Penyaluran dana Bidikmisi kembali terlambat

Penyaluran dana Bidikmisi kembali terlambat

Penyaluran dana Bidikmisi kembali terlambat

Penyaluran dana Bidikmisi kembali terlambat
Penyaluran dana Bidikmisi kembali terlambat

Pemerintah kembali terlambat menyalurkan anggaran beasiswa biaya pendidikan untuk mahasiswa miskin (Bidikmisi). Anggaran senilai Rp1,4 triliun itu semestinya cair bulan ini.

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi

(Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Illah Sailah mengatakan, sampai hari ini Kemendikbud masih menggelar rapat untuk mencari solusi pencairan Bidikmisi.

Dia mengakui semestinya anggaran Bidikmisi cair Maret ini, namun karena

ada penggunaan aplikasi baru dalam pencairan nota keuangan maka semuanya harus diperbarui. “DIPA (daftar isi pelaksana anggaran) memang sudah cair namun kami sedang mencocokkan format-formatnya dulu,” katanya kepada wartawan, Rabu 19 Maret 2014.

Diketahui, tahun lalu Bidikmisi juga telat karena anggarannya yang masih

dibintangi. Anggaran Bidikmisi 2014 mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Anggaran ini semestinya dicairkan untuk semester satu yakni untuk periode Maret hingga Agustus. Jumlah mahasiswa yang semestinya menerima anggaran beasiswa mencapai 147.000 mahasiswa. Per semester mereka biasanya menerima bantuan biaya kuliah sebesar Rp2,4 juta dan biaya hidup Rp3,6 juta. Itu pun ditambah dengan biaya kedatangan Rp1,5 juta per anak.

Illah menyampaikan, paling lambat akhir bulan ini anggaran Bidikmisi bisa dicairkan. Namun pemerintah berjanji akan mempercepatnya hingga minggu depan. Illah menjelaskan, selain karena hambatan sistem baru Kemendikbud juga masih menunggu menunggu penetapan oleh rektor-rektor yang mahasiswanya menerima Bidikmisi. Sebab pencairan ke mahasiswa Bidikmisi harus berdasarkan penetapan rektor yang bersangkutan.

“Ada sejumlah data yang harus disinkronkan, terutama untuk data mahasiswa yang pindah, drop out atau meninggal dunia. Kami akan kroscek dulu ke masing-masing kampus. Keterlambatan dalam penetapan oleh rektor ini juga akan menjadi potensi keterlambatan,” ujar Illah.

Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Idrus Paturussi menyampaikan, menurut informasi yang diterima MRPTNI memang anggaran Bidikmisi untuk semester pertama belum diterima. Berhubung pemerintah masih mengevaluasi penyaluran beasiswa di tahun kemarin. Dia menyatakan, Bidikmisi ke mahasiswa kalangan ekonomi menengah ke bawah namun berprestasi ini akan disalurkan April nanti.

Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini meminta, penjelasan yang resmi dapat disampaikan oleh Ditjen Dikti. Namun yang pasti penyaluran beasiswa Bidikmisi langsung ditransfer ke rekening mahasiswa yang bersangkutan tanpa melalui rekening universitas. “Hal ini untuk memastikan semua uang yang masuk langsung diterima mahasiswa. Transparan dan efisien,” ujar Idrus.

 

Baca Juga :