Implementasi pembelajaran Matematika Realistik

 Implementasi pembelajaran Matematika Realistik

 Implementasi pembelajaran Matematika Realistik
Implementasi pembelajaran Matematika Realistik

Untuk memberikan gambaran tentang implementasi

pembelajaran matematika realistik, misalnya diberikan contoh tentang pembelajaran pecahan di sekolah dasar (SD). Sebelum mengenalkan pecahan kepada siswa sebaiknya pembelajaran pecahan dapat diawali dengan pembagian menjadi bilangan yang sama misalnya pembagian kue, supaya siswa memahami pembagian dalam bentuk yang sederhana dan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa benar-benar memahami pembagian setelah siswa memahami pembagian menjadi bagian yang sama, baru diperkenalkan istilah pecahan. Pembelajaran ini sangat berbeda dengan pembelajaran bukan matematika realistik dimana siswa sejak awal dicekoki dengan istilah pecahan dan beberapa jenis pecahan.

Pembelajaran matematika realistik diawali dengan dunia nyata

agar dapat memudahkan siswa dalam belajar matematika, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika. Setelah itu, diaplikasikan dalam masalah sehari-hari atau dalam bidang lain.

Kaitan Antara Pembelajaran Matematik Realistik

dengan Pengertian Kalau kita perhatikan para guru dalam mengajarkan matematika senantiasa terlontar kata “bagaimana, apa mengerti?” siswa pun buru-buru menjawab mengerti. Siswa sering mengeluh, seperti berikut,”pak…pada saat di kelas saya mengerti penjelasan bapak,tetapi begitu sampai dirumah saya lupa,”atau” pak…pada saat dikelas saya mengerti contoh yang bapak berikan, tetapi saya tidak bisa menyelesaikan soal-soal latihan”.

Apa yang dialami oleh siswa pada ilustrasi diatas menunjukkan bahwa siswa belum mengerti atau belum mempunyai pengetahuan konseptual. Siswa yang mengerti konsep dapat menemukan kembali konsep yang mereka lupakan.

Mitzell(1982) mengatakan bahwa

hasil belajar siswa secara langsung dipengaruhi oleh pengalaman siswa dan faktor internal. Pengalaman belajar siswa dipengaruhi oleh unjuk kerja guru. Bila siswa dalam belajarnya bermakna atau terjadi kaitan antara informasi baru dengan jaringan representasi, maka siswa akan mendapatkan suatu pengertian. Mengembangkan pengertian merupakan tujuan pengajaran matematika. Karena tanpa pengertian orang tidak dapat mengaplikasikan prosedur, konsep, ataupun proses. Dengan kata lain, matematika dimengerti bila representasi mental adalah bagian dari jaringan representasi (Hieber dan carpenter,1992). Matematika bukan hanya dimengerti tapi harus benar-benar memahami persoalan yang sedang dihadapi. Umumnya sejak anak-anak orang telah mengenal ide matematika. Melalui pengalaman dalam kehidupan sehari-hari mereka mengembangkan ide-ide yang lebih kompleks, misalnya tentang bilangan, pola, bentuk, data, ukuran,dan sebagainya. Anak sebelum sekolah belajar ide matematika secara alamiah. Hal ini menunjukkan bahwa siswa datang kesekolah bukanlah dengan kepala “kosong” yang siap diisi dengan apa saja. Pembelajaran disekolah akan lebih bermakna bila guru mengaitkan dengan apa yang telah diketahui anak. Pengertian siswa tentang ide matematika dapat dibangun melalui sekolah, jika mereka secara aktif mengaitkan dengan pengetahuan mereka. Hanna dan yackel (NCTM,2000) mengatakan bahwa belajar dengan pengertian dapat ditingkatkan melalui interaksi kelas dan interaksi sosial dapat digunakan untuk memperkenalkan keterkaitan di antara ide-ide dan mengorganisasikan pengetahuan kembali. Dalam pembelajaran guru haruslah berinteraksi dengan siswa, agar siswa lebih mudah memahami apa yang telah diajarkan, tentunya dalam pembelajaran harus dikaitkan dengan kehidupan nyata untuk memudahkan siswa dalam belajar.

Pembelajaran matematika realistik memberikan

kesempatan kepada siswa untuk menemukan kembali dan memahami konsep-konsep matematika berdasarkan pada masalah realistik yang diberikan oleh guru. Situasi realistik dalam masalah memungkinkan siswa menggunkan cara-cara informal untuk menyelesaikan masalah. Cara-cara informal siswa yang merupakan produksi siswa memegang peranan penting dalam penemuan kembali dan memahami konsep. Hal ini berarti informasi yang diberikan kepada siswa telah dikaitkan dengan skema anak. Melalui interaksi kelas keterkaitan skema anak akan menjadi lebih kuat. Dengan demikian, pembelajaran matematika realistik akan mempunyai kontribusi yang sangat tinggi dengan pengertian siswa.

