Citra Almuni Timur Tengah di Indonesia

Citra Almuni Timur Tengah di Indonesia

Citra Almuni Timur Tengah di Indonesia

Citra Almuni Timur Tengah di Indonesia
Citra Almuni Timur Tengah di Indonesia

PPI Sudan bekerja sama dengan DPLN Wahdah Islamiyyah Sudan menyelenggarakan Seminar Kebangsaan pada Jumat (3/11) di aula KBRI Khartoum, Sudan.

Mengangkat tema Peran Alumni Timur Tengah dalam Menyongsong Persatuan Umat di Indonesia, pada seminar ini panitia menghadirkan Dr. (HC) KH Zaitun Rasmin Lc MA (Wasekjen MUI Pusat dan ketua Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara) sebagai pembicara.

Duta Besar RI, Drs Burhanuddin Badruzzaman yang berkesempatan hadir pada acara ini pun turut menyampaikan kegembiraannya dan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini.

’’Permasalahan umat dan bangsa yang kita hadapi hari ini dan kedepannya

akan sangat pelik dan berat. Maka peran antum-antum semua sebagai mahasiswa syari dituntut untuk membantu serta membimbing umat keluar dari kesulitas itu dan mencari solusi atas permasalahan yang ada hari ini,’’ paparnya.

Memasuki acara inti, Dr Zaitun menjelaskan bahwa untuk mencapai persatuan umat di Indonesia, kita harus memiliki pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya persatuan. “Banyak di antara kita yang tidak mempunyai kesadaran dan pemahaman yang tinggi dan cukup tentang persatuan. Buktinya kita sembrono dalam persatuan. Buktinya kita tidak berusaha untuk mewujudkannya “, tegasnya

Beliau menyampaikan saat ini, di tanah air, alumni Timur Tengah memiliki

kesan bahwa mereka tidak peduli dengan persatuan dan cenderung memecah-belah umat.

Di sisi lain, alumni Timur Tengah pun memiliki kesan bahwa mereka radikal, ekstrimis, dan sebagainya. Ini semua dikarenakan kegagalan dalam memahami dalil naqli terutama aqli.

“Salah satu keistimewaan Islam adalah adanya dalil aqli. Manusia dituntut

menggunakan akalnya dalam merespons suatu fenomena. Inilah yang kemudian menjadikan Islam diterima dimanapun dan pada masa apapun. Namun sangat disayangkan, banyak yang justru tidak menghiraukan ini dengan menggunakan embel-embel kembali kepada Quran dan Sunnah, namun salah kaprah dalam memahami Quran dan Hadits. Inilah yang kemudian menimbulkan perpecahan di antara umat,’’ paparnya. (*)

 

Sumber :

https://nouw.com/danuaji/understanding-and-examples-of-explanator-36084748