Pengusaha Harus Pulihkan Lingkungan Tercemar

Pengusaha Harus Pulihkan Lingkungan Tercemar

Pengusaha Harus Pulihkan Lingkungan Tercemar

Pengusaha Harus Pulihkan Lingkungan Tercemar
Pengusaha Harus Pulihkan Lingkungan Tercemar

BANDUNG- Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) meminta perusahaan untuk melakukan pemulihan terhadap lingkungan sekitar yang telah tercemar akibat limbah yang mereka buang. Demikian dikemukakan Asisten Deputi Bidang Pengaduan KLH, Dodo Sambodo.

“Seharusnya perusahaan untuk melakukan memulihkan lingkungan, khususnya sungai untuk tidak tercemar jika memang limbah yang mereka buang ke sungai mencemari,” ujarnya.

Dodo mengatakan, pihaknya akan selalu mencari tahu dan melakukan verifikasi, jika ada pengaduan dari masyarakat terkait pencemaran lingkungan.

“Saya berada di bidang pengaduan, maka jika LH menerima pengaduan itu maka harus melakukan verifikasi nantinya akan kami turunkan tim untuk mencari kebenaran,” ucap Dodo, kepada www.Jabarprov.go.id, saat melakukan pemantauan ke sejumlah sungai di Kabupaten Bandung Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Dodo, ada beberapa indikasi jika air sungai sudah sangat tercemar, diantaranya jika secara kasat mata air berwarna hitam, bau menyengat, PH air melebihi 7 hingga 9 dan  suhu air melebihi batas normal yang mencapai 30 celcius.

“Jika air sudah dapat dilihat dari 2 parameter tersebut dan sudah melebihi

ambang batas yang ditetapkan, maka kondisi air sudah tercemar. Kita nanti akan liat kalau terjadi pelanggaran, melanggar pasal berapa dari UU 32,” katanya.

Dodo menyatakan, ada beberapa sangsi yang bisa di berikan kepada perusahaan jika memang mereka telah melakukan pelanggaran pencemaran lingkungan, mulai dari sangsi administrasi hingga pencabutan izin usaha.

“Sangsi administrasi, perdata dan pidana atau tiga tiganya. Kita liat dari

hasil verifikasi. Sangsi administrasi berupa paksaan dari kementerian untuk membuat ipal atau membetulkan alat2, tetapi kalau tdk dikerjakan maka akan dibekukan izinnya dan tidak cabut, kalau selama dibekukan tdk dipenuhi maka akan dicabut izinnya,” tutur Dodo.

Sebelumnya diberitakan, DPRD Jawa Barat mendesak aparat penegak

hukum untuk memberikan sanksi tegas dan hukuman yang berat bagi para perusak lingkungan, karena akan sangat merugikan masyarakat banyak.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/contoh-jaringan-tumbuhan/