Sumber : https://kidblog.org/class/kelas-biologi-online/posts/7he7ner6kijj0sdxh8pca05bc?fbclid

Matematika Realistik (MR)

Matematika Realistik (MR)

Matematika Realistik (MR)
Matematika Realistik (MR)

Matematika realistik yang dimaksudkan dalam hal ini adalah

matematika sekolah yang dilaksanakan dengan menemaptkan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Masalah-masalah realistik digunakan sebagai sumber munculnya konsep-konsep matematika atau pengetahuan matematika formal. Pembelajaran matematika realistik di kelas berorientasi pada karakteristik RME, sehingga siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan kembali konsep-konsep matematika. Dan siswa diberi kesempatan untuk mengaplikasikan konsep-konsep matematika untuk memecahkan masalah sehari-hari. Karakteristik RME menggunakan: konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan kontruksi siswa, interaktif dan keterkaitan. (Trevers, 1991; Van Heuvel-Panhuizen, 1998). Di sini akan mencoba menjelaskan tentang karakteristik RME.
a. Menggunakan konteks “dunia nyata” yang tidak hanya sebagai sumber matematisasi tetapi juga sebagai tempat untuk mengaplikasikan kembali matematika. Pembelajaran matematika realistik diawali dengan masalah-masalah yang nyata, sehingga siswa dapat menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Proses pencarian (inti) dari proses yang sesuai dari situasi nyata yang dinyatakan oleh De Lange (1987) sebagai matematisasi konseptual. Dengan pembelajaran matematika realistik siswa dapat mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian siswa juga dapat mengaplikasikan konep-konsep matematika ke bidang baru dan dunia nyata. Oleh karena itu untuk membatasi konsep-konsep matematika dengan pengalaman sehari-hari perlu diperhatikan matematisasi pengalaman sehari-hari dan penerapan matematika dalam sehari-hari.

b. Menggunakan model-model (matematisasi) istilah model ini berkaitan dengan model situasi dan model matematika yang dikembangkan oleh siswa sendiri. Dan berperan sebagai jembatan bagi siswa dari situasi real ke situasi abstrak atau dari matematika informal ke matematika formal. Artinya siswa membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah. Model situasi merupakan model yang dekat dengan dunia nyata siswa. Generalisasi dan formalisasi model tersebut. Melalui penalaran matematika model-of akan bergeser menjadi model-for masalah yang sejenis. Pada akhirnya akan menjadi model matematika formal.

c. Menggunakan produksi dan konstruksi streefland (1991) menekankan bahwa dengan pembuatan “produksi bebas” siswa terdorong untuk melakukan refleksi pada bagian yang mereka anggap penting dalam proses belajar. Strategi-strategi formal siswa yang berupa prosedur pemecahan masalah konstekstual merupakan sumber inspirasi dalam pengembangan pembelajaran lebih lanjut yaitu untuk mengkonstruksi pengetahuan matematika formal.

d. Menggunakan interaktif. Interaktif antara siswa dengan guru merupakan hal yang mendasar dalam pembelajaran matematika realistik. Bentuk-bentuk interaktif antara siswa dengan guru biasanya berupa negoisasi, penjelasan, pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan, digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk-bentuk informal siswa.

e. Menggunakan keterkaitan dalam pembelajaran matematika realistik. Dalam pembelajaran ada keterkaitan dengan bidang yang lain, jadi kita harus memperhatikan juga bidang-bidang yang lainnya karena akan berpengaruh pada pemecahan masalah. Dalam mengaplikasikan matematika biasanya diperlukan pengetahuan yang kompleks, dan tidak hanya aritmatika, aljabar, atau geometri tetapi juga bidang lain.

2.2 Pembelajaran Matematika Realistik
Pembelajaran matematika realistik merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori pembelajaran matematika realistik pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Freudenthal berpendapat bahwa matematika harus diartikan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Dari pendapat Freudenthal memang benar alangkah baiknya dalam pembelajaran matematika harus ada hubungannya dengan kenyataan dan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu manusia harus diberi kesempatan untuk menemukan ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa. Matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan sehari-hari. Upaya ini dilihat dari berbagai situasi dan persoalan-persoalan “realistik”. Realistik ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas pada realitias tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan.

Adapun menurut pandangan konstruktifis pembelajaran matematika adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi konsep-konsep matematika dengan kemampuan sendiri melalui proses internalisasi. Guru dalam hal ini berperan sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran matematika guru memang harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika dengan kemampuan siswa sendiri dan guru terus memantau atau mengarahkan siswa dalam pembelajaran walaupun siswa sendiri yang akan menemukan konsep-konsep matematika, setidaknya guru harus terus mendampingi siswa dalam pembelajaran matematika.

Menurut Davis (1996), pandangan konstruktivis dalam pembelajaran matematika berorientasi pada:
1. Pengetahuan dibangun dalam pikiran melalui proses asimilasi atau akomodasi.
2. Dalam pengerjaan matematika, setiap langkah siswa dihadapkan kepada apa.
3. Informasi baru harus dikaitkan dengan pengalamannya tentang dunia melalui suatu kerangka logis yang mentransformasikan, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan pengalamannya.
4. Pusat pembelajaran adalah bagaimana siswa berpikir, bukan apa yang mereka katakan atau tulis.

Pendapat Davis tersebut, dalam pembelajaran matematika siswa mempunyai pengetahuan dalam berpikir melalui proses akomodasi dan siswa juga harus dapat menyelesaikan masalah yang akan dihadapinya. Siswa mengetahui informasi baru dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari secara logis, dalam pembelajaran ini harus bisa memahami dan berpikir sendiri dalam menyelesaikan masalah tersebut, jadi tidak tergantung kepada guru, siswa juga dapat mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah.

