Melaksanakan Deklarasi Ekonomi (Dekon)

Pada tanggal 28 Maret 1963 dikeluarkan landasan baru bagi perbaikan ekonomi secara menyeluruh yaitu Deklarasi Ekonomi (Dekon). Tujuan dibentuknya Dekon adalah untuk menciptakan ekonomi yang berwujud nasional, demokratis, dan bebas dari imperialisme. Meski begitu, didalam pelaksanaannya Dekon tidak mampu menangani ada masalah ekonomi dan kasus inflasi, Dekon justru membawa dampak perekonomian Indonesia stagnan. Masalah perekonomian diatur atau dipegang oleh pemerintah tetapi prinsip-prinsip basic ekonomi banyak diabaikan.

4. Pembangunan Proyek Mercusuar

Keadaan perekonomian jadi jelek karena pembengkakan biaya proyek mercusuar. Proyek Mercusuar Soekarno adalah proyek pembangunan ibukota agar mendapat perhatian dari luar negeri. Untuk memfasilitasi Ganefo (Games of the New Emerging Forces) sebagai tandingan dari Olimpiade, pemerintah membangun proyek besar layaknya gedung CONEFO yang saat ini dikenal sebagai DPR, MPR, DPD DKI Jakarta, Gelora Bung Karno, Hotel Indonesia, Jembatan Semanggi, pembangunan Monumen Nasional (Monas), dan pusat pertokoan Sarinah.

1. Larangan pedagang asing di luar ibukota daerah

Dalam bidang sosial, terhadap masa Demokrasi Terpimpin pernah berlangsung konflik antar pedagang asing, terlebih Cina. Pada 1 Januari 1960, para pedagang asing dilarang berdagang di pedesaan. Akibatnya, banyak di pada mereka yang dipindahkan ke kota. Atas kebijakan berikut pemerintah di Beijing mengimbuhkan reaksi keras terhadap usaha tentara Indonesia melarang warga negara asing (etnis Cina) bergerak didalam bidang usaha eceran diluar kota-kota besar.

2. Kerusuhan di Jakarta

Pada masa Konfrontasi Indonesia-Malaysia, suasana sosial Indonesia jadi kacau. Kedutaan besar Inggris dan 21 tempat tinggal stafnya dibakar habis di Jakarta. Sebagai balasan, kedutaan besar Indonesia di Malaysia juga mengalami kerusakan. Hal ini berujung terhadap pemutusan interaksi diplomatik bersama Malaysia dan Singapura.

3. Konflik Lekra bersama Manikebu

Dalam bidang kebudayaan, juga terdapat konflik Lekra dan Manikebu. Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) kelompok pendukung ajaran Nasakom pas Manikebu (Manifesto Kebudayaan) adalah sekelompok cendekiawan yang anti bersama ajaran tersebut. Kelompok Manikebu menunjang Pancasila, tetapi tidak menunjang ajaran Nasakom. Manikebu tidak mendambakan kebudayaan nasional didominasi ideologi tertentu. Manikebu sesudah itu dilarang oleh pemerintah RI karena diakui tunjukkan sikap ragu-ragu terhadap revolusi. Tokoh-tokoh didalam Manikebu pada lain H.B. Jassin dan Taufiq Ismail.

4. Pelarangan musik dan tarian ala Barat

Squad, saat ini kamu pasti mampu dengar berbagai musik dan menarikan berbagai tarian bersama bebas, ‘kan? Berbeda bersama masa Demokrasi Terpimpin, segala faktor kehidupan masyarakat berada di bawah dominasi politik. Bahkan, kelompok seniman Koes Bersaudara (Koes Plus) juga pernah ditahan oleh pihak Kejaksaan karena diakui memainkan musik yang kebarat-baratan. Melalui pidato-pidatonya, Presiden Soekarno mengecam kebudayaan Barat berwujud musik “rock plus roll”, dansa ala “cha-cha”, musik pop.

Hidup di masa saat ini sudah pasti berbeda bersama kehidupan Indonesia di masa demokrasi terpimpin, ya. Jika di masa saat ini kita mampu hidup bebas, di masa itu pemerintah hampir “memasuki” semua faktor kehidupan. gurukelas.co.id

Potensi serta Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia

Potensi serta Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia

Energi baru adalah kekuatan yang dikembangkan dari bahan-bahan yang mampu diperbarui secara cepat dan pengaruh yang dihasilkan tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Indonesia sebagai negara yang besar, membawa banyak sekali sumber-sumber kekuatan alternatif yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Apa saja yang termasuk Energi baru dan terbarukan yang tersedia di Indonesia? Yuk kita pelajari!

