OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan
OJK Telah Lakukan Berbagai Inisiatif Keuangan

BANDUNG – Sepanjang tahun 2015, OJK melakukan beberapa inisiatif untuk mendukung program Pemerintah, antara lain: program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang telah didukung oleh 24.865 agen yang berhasil menjaring 1.094.362 nasabah serta dana pihak ketiga sebesar Rp.41,3 miliar.

Kemudian Program Jaring (Jangkau, Sinergi dan Guidelines) dimana bank berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp.4,41 triliun, sedangkan perusahaan pembiayaan (lembaga keuangan non bank) telah memberikan pembiayaan pada program Jaring sebesar Rp.252 miliar. Tabungan SIMPEL (Simpanan Pelajar) yang melibatkan 29 bank dan 1.544 sekolah dan jumlah rekening dari program ini telah mencapai 382.421 dengan total dana Rp.32,8 miliar.

Sedangkan untuk industri keuangan nonbank, OJK juga melakukan optimalisasi kapasitas asuransi dan reasuransi dalam negeri; revitalisasi modal ventura dan pengembangan asuransi mikro; serta penyesuaian uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi Perusahaan Pembiayaan.

Pada sektor jasa keuangan syariah, OJK meluncurkan Road Map Perbankan Syariah, Pasar Modal Syariah dan IKNB Syariah.

“Dengan adanya road map keuangan syariah, seluruh stakeholder

mempunyai guideline dalam mengembangkan dan mendorong potensi jasa keuangan syariah di Indonesia yang sangat besar”, ujar Ketua OJK Muliaman Hadad.

Dalam tahun 2016, OJK optimis bahwa perkembangan SJK nasional akan menunjukkan perkembangan positif. Beberapa faktor risiko memang masih akan mewarnai pasar keuangan domestik, karena itu OJK akan terus memantau pergerakan pasar serta mempersiapkan langkah-langkah antisipasi yang diperlukan.

Seiring membaiknya proyeksi pertumbuhan domestik pada tahun 2016,

kegiatan intermediasi LJK (kredit perbankan dan piutang pembiayaan) akan menunjukkan arah perbaikan. Berdasarkan rencana bisnis bank yang disampaikan kepada OJK pada akhir November 2015, dapat disampaikan bahwa Kredit diproyeksikan tumbuh sebesar ±14,1% dan DPK tumbuh 12,7%. Proyeksi ini sejalan dengan OJK Outlook yang telah OJK sampaikan sebelumnya bahwa Kredit diperkirakan akan tumbuh sebesar 12-14% dan
DPK tumbuh 13-15%.

Indikator-indikator SJK yang kuat merupakan modal berharga dalam upaya

mendorong pertumbuhan SJK domestik secara berkesinambungan, sehingga SJK dapat berkontribusi secara optimal dalam memacu pertumbuhan ekonomi nasional. jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148436723/apa-itu-voc/