Konstruktivis ini dikritik oleh Vygotsky

yang menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial. Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktisme sosial (Taylor, 1993; Wilson, Teslow dan Taylor, 1993; Atwel, Bleicher dan Cooper, 1998). Ada dua konsep penting dalam teori Vygotsky (Slavin, 1997), yaitu Zone of Proximal Development (ZPD) dan scaffolding. Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan jarak antara tingkat perkembangan sesungguhnya yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah secara mandiri dan tingkat perkembangan potensial yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau melalui kerja sama dengan teman sejawat yang lebih mampu.

 

Scraffolding merupakan pemberian sejumlah bantuan

Kepada siswa selama tahap-tahap awal pembelajaran, kemudian mengurangi bantuan dan memberi kesempatan untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar setelah ia dapat melakukannya (Slavin, 1997). Jadi Zone of Proximal Development ini ada siswa yang menyelesaikan masalah secara sendiri, dan ada siswa yang menyelesaikan masalah harus dengan persetujuan orang dewasa. Sedangkan scraffolding mempunyai tahap-tahap pembelajaran, dalam pembelajaran awal siswa dibantu, tapi bantuan itu sedikit demi sedikit dikurangi.

Setelah itu siswa diberikan kesempatan

untuk menyelesaikan masalah sendiri dan mempunyai tanggung jawab yang semakin besar setelah siswa dapat melakukannya. Scraffolding merupakan bantuan yang diberikan kepada siswa untuk belajar memecahkan masalah. Bantuan tersebut dapat berupa petunjuk, dorongan, peringatan, menguraikan masalah ke dalam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, dan tindakan-tindakan lain yang memungkinkan siswa itu belajar mandiri.

Sumber : https://penzu.com/public/dffb634b?fbclid

PT Pos Akan Gunakan ICT, Gandeng PT Telkom

PT Pos Akan Gunakan ICT, Gandeng PT Telkom

PT Pos Akan Gunakan ICT, Gandeng PT Telkom
PT Pos Akan Gunakan ICT, Gandeng PT Telkom

BANDUNG–PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) semakin memperluas komitmen terhadap sektor logistik Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi W. Setijono di Graha Pos Indonesia Bandung, Selasa (29/12).

Melalui kerjasama itu, Telkom mendukung dalam sinergi pemanfaatan sumber daya perusahaan, khususnya untuk sistem aplikasi pendukung bisnis logistik, jasa keungan dan e-Commerce untuk menjadikan Pos Indonesia sebagai perusahaan logistik yang menjadi Top Of Mind di mata custemer.

Pada kesempatan itu, Direktur Enterprise dan Business Service Telkom Muhammad Awaluddin menjelaskan, Telkom akan turut mendukung peranan Pos Indonesiai melalui pemanfaatan ICT yang menjadi kompetensi PT Telkom yang memiliki fortopolio solusi ICT terlengkap di Indonesia. ICT itu berupa sistem teknologi informasi berupa platforma Dashboard Aplikasi (B2B2C approach ) dan sistem otomasi (M2M approach).

“Telkom grup siap mendukung pemenuhan kebutuhan sistem teknologi informasi di Pos Indonesia” ungkap Awaluddin.

Untuk pengembangan di tahun 2016 Awaluddin menjelaskan Telkom dan

POS akan berkerjasama dalam pengembangan infrastruktur Data Center, DRC, E-Payment. Selain itu Telkom akan kerjasama dengan Pos Logistik (anak perusahaan PT POS) untuk mengembangkan aplikasi pendukung bisnis inti logistic yang mencakup data warehouse, aplikasi transportasi, aplikasi finance.

Sementara itu, Dirut PT POS Indonesia Gilarsi W. Setijono mengatkan, POS

Indonesia adalah perusahaan besar atau raksasa yang sedang tidur, sehingga memerlukan tenaga ekstra untuk membangunkannya. Di lain pihak POS Indonesia memiliki kemampanan dalam jaringan hingga ke pelokosok.

“Ini yang menjadi keunggulan yang tidak dimiliki perusahaan lain.

Perusahaan yang memiliki kantor hingga ke peloksok tanah air adalah POS Indonesia, namun kami mengakui potensi yang besar ini belum dioptimalkan.” tegasnya. (Pun)

 

Baca Juga :

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan
OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

BANDUNG – Sepanjang tahun 2015, OJK melakukan beberapa inisiatif untuk mendukung program Pemerintah, antara lain: program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang telah didukung oleh 24.865 agen yang berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta dana pihak ketiga sebesar Rp.41,3 miliar.

Kemudian Program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guidelines) dimana bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.4,41 triliun, sedangkan perusahaan pembiayaan (lembaga keuangan non bank) telah memberikan pembiayaan pada program Jaring sebesar Rp.252 miliar. Tabungan SIMPEL (Simpanan Pelajar) yang melibatkan 29 bank dan 1.544 sekolah dan jumlah rekening dari program ini telah mencapai 382.421 dengan total dana Rp.32,8 miliar.

Sedangkan untuk industri keuangan nonbank, OJK juga melakukan optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri; revitalisasi modal ventura dan pengembangan asuransi mikro; serta penyesuaian uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan.

