yang harus dilakukan terhadap orang yang kehilangan kesadarannya

yang harus dilakukan terhadap orang yang kehilangan kesadarannya

yang harus dilakukan terhadap orang yang kehilangan kesadarannya

yang harus dilakukan terhadap orang yang kehilangan kesadarannya
yang harus dilakukan terhadap orang yang kehilangan kesadarannya

Menurut Black’s Medical Dictionary,  kesadaran adalah

Suatu keadaan menyadari    peristiwa fisik atau konsep-konsep mental dimana seseorang sadar dan responsif terhadap lingkungannya.  Apabila seseorang itu tidak sadar, maka dia tidak akan dapat waspada terhadap kejadian-kejadian yang ada di lingkungannya1.

Menurut BMA Illustrated Medical Dictionary, tidak sadar merupakan

Sebuah reaksi dari pikiran dimana ide-ide, kenangan, persepsi atau perasaan bahwa seseorang saat  ini tidak menyadari  dan tidak dapat menyimpan dan memproses sesuatu. Sedangkan ketidaksadaran merupakan suatu proses kehilangan kesadaran secara abnormal dari diri seseorang terhadap lingkungannya karena berkurangnya tingkat aktivitas dalam formasi retikuler dari batang otak2.  Formasi retikuler adalah sebuah jaringan dari sistem saraf dan nuklei yang menghubungkan sel sensorik dan motorik dari dan ke cerebrum, cerebellum, saraf tulang belakang dan saraf otak1.

Ketidaksadaran dapat terjadi secara singkat dan ringan seperti pingsan,

Akan tetapi dapat juga terjadi secara mendalam dan berkepanjangan seperti dalam koma.  Ketidaksadaran dapat terjadi apabila otak tidak mendapatkan suplai oksigen dan glukosa yang mencukupi sehingga otak tidak dapat berfungsi secara normal dan kesadaran pun berkurang1.

Tingkat ketidaksadaran dari seseorang dapat diketahui dengan cara melihat jenis ketidaksadaran dari orang tersebut.

Ada 6 jenis tidak sadar, yaitu:

  1. Clouding of consciousness; merupakan sebuah tingkat penurunan status mental dimana pasien tidak memiliki perhatian dan berkurangnya tingkat kesadaran.
  2. Confusional state; merupakan pengurangan tingkat kesadaran yang lebih besar dimana terjadi disorientasi, kebingungan dan kesulitan memenuhi perintah.
  3. Lethargy; terdiri dari rasa ngantuk yang parah dimana pasien dapat dibangunkan dengan stimulasi terus menerus tetapi kemudian tertidur kembali.
  4. Obtundation; merupakan sebuah kondisi yang sama dengan lethargy dimana pasien sudah memiliki ketertarikan yang berkurang di lingkungannya, melambatnya respon terhadap stimulasi, dan cenderung untuk tidur lebih banyak dari waktu normal dengan rasa ngantuk diantara waktu tidurnya.
  5. Stupor; berarti bahwa hanya rangsangan yang kuat dan berulang yang dapat membangunkan individu dan ketika dibiarkan tidak tergantung, pasien akan segera  kembali ke keadaan yang tidak responsif.
  6. Coma; merupakan suatu keadaan dimana tidak ada respon dan tidak dapat dibangunkan3.

Ketidaksadaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor utama penyebab ketidaksadaran adalah:

  1. Kerusakan langsung pada otak yang disebabkan oleh cedera kepala.
  2. Gangguan suplai darah ke otak yang disebabkan oleh stroke, pingsan, serangan jantung dan shock.
  3. Kompresi otak yang disebabkan oleh cedera kepala, stroke, beberapa jenis infeksi dan beberapa jenis tumor.
  4. Gangguan kimia darah ke otak yang disebabkan oleh kadar oksigen yang rendah (hipoksia), keracunan baik melalui obat ataupun alkohol, kadar gula rendah (hipoglikemia).
  5. Kondisi lain seperti epilepsi dan suhu tubuh abnormal4.

   Kesadaran merupakan sesuatu yang sangat penting karena berhubungan dengan nyawa seseorang. Oleh karena itu, kita harus mengetahui tindakan-tindakan yang harus dilakukan apabila melihat seseorang yang mengalami ketidaksadaran.

Ada tiga rumus tindakan yang dapat dilakukan sebagai upaya pertolongan

Pertama pada orang yang mengalami ketidaksadaran. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah untuk memastikan bahwa jalan nafas dari korban berada dalam keadaan terbuka dan bersih karena apabila ada halangan maka jalan nafas akan tertutup dan tidak dapat bernafas secara normal. Kedua adalah dengan memeriksa dan memeriksa ulang tingkat reaksi dengan menggunakan rumus AVPU (Alert, Voice, Pain, Unresponsive) atau Alert (waspada), respon terhadap Voice (suara), respon terhadap Pain (nyeri), dan Unresponsive (tidak memberi respon). Kemudian langkah terakhir adalah memeriksa korban dengan teliti karena gangguan kesadaran dapat disebabkan oleh cedera tertentu4.

Baca Juga :