Sampai selagi ini, Indonesia masih mengandalkan bahan bakar dari fosil sebagai sumber tenaga utama, baik untuk kendaraan, industri, pembangkit listrik, atau lainnya. Energi fosil sebenarnya tersedia banyak, tetapi, terkecuali digunakan terus menerus kekuatan selanjutnya bakal habis. Selain itu kekuatan fosil membuahkan zat-zat buangan yang mampu menyebabkan kerusakan lingkungan misalnya karbon dioksida.

Kondisi geografis Indonesia amat memungkinkan untuk pengembangan kekuatan baru dan terbarukan, pemerintah termasuk sudah mengembangkan lebih dari satu pembangkit listrik kekuatan baru dan terbarukan di lebih dari satu tempat, lebih dari satu umpama dari kekuatan baru dan terbarukan beserta pembangkit listriknya adalah selanjutnya ini.

1. Tenaga Surya/Matahari

Indonesia adalah negara tropis, dimana matahari selalu bercahaya secara terus menerus selama th. tanpa terganggu musim, perihal ini menjadikan Indonesia miliki potensi tenaga matahari yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber tenaga utama.

Secara tradisional masyarakat Indonesia di tempat pesisir sudah pakai kekuatan matahari untuk mengeringkan ikan dan menguapkan air laut untuk membawa dampak garam. Panas yang dihasilkan matahari mampu disimpan untuk digunakan sebagai tenaga listrik lewat perlindungan panel surya.

Indonesia terhadap th. 2013 sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) percontohan di Karangasem, Bali. PLTS ini miliki kapasitas sebesar 1 MW, sebenarnya kecil dikarenakan baru percontohan dan percobaan, tapi dalam lebih dari satu th. kedepannya, kekuatan ini selayaknya mampu dioptimalkan untuk kesejahteraan rakyat.

2. Tenaga Air

Selain jadi sumber kehidupan, air termasuk mampu dijadikan sumber tenaga untuk menunjang kehidupan. Indonesia termasuk miliki potensi yang besar untuk mengembangkan kekuatan dari tenaga air.

Sebenarnya Indonesia sudah miliki lebih dari satu PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air), lebih dari satu apalagi sudah tersedia sejak zaman kolonial, tapi memang, pemanfaatannya belum maksimal. PLTA pakai tenaga aliran air untuk memutar turbin, turbin yang berputar bakal membuahkan listrik.

Ada lebih dari satu cara yang mampu dilakukan, yakni bersama membendung langsung aliran sungai atau membawa dampak bendungan di hulu sungai, selain itu PLTA termasuk mampu dikecilkan skalanya jadi PLTMH (tenaga mikro hidro), bersama pakai aliran sungai kecil yang deras supaya mampu menyalurkan listrik ke tempat-tempat terpencil (selain itu biaya pembangunannya termasuk lebih murah).

3. Tenaga Panas Bumi

Definisi panas bumi dalam UU No.27 Tahun 2003 adalah sumber kekuatan panas yang terkandung di dalam air panas, uap air dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik seutuhnya tidak mampu dipisahkan dalam suatu proses panas bumi dan untuk pemanfaatannya dibutuhkan proses penambangan.

Eksplorasi sumber kekuatan panas bumi di Indonesia sudah dimulai sejak th. 1918 di tempat Kawah Kamojang, Jawa Barat. Berdasarkan survei diketahui bahwa di Indonesia terkandung 256 wilayah panas bumi, yakni di selama jalan vulkanik menjadi dari Sumatera bagian barat sampai Pulau jawa, Bali dan Nusa Tenggara lantas berbelok ke utara lewat Maluku dan Sulawesi.

Potensi kekuatan panas bumi di Indonesia diperkirakan sebesar 40% dari potensi panas bumi dunia. Namun potensi panas bumi di Indonesia yang baru dimanfaatkan cuma lebih kurang 4%. Pemanfaatan panas bumi sebagai kekuatan alternatif diharapkan mampu terus dikembangkan supaya bangsa Indonesia tidak terus bergantung bersama kekuatan minyak dan gas yang keberadaan cadangannya tambah menipis.