Pada sektor jasa keuangan syariah, OJK meluncurkan Road Map Perbankan Syariah, Pasar Modal Syariah dan IKNB Syariah.

“Dengan adanya road map keuangan syariah, seluruh stakeholder

mempunyai guideline dalam mengembangkan dan mendorong potensi jasa keuangan syariah di Indonesia yang sangat besar”, ujar Ketua OJK Muliaman Hadad.

Dalam tahun 2016, OJK optimis bahwa perkembangan SJK nasional akan menunjukkan perkembangan positif. Beberapa faktor risiko memang masih akan mewarnai pasar keuangan domestik, karena itu OJK akan terus memantau pergerakan pasar serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

Seiring membaiknya proyeksi pertumbuhan domestik pada tahun 2016,

kegiatan intermediasi LJK (kredit perbankan dan piutang pembiayaan) akan menunjukkan arah perbaikan. Berdasarkan rencana bisnis bank yang disampaikan kepada OJK pada akhir November 2015, dapat disampaikan bahwa Kredit diproyeksikan tumbuh sebesar ±14,1% dan DPK tumbuh 12,7%. Proyeksi ini sejalan dengan OJK Outlook yang telah OJK sampaikan sebelumnya bahwa Kredit diperkirakan akan tumbuh sebesar 12-14% dan
DPK tumbuh 13-15%.

Indikator-indikator SJK yang kuat merupakan modal berharga dalam upaya

mendorong pertumbuhan SJK domestik secara berkesinambungan, sehingga SJK dapat berkontribusi secara optimal dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436723/apa-itu-voc/

Baznas Jabar Memberdayakan Kaum Dhuafa

Baznas Jabar Memberdayakan Kaum Dhuafa

Baznas Jabar Memberdayakan Kaum Dhuafa
Baznas Jabar Memberdayakan Kaum Dhuafa

BANDUNG- Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Barat, K.H. Arif Ramdani, MH mengatakan, disamping melakukan optimalisasi pengumpulan zakat, pihaknya juga melakukan penyaluran zakat melalui program-program unggulan.

“Dalam bidang ekonomi menggelar program Jabar Makmur. Program ini adalah program untuk memberdayakan masyarakat kaum dhuafa untuk meningkatkan kemampuan ekonominya,” kata KH. Arif Ramdani di Sekretariat Baznas Provinsi Jawa Barat, di Kompleks Pusdai Jawa Barat, Jalan Diponegoro 63, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id.

Kaum dhuafa atau mustahik yang mendapatkan bantuan dari program Jabar Makmur Baznas Jabar tersebut, lanjut KH Arif, diharapkan suatu saat mereka dapat mengeluarkan infaq, bahkan bisa mengeluarkan zakat atau sebagai mustahik.

Dalam bidang kesehatan, Baznas Jabar menggelar Program Jabar Sehat. Diantaranya yang akan digulirkan adalah membuat atau mendesain namanya mobile sehat. Yaitu mobil yang dilengkapi dengan perlengkapan medis, termasuk ada dokternya.

“Mobil tersebut nanti akan mendatangi daerah-daerah yang padat, kumuh. miskin, dengan cara membership. Orang-orang yang tidak mampu diberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Kemudian apabila ada diantara masarakat yang tidak mampu itu yang harus dirujuk ke rumah sakit dan tidak tercover oleh BPJS, kita bantu dari segi pembiayaannya,” tambah Arif.

Selain itu, lanjut Arif, Baznas Jabar juga akan memberikan pelayanan

khusus kepada PNS di lingkungan Pmerintah Provinsi Jawa Barat untuk test kesehatan secara gratis, apakah itu periksa kolesterol, gula darah atau periksa kesehatan lainnya, termasuk tensi.

Dalam bidang pendidikan, Baznas Jabar mengusung program Jabar Cerdas. Diantaranya ada program bea siswa satu rumah kaum dhuadfa satu sarjana. Dalam hal itu, Baznas Jabar bekerjasama dengan dins sosial, dimana ada beberapa binaan dinas sosial yang sduah kuliah dan mereka tidak memiliki biaya.

“Mereka kami beri biaya kuliah, tentunya dengan komitmen-komitmen

supoaya mereka nanti ke depannya tidak hanya cerdas secara intelektual tapi juga secara sprituial,” katanya.

Baznas Jabar juga bekerjasama dengan dinas pendidikan. Diantaranya meng upgrade sekolah pertanian yang ada di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang yang berasrama.

“Kita mendukung program Pak Gubernur, yaitu Program Jabar Menghapal.

Jadi, siswa-siswa diasramakan sebanayak 100 siswa. Kemudian kita bina mereka kita pantau hapalan Al-Quran nya sehingga yang tadinya mungkin tidak bisa membaca Al-Quran, mudah-mudahan sampai bisa membaca Al-Quran. Yang belum lancar dilancarkan. Kemudian ditingkatkan kepada hapalan. Dan mereka kami berikan pembinaan keagamaan dan skillnya,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436557/apa-itu-tabel-periodik-unsur/

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

“Banyak orang sadar apa yang baik, berbicara mengenai kebaikan namun lakukan yang sebaliknya”

Pada awalnya, manusia itu lahir cuma membawa “Personality” atau kepribadian. Secara lazim kepribadian manusia tersedia 4 macam dan tersedia banyak sekali teori yang gunakan makna yang berlainan apalagi tersedia yang gunakan warna, namun polanya selalu sama. Secara lazim kepribadian manusia tersedia 4, yakni :

1. Tipe Kepribadian Koleris: style ini bercirikan spesial yang senang kemandirian, tegas, berapi-api, senang tantangan, bos atas dirinya sendiri. hidroponik sederhana

2. Tipe Kepribadian Sanguinis: style ini bercirikan senang bersama hal praktis, happy dan ceria selalu, senang kejutan, senang sekali bersama aktivitas social dan bersenang-senang.

3. Tipe Kepribadian Plegmatis: style ini bercirikan senang bekerjasama, jauhi konflik, tidak senang perubahan mendadak, teman berbicara yang enak, menyukai hal yang pasti.

4. Tipe Kepribadian Melankolis: style ini bercirikan senang bersama hal detil, menaruh kemarahan, perfeksionis, senang instruksi yang jelas, aktivitas teratur terlalu disukai.

Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.

Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang miliki kepribadian yang berbeda-beda. Nah berasal dari ke 4 kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut miliki kelemahan dan keistimewaan masing-masing.

Misalnya style kepribadian koleris sama juga bersama orang yang berbicara “kasar” dan kadang kala tidak peduli, style kepribadian sanguinis spesial yang sering kesusahan diajak untuk serius, style kepribadian plegmatis seringkali kesusahan diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, style kepribadian melankolis terperangkap bersama dilema spesial “iya” di mulut dan “tidak” di hati, serta condong perfeksionis di dalam teliti kehidupan serta inilah yang kadang kala mengakibatkan orang lain cukup kerepotan.

Setiap manusia tidak sanggup pilih kepribadiannya, kepribadian udah hadiah berasal dari sang pencipta saat manusia dilahirkan. Dan tiap-tiap orang yang miliki kepribadian pasti tersedia kelemahannya dan kelebihannya di tiap-tiap segi kehidupan sosial dan spesial masing-masing.

Nah, karakternya dimana? Saat tiap-tiap manusia belajar untuk menanggulangi kelemahannya, memperbaiki kelemahannya, dan membangkitkan formalitas positif yang baru maka inilah yang disebut bersama karakter.

Misalnya, seorang bersama style kepribadian koleris murni namun terlalu santun di dalam menyampaikan pendapat dan instruksi kepada sesamanya, seorang bersama style kepribadian sanguinis yang sanggup membawa dirinya untuk bersikap betul-betul di dalam keadaan yang perlu ketenangan dan perhatian fokus. Itulah karakter.

Pendidikan sifat adalah bantuan pandangan mengenai berbagai style nilai hidup, layaknya kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan berasal dari masing-masing individu yang harus dikembangkan dan harus dibina sejak usia dini.

Karakter tidak sanggup diwariskan, sifat tidak sanggup dibeli, dan sifat tidak sanggup ditukar. Karakter harus dibangun dan dikembangkan secara sadar, hari demi hari bersama lewat suatu proses yang tidak instan. Karakter bukanlah suatu hal bawaan sejak lahir yang tidak sanggup diubah ulang layaknya sidik jari.

Banyak kami mencermati bahwa orang-orang bersama sifat buruk condong mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering tunjukkan bahwa langkah mereka dibesarkan yang salah, kesusahan keuangan, perlakuan orang lain, atau keadaan lainnya yang menjadikan mereka layaknya sekarang ini. Memang benar bahwa di dalam kehidupan kami harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun sifat kamu tidaklah demikian. Karakter kamu selalu merupakan hasil pilihan anda.

Ketahuilah bahwa kamu membawa potensi untuk menjadi seorang spesial yang berkarakter, upayakanlah itu. Karakter, lebih berasal dari apa pun dan bakal menjadikan kamu seorang spesial yang miliki nilai tambah. Karakter bakal merawat segala suatu hal yang kamu hargai di dalam kehidupan ini.

Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. Anda miliki kontrol penuh atas sifat anda, bermakna kamu tidak sanggup menyalahkan orang lain atas sifat kamu yang buruk gara-gara kamu yang bertanggung jawab sepenuhnya. Mengembangkan sifat adalah tanggung jawab spesial anda.

Semoga bermanfaat.

Siapakah Guru Pendidikan Karakter?

Siapakah Guru Pendidikan Karakter?

Anda tidak mampu mengajarkan apa yang Anda mau, Anda tidak mampu mengajarkan apa yang Anda tahu. Anda cuma mampu mengajarkan siapa Anda”

Sebelum kami lebih jauh mengulas tentang topik yang bakal dibahas kali ini, kami bakal menyadari dulu tentang sistem belajar. Ya, sistem studi bagaimana otak menyerap informasi. Inilah yang seringkali diabaikan, kami sebagai orangtua inginnya seringkali “memaksa” anak menyadari tentang sesuatu perihal dan “jalankan” layaknya komputer, beri perintah dan tekan “Enter”. contoh surat penawaran harga

Dari penelitian di bermacam belahan dunia yang konsisten berkembang, hasil riset tentang teknik penyerapan informasi ke otak dibagi jadi 5 step :

Membaca dengan prosentase penyerapan informasi 10%
Mendengar dengan prosentase penyerapan informasi 20%
Mendengar dan Melihat dengan prosentase penyerapan informasi 50%
Mengatakan dengan prosentase penyerapan informasi 70%
Mengatakan dan melaksanakan dengan prosentase penyerapan informasi 90%
Dari informasi diatas gampang bagi kami untuk menyadari langkah yang paling efisien untuk mendidik pembawaan anak bukan? Kalau dambakan hasilnya maksimal dengan penyerapan diatas 50%, maka metode mendidiknya wajib sesuai dengan langkah otak menyerap informasi.