4. Tenaga Angin

Angin merupakan keliru satu wujud kekuatan yang terkandung di alam dan mampu dimanfaatkan untuk pemberdayaan kekuatan alternatif. Beberapa wilayah di Indonesia miliki potensi sebagai ladang angin, diantaranya Jawa bagian selatan, Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Pemanfaatan kekuatan angin jadi kekuatan mekanik pakai kincir angin umumnya dimanfaatkan untuk menggerakkan pompa ke saluran irigasi. Pemanfaatan kekuatan angin jadi kekuatan listrik pakai turbin angin dan ini biasa disebut bersama pembangkit listrik tenaga angin.

Pembangkit listrik tenaga angin termasuk dikenal bersama pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) pertama yang dikembangkan di Indonesia terkandung di lebih dari satu wilayah di Indonesia, terutama di wilayah timur yang belum tersentuh oleh listrik.

Baca Juga :

Inilah 4 Dampak Buruk Yang Terjadi Pada Anak Jika Ditekan Untuk Belajar

Inilah 4 Dampak Buruk Yang Terjadi Pada Anak Jika Ditekan Untuk Belajar – Orangtua bakal merasa senang dan bangga bila anak mendapat nilai sekolah bagus dan sempurna. Sayangnya, tidak seluruh anak memiliki keterampilan belajar sama.

Namun, mengurangi anak belajar guna mendapatkan nilai bagus bisa memberikan akibat buruk.

Penelitian Arizone State University pada bulan November 2016, menganalisis sikap orangtua pada kinerja akademik dari 506 siswa ruang belajar 6. Hasilnya mengindikasikan bahwa anak yang mendapatkan desakan untuk belajar lebih keras dominan negatif pada kesuksesan anak di masa depan.

Apa saja akibat buruknya dan bagaimana teknik terbaik untuk menyokong prestasi belajar anak?

Dampak buruk menekan anak belajar

1. Merusak rasa percaya diri anak

Mendorong anak terus berprestasi bisa mengganggu keyakinan dirinya. Anak merasa tidak percaya diri sebab hasil usahanya tidak jarang kali tidak memuaskan.

2. Merusak kualitas tidur

Anak yang mesti menemukan nilai bagus, ingin belajar sampai larut malam dan mengakibatkan kualitas istirahat anak memburuk. Jika kualitas istirahat buruk, maka anak sulit konsentrasi di sekolah. Alih-alih nilainya bagus, anak bakal semakin sulit mengekor pelajaran.

3. Perilaku bermasalah

Tekanan guna mendapat nilai bagus akan menciptakan anak mengerjakan hal salah, laksana mencontek atau mengerjakan kecurangan beda dalam belajar. Anak takut andai ia tidak menemukan nilai bagus, jadi ia bakal melakukan sekian banyak cara.

4. Risiko penyakit mental lebih tinggi

Anak yang mendapat desakan besar terus-menerus lebih gampang gelisah dan cemas. Belajar di bawah tekanan menciptakan anak mengalami kendala belajar, stres, dan depresi.

Sikap positif dukung anak belajar

1. Jangan terpaku nilai

Prestasi anak memang urgen untuk masa depan. Bagi itu, anak perlu tuntunan supaya dapat menjangkau hasil optimal. Namun, orangtua butuh ingat yang terpenting ialah bagaimana usaha anak dalam mencapainya bukan bagaimana hasil akhir.

Menghargai usaha anak, membuatnya lebih percaya pada kemampuannya sendiri dan tentunya bakal memotivasi anak belajar lebih baik tanpa merasa tertekan.

2. Bantu anak mengejar solusi

Mengkritik kekeliruan atau kelemahan anak akan menciptakan anak merasa dirinya buruk. Semakin dimarahi, anak semakin tidak bakal mendengarkan. Daripada terus mengomel panjang lebar, usahakan tanyakan pada anak apa saja kendala yang ia hadapi.

Beri masukan pada anak bagaimana teknik menghadapi dan menanggulangi kesulitannya.

3. Beri apresiasi atas pencapaiannya dalam belajar

Semua orang menyenangi hadiah, lagipula anak-anak. Untuk mengindikasikan rasa bangga atas usaha anak dalam belajar, orangtua boleh menyerahkan mereka hadiah.