Tentunya langkah itu adalah paduan pada Melihat, Mendengar, Mengatakan dan Melakukan. Saya bakal membagi 2 step penjelasan, yaitu:

1. Melihat dan Mendengar

Adalah sistem studi yang ada misal dan ada pengajarnya. Jika di sekolah sudah pasti guru yang bakal bersuara, kecuali di rumah maka orangtua. Sebagai guru sudah pasti wajib memberikan misal dan tipe pembawaan yang dikehendaki anak didiknya, bagaimana serta mengajarkan “How To Achieve”.

Jadi terhadap dasarnya seluruh guru di sekolah mampu jadi guru pendidikan karakter, kecuali berkomitmen untuk jadi misal dan senang menjelaskan bagaimana sehingga anak mampu punya pembawaan layaknya gurunya. Sama halnya orangtua yang ada di rumah, anak cuma 30% berada di sekolah, 10-15% lingkungan sosialnya dan sisanya di rumah. Maka porsi terbesar adalah orangtua yang jadi guru pendidikan pembawaan bagi anaknya.

Seorang anak dari bayi, dia tidak mengenal bahasa. Saat dia kecil dia studi dengan menyaksikan contoh, dia studi jalan, mengakses pintu, menyalakan televisi, semuanya melihat. Dan sistem studi layaknya ini masih berlanjut terhadap kehidupan kami orang dewasa. Jadi jangan anggap sepele didalam sikap dan prilaku kami untuk memberikan misal yang baik untum pendidikan pembawaan anak.

2. Mengatakan dan Melakukan

Ini tentang dengan aturan dan sistem yang berlaku di lingkungan studi pendidikan pembawaan (sekolah dan rumah). Bagaimana aturan di sekolah dan di rumah serasi dengan obyek pendidikan karakter. Baiklah aku bakal memberi contoh, di Indonesia, di Surabaya terlebih aku masih mampu memberhentikan angkutan umum sembarangan. Dimana aku menyaksikan ada angkutan umum, aku tinggal mengangkat tangan saja maka angkutan umum itu bakal berhenti.

Hal ini mampu berlaku di Surabaya, tapi tidak di Singapura. Jika aku pindah ke Singapura maka aku tidak mampu seenaknya saja memberhentikan angkutan umum, ada area khusus di mana angkutan umum berikut senang berhenti. Maka prilaku aku bakal beralih ikuti aturan yang berlaku, aku bakal ke halte kecuali senang naik kendaraan umum.

Jadi didalam pendidikan pembawaan terhitung diperlukan setting semacam ini juga, setting lingkungan untuk mendukung prilaku melaksanakan yang pada akhirnya bakal terbiasa. Seperti ada pepatah “bisa karena biasa” serupa layaknya halnya aturan baru didalam berlalu lintas.

Belakangan ini banyak aturan baru sehingga jalan yang biasanya mampu 2 arah cuma jadi satu arah untuk keefektifan pengguna jalan, dan menjauhkan kemacetan. Jika kami melanggar maka bakal ditilang. Pertama kemungkinan terasa berat, tapi sesudah 1 bulan telah biasa, tidak ada beban lagi.

Manusia adalah makhluk yang gampang beradaptasi, kemungkinan mulanya terasa berat, tapi kecuali dilakukan konsisten menerus maka lama-lama terbiasa. Dalam melaksanakan pola ini jangan lupa memberikan konsekuensi kecuali melanggar, sudah pasti konsekuensi yang mendidik dan tidak menyebabkan kerusakan harga diri anak. Contoh, kecuali melanggar maka mainan kesukaan anak bakal disita selama 2 hari.

Dengan pendidikan pembawaan yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak bakal jadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting didalam mempersiapkan anak menyambut masa depan, karena seseorang bakal lebih gampang berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, terhitung tantangan untuk berhasil secara akademis.

Namun bagi sebagian keluarga, kemungkinan sistem pendidikan pembawaan yang sistematis di atas sangat sulit, terlebih bagi sebagian orangtua yang terlilit terhadap normalitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan pembawaan terhitung wajib diberikan saat anak-anak masuk didalam lingkungan sekolah, terlebih sejak play grup dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang didalam filosofi Jawa disebut “digugu lan ditiru”, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Semoga bermanfaat.

6 Ciri Karakter Anak Bermasalah

6 Ciri Karakter Anak Bermasalah

Mungkinkah sadar dan meyakinkan apakah seorang anak itu punya masalah dalam waktu 5-10 menit pertama waktu kita bertemu dengannya? Jawabannya adalah barangkali dan pasti! Itu pertanyaan yang sering kita ajukan kepada peserta seminar ataupun para orangtua yang tengah bersemangat belajar, dan mencecar kita bersama beraneka pertanyaan seputar anaknya.

Rahasia berikut akan kita bahas sekarang, rahasia yang sering kita manfaatkan untuk menganalisa seorang anak. Apakah dia bermasalah, lebih-lebih sehabis mempelajarinya bersama seksama kita mampu meramal masa depan seorang anak. Tenang ini bukan obral janji, tetapi ini pasti.

Dari hasil mengatasi beraneka kasus keluarga dan individu, maka terbentuklah suatu pola akurat yang mampu dimengerti terhadap tiap tiap individu. Jika seseorang miliki masalah, lebih dari satu besar kasus berikut berasal dari 2 hal, yaitu:

Keluarga (keluarga yang membentuk kasus berikut secara tidak sengaja).
Masalah berikut berasal dari usia 7 tahun kebawah.
Keluarga, adalah aspek penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter seorang anak berasal dari keluarga. Dimana lebih dari satu besar sampai usia 18 tahun anak-anak di Indonesia menggunakan waktunya 60-80% bersama keluarga.

Pada dasarnya manusia tidak serupa bersama binatang, seekor anak kucing yang baru lahir mampu hidup jikalau dipisahkan dari induknya, dan banyak binatang yang lain yang miliki kapabilitas serupa. Tetapi manusia tidak bisa, sampai usia 18 tahun tetap butuh orangtua dan kehangatan dalam keluarga.

Sukses seorang manusia tidak lepas dari “kehangatan dalam keluarga”. Akan benar-benar banyak hal yang akan dikupas dari tiap tahun kehidupan manusia dan kebutuhannya dan juga cara mencukupi keperluan tersebut, lebih-lebih aspek emosi. Kita akan membicarakan hal ini di lain kesempatan, kini kita ulang ke cara sadar ciri anak bermasalah.

Usia 7 tahun kebawah? Ada apa terhadap usia ini? Pada masa ini biasanya (85%) letak kasus atau asal muasal kasus atau halangan seorang manusia tercipta. Istilah kerennya Mental Block. Karakter yang menghabat pencapaian cita-cita teristimewa kita. Dan biasanya akan mulai terhadap usia 22 tahun keatas.

Ya Mental Block layaknya program yang seakan-akan dipersiapkan (karena ketidak sengajaan dan ketidak tahuan orangtua kita) untuk menghambat beraneka macam aspek dalam kehidupan kita. Aspek itu mampu berupa Karier (takut kaya, risau jabatan tinggi) kesehatan (tubuh gemuk, alergi) Relationship (sulit sesuai bersama pasangan atau teman, paranoid) dan lain hal, dan juga tetap banyak lagi.

Ada apa bersama 7 tahun kebawah, dan di kira-kira 7 tahun pertama kehidupan manusia? Pada masa ini kita mempunyai keperluan basic Emosi yang HARUS terpenuhi. Jika terhadap masa ini lewat dan tidak terpenuhi maka, akan berlangsung Mental Block terhadap diri anak tersebut.

Inilah asal muasal di mana Mental Block terbentuk. Karena tidak terpenuhinya keperluan basic Emosi yang dibutuhkan seorang manusia. Kebutuhan apa yang dibutuhkan terhadap anak seusia itu? Sehingga fatal akibatnya (pada masa dewasa anak tersebut) jikalau keperluan berikut tidak terpenuhi

Ada 3 keperluan yang wajib dipenuhi terhadap anak usia 0–7 tahun lebih-lebih lebih, cara ini adalah kunci dalam pendidikan karakter, agar sifat anak kita mampu tumbuh dan berkembang maksimal. Disamping itu ketiga hal inilah asal muasal Mental Block yang sering kali berlangsung atau mulai benar-benar menganggu terhadap waktu anak berikut dewasa. Yaitu :

1. Kebutuhan akan rasa aman
2. Kebutuhan untuk mengontrol
3. Kebutuhan untuk diterima

3 keperluan basic emosi berikut wajib terpenuhi agar anak kita jadi teristimewa yang handal dan miliki sifat yang kuat hadapi hidup. Hal ini akan benar-benar panjang sekali jikalau dijelaskan.

Sebenarnya tersedia 6 ciri sifat anak yang bermasalah, cukup kita lihat dari perilakunya yang nampak, maka kita udah mampu lakukan deteksi dini terhadap “musibah besar” di kehidupan yang akan mampir (semakin dewasa) dan secepatnnya mampu lakukan perbaikan. Inilah beberapa ciri sifat berikut :

1. Susah diatur dan diajak kerja sama

Hal yang paling terlihat adalah anak akan membangkang, akan semaunya sendiri, mulai menyesuaikan tidak rela ini dan itu. Pada fase ini anak benar-benar mendambakan memegang kontrol. Mulai tersedia “pemberontakan” dari dalam dirinya. Hal yang mampu kita lakukan adalah memahaminya dan kita sebaiknya menanggapinya bersama situasi emosi yang tenang. Ingat akan keperluan basic manusia? Tiga hal diatas yang udah disebutkan, nah keperluan itu tengah dialami anak. Kita hanya mampu mengarahkan dan mengawasi bersama seksama.