Misalnya, santap malam di luar bersama, meningkatkan uang sakunya, membelikannya mainan atau benda yang diinginkannya, atau mengajaknya berlibur. Ingat, tidak boleh terlalu berlebihan karena dapat membuat anak menginginkan sesuatu lebih.

Baca Selengkapnya: bahasainggris.co.id/

Inilah 3 Hal yang Mengancam Pendidikan di Indonesia

Inilah 3 Hal yang Mengancam Pendidikan di Indonesia – Tujuan pendidikan ialah membentuk generasi yang mempunyai bekal moral, intelektual dan kapasitas guna kepentingan dirinya , bangsa dan negara.

Namun demikian, akhir-akhir ini guna mewujudkan tujuan-tujuan mulia tersebut, dunia edukasi menghadapi kendala yang semakin tidak ringan.

Setidaknya terdapat tiga ancaman serius dan paling mengkhawatirkan untuk diri anak didik (pelajar dan mahasiswa/generasi muda) kita, yakni, ancaman narkoba, kekerasan pada institusi edukasi dan krisis kebangsaan.

Ancaman Narkoba

Pendidikan dianggap mempunyai peranan dalam menanggulangi penyalahgunaan narkoba. Ironinya, menurut keterangan dari data Puslitkes UI dan BNN (2016), ada selama 27,32 persen pemakai narkoba di Indonesia berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa.

Kekhawatiran ini menjadi semkain bertambah, menurut keterangan dari info BNN menurut data yang dikeluarkan dalam World Drugs Report 2016, semenjak 2008 hingga 2015 sudah terindikasi sejumlah 644 total new psychoactive substances yang diadukan oleh 102 negara dan 65 jenis baru ini sudah masuk ke Indonesia.

Kekerasan di Institusi Pendidikan

Akhir-akhir ini kita paling prihatin dengan adanya sekian banyak informasi, pemberitaan, tontonan video yang disebarkan secara berantai melewati jaringan media sosial.

Kekerasan jasmani maupun kekerasan mental ini telah menjangkit ke pihak-pihak utama dalam institusi pendidikan, baik perorangan maupun kelompok. Kekerasan sudah dilaksanakan oleh antar anak murid, murid untuk guru atau kebalikannya guru untuk murid, orang tua siswa dengan anak maupun guru. Ini sudah mengindikasikan bahwa edukasi kita sudah terpaksa akan kekerasan.

Krisis Kebangsaan

Survei Alvara Research Center (2018) mengejar ada beberapa milenial atau generasi kelahiran akhir 1980-an dan mula 1990-an, setuju pada konsep khilafah sebagai format negara.

Survei dilaksanakan terhadap 4.200 milenial (1.800 mahasiswa dan 2.400 pelajar SMA di Indonesia).

Mayoritas milenial memang memilih Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai format negara. Namun terdapat 17,8 persen mahasiswa dan 18,4 persen pelajar yang setuju khilafah sebagai format negara ideal suatu negara.

Ditahun sebelumnya, survei BIN tahun 2017 mendapat data bahwa 24 persen mahasiswa dan 23,3 persen pelajar SMA setuju dengan jihad guna tegaknya negara Islam.

Angka-angka persentase pelajar dan mahasiswa memang beberapa kecil dari keseluruhan, tapi jangan dibaca jumlah yang kecil.

Sebab, baik narkoba, keerasan dan paham anti kebangsaan Indonesia sudah berkembang paling signifikan. Kita tidak hendak generasi Indonesia yang bakal datang ialah generasi yang tidak mempunyai kepasitas mumpuni guna menyiapkan diri menghadapi sekian banyak perubahan yang cepat dan gagap dalam mengawal keutuhan bangsa Indonesia yang estetis ini.

Menyambut peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei tahun ini, Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (IKA UNJ) yang menaungi sebagain besar lulusan yang berkiprah di dunia edukasi (guru) mendorong kesadaran publik guna akan ancaman-ancaman edukasi sekaligus mendesak pihak-pihak yang mempunyai tugas dan kewenangan guna bersama-sama memungut inisiatif, kepandaian dan perbuatan nyata untuk menanggulangi 3 ancaman itu yang bakal menganggu dan merusak destinasi pencapaian pendidikan. Sumber: sekolahan.co.id/