2. Kurang terbuka terhadap terhadap orangtua

Saat orangtua bertanya “Bagaimana sekolahnya?” Anak menjawab “Biasa saja”, menjawab bersama malas, tetapi anehnya terhadap temannya dia begitu terbuka. Aneh bukan? Ini adalah ciri ke 2, nah terhadap waktu ini mampu dikatakan figur orangtua tergantikan bersama pihak lain (teman ataupun ketua gang, pacar, dan lain-lain). Saat ini berlangsung kita sebagai orangtua hendaknya mawas diri dan mulai mengganti pendekatan kita.

3. Menanggapi negatif

Saat anak mulai sering berkomentar “Biarkan saja, dia sebetulnya buruk kok”, tanda harga diri anak yang terluka. Harga diri yang rendah, keliru satu cara untuk naik ke area yang lebih tinggi adalah mencari pijakan, sama waktu harga diri kita rendah maka cara paling ringan untuk tingkatkan harga diri kita adalah bersama mencela orang lain. Dan anak pun udah terlatih lakukan itu, berhati-hatilah terhadap hal ini. Harga diri adalah kunci berhasil di masa depan anak.

4. Menarik diri

Saat anak miliki kebiasaan dan sering menyendiri, asyik bersama dunianya sendiri, dia tidak mendambakan orang lain sadar berkenaan dirinya (menarik diri). Pada situasi ini kita sebagai orangtua sebaiknya segera lakukan usaha pendekatan yang berbeda. Setiap manusia mendambakan dimengerti, bagaimana cara sadar situasi seorang anak? Kembali terhadap 3 hal yang udah dijelaskan sebelumnya. Pada situasi ini biasanya anak mulai mendambakan di terima apa adanya, dimengerti – semengertinya dan sedalam-dalamnya.

5. Menolak kenyataan

Pernah mendengar quote layaknya “Aku ini bukan orang pintar, saya ini bodoh”, atau “Aku tidak bisa, saya ini tolol”. Ini nyaris sama bersama nomor 4, yaitu kasus harga diri. Dan biasanya kasus ini (menolak kenyataan) berasal dari sistem tekun yang salah. Contoh, “Masa begitu saja tidak mampu sih, kan mama udah beri misal berulang-ulang”.

6. Menjadi pelawak

Suatu kejadian di sekolah ketika teman-temannya tertawa karena ulahnya dan anak berikut mulai senang. Jika ini sesekali barangkali tidak masalah, tetapi jikalau berulang-ulang dia tidak rela ulang ke area duduk dan mencari-cari peluang untuk mencari pengakuan dan penerimaan dari teman-temannya maka kita sebagai orangtua ingin waspada. Karena anak berikut tidak memperoleh rasa di terima di rumah, kemanakah orangtua?

Semoga bermanfaat.

 

Baca juga :

Tol Soroja Melalui Proses Konsinyasi

Tol Soroja Melalui Proses Konsinyasi

Tol Soroja Melalui Proses Konsinyasi
Tol Soroja Melalui Proses Konsinyasi

BANDUNG-Permbangunan berbagai infrastruktur, khususnya ruas Tol terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna peningkatan perekonomian di wilayah-wilayah yang sebelumnya terhambat oleh infrastruktur jalan.

Seperti halnya yang saat ini sedang dilakukan pembangunan Tol Soroja

sepanjang 10,5 kilometer yang terbentang dari Soreang Kabupaten Bandung hingga Pasirkoja Kota Bandung.

Namun menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Karniwa, di Bandung, untuk mempangunan jalan Tol tersebut tidaklah mudah, tetapi sering terkendala oleh pembebasan lahan, dimana pemilik lahan biasanya menawarkan harga cukup tinggi.

“Seperti yang terjadi di Tol Soroja ini, pembebasan lahan tinggal

menyisakan 4% tepatnya di daerah Soreang, ini karena harga yang ditawarkan oleh pemilik terlalu tinggi,” ujarnya.

Oleh karenanya menurut Iwa, untuk memperlancar pembangunan tol ini , pihaknya akan membawa proses tersebut melakui konsinyasi atau bagi hasil

“Mudah-mudahan pembebasan tanah ini pemiliknya memberikan harga

yang wajar, tetapi dalam waktunya nanti tetap bersikukuh maka kita akan melakukan langkah lanjutan melalui konsinyasi,” katanya.

 

Baca Juga :

OJK Jabar Resmikan Kantor

OJK Jabar Resmikan Kantor

OJK Jabar Resmikan Kantor
OJK Jabar Resmikan Kantor

BANDUNG-Setelah sekian lama menempati kantor bersama Bank Indonesia

(BI) di Jalan Braga, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar kini menempati kantor baru di Jalan Dago Bandung.

Peresmian dilakukan Kepala OJK Regional Jabar Sarwono dihadiri oleh Ilya Avianti, anggota dewan komisioner OJK Pusat.

Usai peresmian sekaligus diadakan ramah tamah dengan wartawan dan

juga memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu.

“Keberadaan OJK Jabar bukan hanya sebagai pengawas saja namun juga

harus memberikan andil pada pertumbuhan ekonomi di Jabar,” demikian sambutan dan sekaligus pesan Ilya Avianti kepada karyawan OJK Jabar. jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/gambar-jaring-jaring-balok